MEDANSPORT.ID – MEDAN – Setelah pertama kali dipertandingkan secara resmi di Olimpiade Barcelona 1992, untuk kedua kalinya bulutangkis kembali dipertandingkan di Olimpiade Atlanta 1996. Dan Indonesia kembali menaruh harpan besar untuk kembali mengulangi sukses besar yang diraih di Olimpiade Barcelona 1992.
Bulutangkis di Olimpiade Atlanta digelar pada 24 Juli – 1 Agustus 1996 di Georgia State University Gymnasium. Bulutangkis waktu itu menggelar 5 nomor pertandingan yaitu tunggal putra,tunggal putri,ganda putra,ganda putri dan ganda campuran. Ganda putra saat itu menjadi salah satu andalan utama Indonesia untuk merebut medali emas.
Indonesia saat itu meloloskan 3 pasangan yaitu Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky, Rudy Gunawan/Bambang Suprianto dan Denny Kantono/Antonius Budi Ariantho. Kegemilangan ketiga pasangan ganda putra terbaik Indonesia tersebut pada periode 1993-1996 membuat PB PBSI berharap besar ketiga pasangan Indonesia tersebut bisa menyumbangkan Medali Emas untuk kontingen Indonesia.
Saat itu Ricky/Rexy yang menduduki peringkat 1 dunia lebih diunggulkan untuk berjaya dan meraih medali emas ganda putra di Olimpiade 1996 tersebut. Ricky/Rexy yang sejak akhir tahun 1994 konsisten berada di peringkat 1 dunia tampil konsisten dan meyakinkan dalam setiap turnamen yang mereka ikuti. Hampir semua gelar bergengsi seperti All England, Juara Dunia,Thomas Cup, Asian Games dan lain nya sudah mereka raih.
Bagi Ricky /Rexy dan Rudy Gunawan ini adalah kali kedua mereka berlaga di Olimpiade. Sebelumnya mereka tampil di Olimpiade Barcelona 1992. Rudy Gunawan yang saat itu berpasangan dengan Eddy Hartono meraih Medali Perak setelah takluk dari pasangan tangguh Korea Selatan Park Joo Bong/Kim Moon Soo. Sedangkan Ricky/Rexy kandas di babak 8 besar setelah takluk dari pasangan Korea Selatan tersebut.
Kesuksesan Indonesia yang meloloskan 3 pasangan ganda putra ke Olimpiade Atlanta ini tidak lepas dari tangan dingin duet pelatih ganda putra Indonesia Christian Hadinata dan Atik Jauhari serta pelatih fisik Tahir Djide. Berkat polesan mereka ketiganya berada di papan atas ganda putra dunia saat itu.
Sepanjang 1994 – 1996 ketiga pasangan ganda putra Indonesia kerap tampil di podium juara turnamen bulutangkis dunia. Terutama yang paling menonjol adalah Ricky/Rexy. Dominasi Ricky/Rexy mengingatkan publik akan kejayaan pasangan Christian Hadinata/Ade Chandra dan Tjun Tjun/Johan Wahyudi yang begitu digdaya pada era 1970-an hingga awal 1980-an di pentas bulutangkis Internasional.
All England 1996 menjadi tolok ukur untuk menguji kekuatan ganda putra Indonesia di Olimpiade 1996. Apalagi Rudy Gunawan/Bambang Suprianto dan Ricky/Rexy tampil menjadi Juara All England pada 1994 dan 1995. Dan ternyata di All England 1996 ini Ricky/Rexy kembali berhasil menjadi Juara setelah di final menaklukkan pasangan tangguh Malaysia Cheah Son Kit/Yap Kim Hock. Selain itu Denny Kantono/Antonius Ariantho juga melaju ke Semifinal namun takluk dari rekannya Ricky/Rexy.
Di Thomas Cup 1996 ketiganya juga menjadi kekuatan utama yang turut menghantarkan Indonesia kembali merebut Juara Thomas Cup setelah di Final menaklukkan Denmark 5-0. Kondisi ini membuat keyakinan Pemerintah, KONI dan pengurus PB PBSI bahwa ganda putra akan berjaya di Olimpiade Atlanta 1996.
Namun Ka.Bid.Binpres PB.PBSI Iwan Setiawan dan pelatih Christian Hadinata meminta anak – anak asuhnya untuk tidak jumawa karena pasangan – pasangan negara lain akan tampil penuh motivasi dan siap menaklukkan ketiganya. Saat itu ada beberapa pasangan yang diperkirakan akan menjadi “kuda hitam” bagi ketiga pasangan Indonesia tersebut. Pasangan tersebut antara lain adalah Cheah Son Kit/Yap Kim Hock (Malaysia), pasangan Denmark Jon Holst Christensen/Thomas Lund dan Michael Sogard/Henrik Svarrer, Peter Axelsson/Par Gunar Jonsson (Swedia), Ha Tae Kwon/Kang Kyung Jin (Kores Selatan) dan lain lain.
Diantara mereka pasangan Cheah Son Kit/Yap Kim Hock yang paling diwaspadai karena pernah menaklukkan Ricky/Rexy di Final SEA Games 1995. Gunawan/Bambang dan Denny Kantono/Antonius Ariantho bahkan kerap tersandung kala menghadapi pasangan tangguh Malaysia tersebut.
Ricky/Rexy,Gunawan/Bambang dan Denny/Antonius mendapat bye di babak pertama.Gunawan/Bambang menghadapi pasangan Malaysia Soo Beng Kiang/Tan Kim Her di babak kedua. Namun secara mengejutkan Gunawan/Bambang takluk dari pasangan Malaysia tersebut dalam pertarungan rubber set 13-18,15-4 dan 6-15.
Ricky/Rexy memulai langkahnya di Olimpiade Atlanta dengan menghadapi Michael Sogard/Henrik Svarrer. Ricky/Rexy tanpa kesulitan berarti menaklukkan pasangan Denmark tersebut dengan straight set 15-10 dan 15-7 dan melangkah ke babak 8 besar.
Denny Kantono/Antonius Ariantho memulai langkahnya di Olimpiade Atlanta dengan menghadapi Jens Eriksen/Christian Jacobsen.Dengan gemilang Denny/Antonius menaklukkan pasangan Denmark tersebut dengan straight set 15-8 dan 15-12 dan melangkah ke babak 8 besar.
Di babak 8 besar Ricky/Rexy berhadapan dengan Huang Zhangzhong/Jiang Xin. Dengan meyakinkan Ricky/Rexy menaklukkan pasangan China tersebut dengan straight set 15-7 dan 15-7 dan melangkah ke Semifinal.
Di babak 8 besar Denny Kantono/Antonius Ariantho berhadapan dengan Andrey Antropov/Nikolai Zuyev. Dengan gemilang Denny/Antonius menyingkirkan pasangan Rusia itu dengan straight set 15-5 dan 15-1 dan melangkah ke Semifinal.
Semifinal ganda putra bulutangkis Olimpiade Atlanta 1996 ibarat “perang terbuka” antara Indonesia dengan Malaysia karena yang tampil di Semifinal adalah pasangan dari Indonesia dan Malaysia.Ricky/Rexy berhadapan dengan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her. Sedangkan Denny Kantono/Antonius Ariantho berhadapan dengan unggulan kedua Cheah Son Kit/Yap Kim Hock.
Denny Kantono/Antonius Ariantho menghadapi laga berat menghadapi Cheah Son Kit/Yap Kim Hock. Dari 4 pertemuan sebelumya Denny Kantono/Antonius Ariantho selalu takluk dari pasangan tangguh Malaysia tersebut. Dan dalam pertarungan Semifinal tersebut Denny/Antonius tak berdaya menghadapi serangan – serangan dari pasangan kuat Malaysia tersebut.Akhirnya Denny/Antonius takluk dengan straight set 15-10 dan 15-4.
Ricky S/Rexy menatap Semifinal dengan penuh optimisme. Dari 6 pertemuan sebelumnya Ricky/Rexy selalu sukses menaklukkan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her.Dan dalam pertarungan Semifinal tersebut Ricky/Rexy membuat pasangan Malaysia tersebut tak berkutik dan frustrasi. Ricky/Rexy sukses menaklukkan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her dengan straight set 15-3 dan 15-5
Olimpiade Atlanta 1996 ini menggunakan aturan baru dalam penentuan peraih Medali Perunggu. Jika di Olimpiade Barcelona 1992 Semifinalis yang kalah otomatis meraih Medali Perunggu maka di Olimpiade Atlanta 1996 ini Semifinalis yang takluk harus bertarung untuk meraihnya. Denny Kantono/Antonius Ariantho berhadapan dengan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her. Kedua pasangan ini belum pernah berhadapan sebelumnya, dan ternyata laga perebutan Medali Perunggu ini berlangsung ketat kedua pasangan tampil agresif.
Dan akhirnya Denny Kantono/Antonius Ariantho sukses meraih Medali Perunggu setelah menaklukkan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her dengan rubber set 15-4,12-15 dan 15-8. Denny/Antonius melupakan emosinya dengan berangkulan sambil menangis haru usai menaklukkan Soo Beng Kiang/Tan Kim Her.
Ricky Achmad Soebagdja/Rexy Ronald Mainaky menatap Final dengan optimisme penuh.Ini dikarenakan mereka memiliki rekor pertemuan yang cukup dominan atas Cheah Son Kit/Yap Kim Hock.Dari 7 pertemuan sebalumnya Ricky/Rexy memenangkan 6 pertemuan.Namun pelatih Christian Hadinata mengingatkan mereka untuk berhati – hati karena satu – satunya kekalahan yang Ricky/Rexy alami dari Cheah Son Kit/Yap Kim Hock terjadi di ajang multi event yaitu di Finakl SEA Games 1995 yang digelar di Chiang Mai.Dan tentunya beban mental menghadapi Final Olimpiade jauh lebih berat daripada ajang multi event lainnya.
Indonesia saat itu hanya meloloskan Ricky/Rexy dan Mia Audina ke Final Olimpiade 1996. Hariyanto Arbi dan Susy Susanti terhenti langkahnya di Semifinal. Hariyanto Arbi takluk dari Poul Erik Hoyer Larsen sedangkan Susy Susanti takluk dari Bang Soo Hyun.Dan pada perebutan medali perunggu Hariyanto Arbi kembali takluk dari Rashid Sidek sedangkan Susy Susanti menaklukkan Man Jihyun. (bersambung…..)





