Oleh : Indra Efendi Rangkuti

MEDANSPORT.ID – MEDAN – Ada pemandangan berbeda di Stadion San Siro Milan ketika AC Milan menjamu Parma dalam lanjutan Serie A pada  Senin 23 Februari 2026 dinihari lalu.AC Milan kedatangan salah satu bintang besar mereka asal Belanda Mark Van Bommel.

Mark Van Bommel hadir bukan sekedar duduk di tribun menyaksikan mantan klubnya AC Milan bertanding tetapi juga menerima penghormatan khusus dari AC Milan. Begitu dirinya memasuki lapangan para suporter (tifosi) AC Milan memberikan standing aplaus dan menggemakan namanya di tribun penonton.

Fihak AC Milan kemudian memberikan kostum AC Milan bernomor 4 bertuliskan namanya kepada Van Bommel. Nomor 4 adalah nomor yang dikenakan Van Bommel ketika di AC Milan selama 1,5 musim. Van Bommel terlihat terharu menerima kostum itu dan kemudian mengangkatnya tinggi ke arah para pendukung AC Milan yang menyambutnya dengan tepukan meriah.

 

Rekan setimnya di AC Milan yang kini duduk di jajajran manajerial AC Milan Zlatan Ibrahimovic menyambut hangat Van Bommel di lapangan dan keduanya berangkulan dengan penuh rasa bahagia. Demikian juga dengan mantan rekan setimnya juga di AC Milan yang kini menjadi komentator televisi Massimo Ambrosini yang mnenyambutnya dengan hangat. Tak ketinggalan sosok pelatih yang dulu menariknya ke AC Milan Massimiliano Allegri yang sejak awal musim ini kembali menangani AC Milan.

 

Walau tidak lama memperkuat AC Milan, namun AC Milan sangat berkesan di hati Mark Van Bommel. Demikian juga para tifosi AC Milan yang hingga kini masih mencintai Van Bommel. Menarik untuk disimak perjalanan karir sosok kelahiran Maasbracht 22 April 1977 dan berdarah Maluku ini selama memperkuat AC Milan.

Perjalanan Karir Mark Van Bommel Di AC Milan

Pada 25 Januari 2011, Van Bommel menandatangani kontrak enam bulan dengan AC Milan dengan status bebas transfer setelah mengakhiri kontraknya dengan Bayern Muenchen.Van Bommel hadir bersama dengan rekan senegaranya Urby Emanuelson yang dikontrak dari Ajax. Kehadirannya diperlukan untuk menggantikan posisi Andrea Pirlo yang mengalami cedera dan harus absen lama. Di AC Milan pula Van Bommel kembali bermain bersama rekan setimnya di Timnas Belanda Clarence Seedorf.

Kedatangannya ke AC Milan sempat ditentang oleh rekan setimnya di Timnas Belanda Wesley Sneijder yang kala itu membela Inter Milan.

Mark Van Bommel bersama rekan senegaranya Clarence Seedorf merayakan kesuksesan AC Milan meraih Juara Liga Italia musim 2010/2011

“Sneijder adalah seorang kawan dekat, jadi aku menelponnya dan ia menyarankanku agar tidak bergabung dengan Milan, karena ia pasti tidak mau menghadapi pemain setangguh diriku.Aku sendiri tak sabar menanti Derbi Milan dan berhadapan dengannya!” ungkap Van Bommel di Football Italia sambil tersenyum ketika itu.

Van Bommel diberi nomor punggung empat, dan sehari setelah meneken kontrak dirinya melakukan debutnya di AC Milan dan membawa AC Milan menang 2-1 melawan Sampdoria di Perempatfinal Coppa Italia. 

Pada 29 Januari 2011, Van Bommel melakukan debutnya di Serie A melawan Catania tetapi dikeluarkan dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di awal babak kedua. Walaupun demikian Van Bommel cepat beradaptasi dengan sepak bola Italia terutama taktik dan irama permainan AC Milan dan menjadi pemain reguler di skuad AC Milan yang dilatih Massimiliano Allegri.

Mark Van Bommel,Clarence Seedorf dan Luca Antonini memperkenalkan kostum baru AC Milan musim 2011/2012

Van Bommel berperan besar dalam kemenangan AC Milan 3-0 atas Napoli dan rival sekota Inter Milan. Ia menjadi starter dalam laga melawan Roma pada 7 Mei 2011 yang membawa AC Milan memastikan diri meraih Scudetto ke-18 pada musim 2010/2011.

Performanya yang menawan sebagai gelandang bertahan membuat AC Milan memperpanjang kontraknya untuk semusim berikutnya pada 17 Mei 2011. Perpanjangan kontrak ini sendiri memakan “korban” dilepasnya Andrea Pirlo ke Juventus.

Jelang bergulirnya Serie A Van Bommel membawa AC Milan meraih Juara Piala Super Italia pada 6 Agustus 2011 dengan menaklukkan tim sekotanya Inter Milan 2-1 di Beijing. Sepanjang musim 2011/2012 Van Bommel terus menjadi starter AC Milan baik di Serie A maupun di Champions League. Sayang Van Bommel gagal membawa AC Milan meraih gelar juara di Serie A maupun di Champions League.

Walau demikian AC Milan tetap ingin memperpanjang kontraknya semusim lagi, namun ditolak oleh Van Bommel yang ingin kembali ke Belanda untuk menutup karirnya sebagai pesepakbola bersama PSV Eindhoeven. Walau demikian Van Bommel sangat terkesan dengan pengalaman singkatnya di AC Milan.

Ketika diwawancarai Milan Channel jelang pertandingan terakhirnya bersama AC Milan, Mark Van Bommel tak dapat menahan haru dan meneteskan air matanya ketika mengungkapkan perasaannya tentang AC Milan.

“Saat datang kemari semua mengatakan kalau klub ini seperti keluarga. Sekarang saya harus bilang kalau semua itu benar. AC Milan memperlakukan saya seperti keluarga dan AC Milan akan tetap ada di hatiku” ucap Van Bommel sambil menyeka air matanya.

Dan pada pertandingan terakhir AC Milan di musim 2011/2012 menghadapi Novara di San Siro Van Bommel sampai meneteskan air mata haru ketika melambaikan tangannnya sebagai salam perpisahan kepada publik San Siro.

Jadi jelas mengapa tifosi dan manajemen serta pemain AC Milan menyambut hangat dan gegap gempita kedatangan Mark Van Bommel kembali ke San Siro. Akankah Mark Van Bommel akan kembali sebagai pelatih atau pengurus AC Milan suatu saat nanti?

Perjalanan waktu yang akan menjawabnya.

Bagikan: