MEDANSPORT.ID – MEDAN – Di babak 8 besar Flandy Limpele/Eng Hian berhadapan dengan Chong Tan Fook/Lee Wan Wah. Sayangnya langkah Flandy/Eng Hian terhenti setelah takluk dari pasangan Malaysia tersebut dengan straight set 10-15 dan 9-15.
Candra Wijaya/Tony Gunawan akhirnya menjadi satu – satunya pasangan ganda putra Indonesia yang berlaga di Semifinal sekaligus menjadi satu – satunya harapan Indonesia dari sektor ganda putra untuk meraih Medali Emas.Candra/Tony menghadapi laga berat menghadapi pasangan Korea Selatan yang menduduki peringkat 3 dunia Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon.
Dari 7 laga sebelumnya Candra/Tony unggul tipis 4-3 atas Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon. Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon sendiri sedikit di atas angin karena laga terakhir mereka di semifinal All England 2000, Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon sukses menaklukkan Candra Wijaya/Tony Gunawan dengan straight set 15-12 dan 15-5. Namun Candra/Tony tidak gentar dengan fakta tersebut dan siap menghadapi sang juara ganda putra All England 2000 tersebut.
Laga Semifinal antara Candra Wijaya/Tony Gunawan dengan Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon berlangsung ketat dan alot.Kedua pasangan tampil agresif dengan jual beli serangan yang menegangkan. Akhirnya Candra Wijaya/Tony Gunawan sukses menaklukkan Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon dengan straight set 15-13 dan 15-10 dan melangkah ke Final.
Di Final Candra Wijaya/Tony Gunawan berhadapan dengan pasangan Korea Selatan lainnya yang menduduki peringkat 2 dunia Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung. Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung maju ke Final setelah di Semifinal menaklukkan pasangan Malaysia Chong Tan Fook/Lee Wan Wah dengan rubber set 15-12,7-15 dan 15-4.
Candra Wijaya/Tony Gunawan menatap Final dengan optimisme tinggi. Ini dikarenakan mereka memiliki rekor pertemuan yang cukup dominan atas Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung. Dari 9 pertemuan sebelumnya Candra/Tony memenangkan 6 pertemuan. Namun pelatih Herry IP mengingatkan mereka untuk berhati – hati karena salah satu kekalahan Candra/Tony atas Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung terjadi di ajang multi event yaitu di Semifinal Asian Games 1998 yang digelar di Bangkok. Dan tentunya beban mental menghadapi Final Olimpiade jauh lebih berat daripada ajang multi event lainnya. Apalagi pada tahun 2000 Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung menaklukkan Candra/Tony di Semifinal Korea Open 2000.
Indonesia saat itu meloloskan Candra/Tony ,Hendrawan dan pasangan ganda campuran Tri Kusharjanto/Minarti Timur ke Final Olimpiade 2000. Ketiga wakil Indonesia yang berlaga di Semifinal ini tampil gemilang menaklukkan lawan – lawannya di Semifinal dan lolos ke Final.
Jum’at 22 September 2000 bertempat di Pavilion 3, Sydney Olympic Park berlangsunglah Final Ganda Putra Bulutangkis Olimpiade 2000. Publik Indonesia berharap besar Candra/Tony mampu mempersembahkan Medali Emas kepada Indonesia.
Candra/Tony memulai pertandingan dengan penampilan yang meyakinkan. Permainan mereka mampu merepotkan Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung. Dan akhirnya Candra./Tony sukses memenangkan set pertama ini dengan 15-10
Namun di set kedua Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung tampil lebih meyakinkan. Mereka sukses membuat Candra/Tony tak berkembang permainannya dan akhirnya sukses menaklukkan Candra/Tony 15-9.
Raut tegang terlihat di wajah para pengurus KONI dan PBSI serta para pendukung Indonesia yang duduk di tribun. Di jeda set ketiga pelatih Herry IP meminta Candra/Tony untuk tetap fokus pada laga dan mengambil inisiatif serangan serta memperkuat pertahanan mereka.
Candra/Tony menatap set ketiga dengan wajah “perang” dan tak terpengaruh dengan kekalahan di set kedua. Terbukti mereka tampil “garang” dan membuat Lee Dong Soo/Yoo Yong Sung tak berkutik. Tepuk tangan dan sorak sorai pendukung kian menambah semangat Candra/Tony. Akhirnya set ketiga dimenangkan oleh Candra/Tony secara meyakinkan menng dengan skor 15-7 sekaligus memastikan meraih Medali Emas untuk Indonesia.
Begitu pukulan tajam Candra Wijaya tidak mampu dikembalikan dengan sempurna oleh Yoo Yong Sung, meledaklah kegembiraan dan keharuan pada diri Candra Wijaya/Tony Gunawan. Keduanya mengepalkan tangan ke udara dan berpelukan dengan penuh kegembiraan dan keharuan bersama sang pelatih Herry IP serta pengurus PB.PBSI Hadi Nazri.
Di tribun pengurus PB PBSI dan KONI berpelukan dengan penuh kegembiraan dan keharuan. Para penonton juga bertepuk tangan dan bersorak sorai sambil membentangkan bendera Merah Putih dengan penuh kegembiraan.
Candra Wijaya dan Tony Gunawan maju ke podium Juara dengan membalutkan bendera Merah Putih berukuran besar ke tubuh mereka berdua yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari pendukung Indonesia di tribun.
Tepuk tangan penonton bergemuruh ketika Candra Wijaya/Tony Gunawan menerima kalungan Medali Emas dan karangan bunga. Air mata haru tak dapat ditahan Candra Wijaya dan Tony Gunawan dan para penonton yang hadir ketika bendera Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang sebagai penghormatan atas keberhasilan Candra Wijaya/Tony Gunawan meraih Medali Emas di Olimpiade Sydney 2000 ini.
Candra Wijaya/Tony Gunawan kemudian naik ke tribun dan mendapat ucapan selamat dari para pengurus KONI dan PBSI. Kemudian mereka juga mengitari tribun dan menyapa para pendukung Indonesia yang terus mendukung mereka sepanjang pertandingan.
Candra Wijaya/Tony Gunawan mempersembahkan Medali Emas yang mereka raih untuk seluruh rakyat Indonesia dan sebagai kado untuk peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-55 pada 17 Agustus 2000.
Sayangnya prestasi Candra Wijaya/Tony Gunawan gagal diikuti oleh pasangan ganda campuran Tri Kusharjanto/Minarti Timur yang tampil pada hari yang sama dan Hendrawan keesokan harinya tampil di Final Tunggal Putra. Tri Kusharjanto/Minarti Timur takluk rubber set 15-1,13-15 dan 11-15 dari pasangan China Zhang Jun/Gao Ling.
Hendrawan yang tampil di Final Tunggal Putra keesokan harinya takluk straight set 4-15 dan 13-15 dari pebulutangkis China Ji Xinpeng. Ini membuat ganda putra menjadi satu – satunya nomor bulutangkis yang menyumbangkan Medali Emas bagi kontingen Indonesia.
Di Olimpiade Sydney 2000 bulutangkis menyumbangkan 1 Medali Emas dan 2 Medali Perak untuk Indonesia. Bulutangkis menjadi satu – satunya cabang olahraga yang menyumbangkan Medali Emas untuk Indonesia di Olimpiade Sydney 2000 ini.
Selain bulutangkis, angkat besi menjadi cabang olahraga yang juga menyumbangkan medali untuk Indonesia lewat Raema Lisa Rumbewas (Medali Perak) serta Sri Indriyani dan Winarni (Medali Perunggu).
Torehan 1 Medali Emas, 3 Medali Perak dan 2 Medali Perunggu ini menghantarkan Indonesia duduk peringkat 38 klasemen akhir perolehan medali Olimpiade 2000 ini.
Itulah momen bersejarah ketika bulutangkis Indonesia meraih Medali Emas di Olimpiade Sydney 2000. Sebuah catatan kejayaan bulutangkis Indonesia di pentas Olimpiade.






