MEDANSPORT.ID – MEDAN – Rabu 31 Juli 1996 bertempat di Georgia State University Gymnasium berlangsunglah Final Ganda Putra Bulutangkis Olimpiade 1996. Publik Indonesia berharap besar Ricky/Rexy mampu mempersembahkan Medali Emas kepada Indonesia.
Ricky/Rexy memulai pertandingan dengan penampilan yang tidak maksimal.Permainan mereka tidak berkembang dan beban mental jelas terlihat di wajah mereka.Sedangkan Cheah Son Kit/Yap Kim Hock tampil rileks dan penuh semangat. Akhirnya set pertama Ricky/Rexy takluk 5-15 dari duo Malaysia itu.
Raut tegang juga terlihat di wajah Ketua Umum KONI Wismoyo Arismunandar beserta pengurus KONI dan PBSI serta para pendukung Indonesia yang hadir di tribun penonton. Christian Hadinata mencoba membangkitkan motivasi Ricky/Rexy dengan meminta keduanya untuk tampil rileks dan fokus pada set kedua. Dan akhirnya Ricky/Rexy seperti tersadar bahwa ini adalah partai puncak dan mereka harus memberi yang terbaik bagi Indonesia.
Perlahan tapi pasti permainan Ricky/Rexy mulai muncul di set kedua. Walau sempat keteteran di awal namun mereka terus mengejar ketertinggalan dan akhirnya melalui laga ketat yang diselingi tepuk tangan kagum dari para penonton Ricky/Rexy mampu meraih kemenangan di set kedua dengn skor 15-13.
Rasa percaya diri makin terlihat pada diri Ricky/Rexy di set ketiga. Mereka terus mencecar Cheah Son Kit/Yap Kim Hock dengan gencar. Walau sempat memberi perlawanan namun akhirnya duo Malaysia itu takluk atas Ricky/Rexy dengan skor 12-15.
Begitu pukulan tajam Rexy Mainaky tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Yap Kim Hock meledaklah kegembiraan dan keharuan pada diri Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky.Rexy Mainaky langsung menjatuhkan dirinya di lapangan sambil menangis mengucapkan syukur sedangkan Ricky melompat kegirangan dan langsung berlari memeluk Christian Hadinata. Ricky sambil menangis haru mengangkat pelatihnya itu dan keduanya kemudian berlari bersama memeluk Rexy Mainaky yang masih terlentang menangis haru. Ketiganya larut dalam suasana penuh keharuan.
Atik Jauhari yang duduk di tribun juga tidak kuasa menahan air matanya ketika para penonton dan pengurus PBSI menyalaminya. Demikian pula halnya dengan Ketua Umum KONI Wismoyo Arismunandar bersama para pengurus PBSI yang duduk di tribun kehormatan yang larut dalam suasana haru dan bahagia.
Ricky/Rexy dengan wajah yang masih merah penuh derai air mata naik ke tribun kehormatan dan langsung berangkulan dengan Ketua Umum KONI Wismoyo Arismunandar penuh suasana keharuan. Para pendukung Indonesia tidak henti menyanyikan lagu – lagu Nasional merayakan kemenagan dan keberhasilan Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky meraih Medali Emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Atlanta 1996.
Tepuk tangan penonton bergemuruh ketika anggota Dewan Eksekutif IOC Bob Hasan mengalungkan Medali Emas dan Wakil Presiden IBF Justian Suhandinata memberikan karangan bunga kepada Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky. Air mata haru tak dapat ditahan Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky dan rekannya yang meraih Medali Perunggu Denny Kantono/Antonius Budi Ariantho dan para penonton yang hadir ketika bendera Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang sebagai penghormatan atas keberhasilan Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky meraih Medali Emas di Olimpiade Atlanta 1996 ini.
Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky dalam wawancara kepada media menyebut bahwa ada beban berat yang seolah terlepas ketika mereka berhasil meraih Medali Emas di Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.”Entah kenapa ketika bertanding di set pertama kaki kami terasa berat untuk bergerak dan kepala kami terasa penuh dengan beban.Akibatnya permainan kami gak keluar dan kami juga sulit untuk komunikasi sebagaimana biasanya. Set kedua dan ketiga beban itu masih ada namun kami berusaha tampil sebaik mungkin sambil terus berdoa dalam hati” ucap Riky dan Rexy.
Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky mempersembahkan Medali emas yang mereka raih untuk seluruh rakyat Indonesia dan sebagai kado untuk peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-51 pada 17 Agustus 1996.
Sayangnya prestasi Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky gagal diikuti oleh Mia Audina yang keesokan harinya tampil di Final Tunggal Putri. Mia Audina takluk straight set 6-11 dan 7-11 dari pebulutangkis Korea Selatan Bang Soo Hyun.
Di Olimpiade Atlanta 1996 bulutabngkis menyumbangkan 1 Medali Emas, 1 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu untuk Indonesia. Bulutangkis menjadi satu – satunya cabang olahraga yang menyumbangkan medali untuk Indonesia di Olimpiade Atlanta 1996 ini. Torehan ini membawa Indonesia menempati peringkat 41 di klasemen akhir perolehan medali Olimpiade Atlanta 1996 ini.
Itulah momen bersejarah ketika bulutangkis Indonesia meraih Medali Emas di Olimpiade Atlanta 1996. Semoga di Olimpiade Paris 2024 ini bulutangkis dan cabang olahraga lainnya dapat menyumbangkan medali untuk Indonesia.





