Oleh : Indra Efendi Rangkuti

MEDANSPORT.ID – MEDAN – Alhamdulillah dalam silaturahmi dengan Kiper Legendaris PSMS Dan Timnas alm. Bang Ronny Pasla banyak kisah yang tak terungkap di media namun menarik untuk disimak. Salah satu hal menarik yang diungkapkan Bang Ronny Pasla adalah tentang hubungan baiknya dengan senior sekaligus rekan setimnya di Bintang Utara dan PSMS yaitu alm. Pak Zulkarnaen Pasaribu.

Beliau bercerita awal perkenalannya dengan Pak Zulkarnaen Pasaribu ketika sama sama memperkuat Tim Maesa Sumut dalam POR Maesa 1964 di Jakarta. Waktu itu Bang Ronny Pasla memperkuat Tim Tenis Maesa sedangkan Zulkarnaen Pasaribu memperkuat Tim Sepakbola Maesa bersama bintang – bintang PSMS seperti : Eddy Simon, Bogor, Ipong Silalahi,Sunarto dll.

Tak disangka pada 1967 mereka satu tim di PSMS dan sukses membawa PSMS menjadi Juara Kejurnas PSSI 1967 dan Agha Khan Gold Cup 1967. Begitu juga ketika mereka bahu membahu membawa Bintang Utara menjadi Juara Divisi Utama PSMS berkali kali.

Kiprah dan kebersamaan mereka di PSMS turut membawa PSMS menjadi Juara Kejurnas PSSI 1967 dan 1971. Kemudian turut nembawa PSMS menjadi Juara Agha Khan Gold Cup 1967,Soeharto Cup 1972 dan Marah Halim Cup 1972 dan 1973.

TC PSMS JELANG AGHA KHAN GOLD CUP 1967 Di Std. Teladan
Berdiri Ki-Ka : Tumsila (Medan Putra), Syamsuddin Panjaitan (Medan Putra), Eddy Suwardi (PO Polisi), Achmadsyah “Ipong” Silalahi (Bintang Utara), Yuswardi (Medan Putra), Djamal (Bintang Utara), Zulkarnaen Pasaribu (Bintang Utara), Sukiman (Bintang Utara), Rudi Siregar (Sahata) dan Zulham Yahya (Bintang Utara)
Jongkok Ki-Ka : Ronny Pasla (Bintang Utara), Muslim (Bintang Utara), Sarman Panggabean (Medan Putra), Ramli Yatim (pelatih), Azis Siregar dan Sunarto (Bintang Utara)

Kesuksesan Bang Ronny Pasla dan Pak Zulkarnaen Pasaribu bersama rekan – rekan setimnya di Bintang Utara seperti : Muslim, Sukiman, Sunarto, Anwar Ujang, Zulham Yahya, Ipong Silalahi dll tidak bisa dilepaskan dari rasa kekeluargaan yang ditanamkan Bapak Bakaruddin Yusuf selaku pimpinan Bintang Utara dan Bapak Machrum sebagai pelatih.

Hubungan diantara mereka cukup dekat.Perpisahan terjadi ketika Ronny Pasla pindah dr PSMS ke Persija pada akhir 1973. Tapi dalam beberapa momen di tahun 70-an mereka kerap bertemu.

Ketika Zulkarnaen Pasaribu menjalani karir sebagai pelatih,Ronny Pasla juga mengikuti terutama ketika menangani Pupuk Kaltim di kompetisi Galatama.

‘Saya bangga Bang Zul sukses membawa Pupuk Kaltim sukses menjadi Semifinalis Winners Cup Asia 1992 adinda Indra” ujarnya kepada saya

Setelah mereka cukup lama tak bertemu akhirnya pada awal 2000-an mereka kembali bertemu di Lapangan Bea Cukai di Jakarta. Terjadilah pertemuan yang mengharukan ketika mereka saling bertegur sapa dan saling bersalaman dengan hangat dengan salam khas ala pemain Bintang Utara dan PSMS pada era 60-an dan 70-an. Cukup lama mereka bereuni dengan penuh kehangatan layaknya saudara yang lama terpisah.

Saya ketika itu bisa merasakan suara Bang Ronny Pasla yang menahan haru ketika cerita momen itu. Begitu juga rasa kehilangan yang dirasakannya mendengar kabar sahabatnya itu meninggal dunia pada 13 Oktober 2019.

“Saya berdoa kepada Tuhan agar kiranya alm. Bang Zul diterima di sisi-NYA” ungkap Bang Ronny kepada saya dengan suara terbata – bata.

Sungguh persahabatan yang tulus dan penuh keakraban diantara mereka yang pernah bahu membahu bersama mengangkat panji PSMS Medan. Sebuah teladan untuk kita semua

Dan akhirnya pada 24 November 2025 Bang Ronny Pasla menyusul sahabatnya Zulkarnaen Pasaribu menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Bagikan: