MEDANSPORT.ID-MEDAN-Belanda akan berhadapan dengan Inggris di pertandingan Semifinal Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Belanda dengan Inggris ini akan digelar pada Kamis, 11 Juli 2024, pukul 02.00 WIB di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman.

Belanda lolos ke babak Semifinal Euro 2024 setelah di babak 8 besar menaklukkan Turki 2-1.

Sedangkan Inggris lolos ke Semifinal Euro 2024 setelah di 8 besar menaklukkan Swiss 5-3 lewat drama adu penalti setelah di babak normal bermain imbang 1-1.

Dikutip dari berbagai sumber Timnas Belanda dan Inggris tercatat sudah pernah bertemu 22 kali di semua ajang. Dalam pertemuan tersebut Belanda unggul tipis head to head dengan 7 kemenangan. Sedangkan Inggris meraih 6 kemenangan dan 9 kali pertemuan berakhir imbang.

Dalam pertemuan terakhir mereka Belanda berhasil menaklukkan Inggris 3-1.

Momen itu terjadi di laga UEFA Nations League 2019 yang digelar pada 7 Juni 2019 di Estadio D. Afonso Henriques, Guimaraes. Pada pertandingan itu Belanda sukses menundukkan Inggris dengan skor 3-1.Gol kemenangan Belanda dicetak oleh Matthijs De Ligt, Quincy Promes dan gol bunuh diri Kyle Walker. Inggris hanya bisa membalas 1 gol melalui penalti Marcus Rashford.

Memphis Depay, Virgil Van Dijk, Denzel Dumfries, Steven Bergwijn, Daley Blind, Matthijs De Ligt, Stefan de Vrij, Nathan Ake dan Georginio Wijnaldum adalah bagian dari skuad Belanda ketika menaklukkan Inggris 3-1 pada tahun 2019 tersebut yang masih menjadi bagian dari skuad Belanda di Euro 2024 ini.

Sedangkan Jordan Pickford, Kyle Walker, Declan Rice, John Stones, Joe Gomez, Harry Kane dan Trent Alexander Arnold adalah bagian dari skuad Inggris ketika takluk dari Belanda pada 2019 lalu yang masih menjadi bagian dari skuad Inggris di Euro 2024 ini.

Dan yang lebih menarik lagi adalah pelatih Belanda dan Inggris di pertandingan UEFA Nations League 2019 tersebut masih sama dengan yang menangani kedua tim di Euro 2024 ini yaitu Ronald Koeman dan Gareth Southgate.

Belanda merupakan salah satu negara kekuatan sepakbola Eropa dan Dunia. Belanda adalah Juara Piala Eropa 1988 yang juga digelar di Jerman, Belanda juga pernah 3 kali menjadi Runner-up Piala Dunia tahun 1974, 1978, dan 2010. Tapi sudah lama Belanda tidak bersinar, terutama jika membahas Piala Eropa.

Sedangkan Inggris adalah Runner Up Piala Eropa 2020 lalu setelah di Final takluk dari Italia melalui drama adu penalti 3-2 setelah di babak normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 1-1. Inggris dan Belanda sudah 28 tahun tak berjumpa di turnamen besar. Di luar partai ujicoba dan UEFA Nations League kali terakhir kedua tim bertemu pada ajang resmi ialah di Euro 1996 lalu.

Pada Euro 1996 tersebut Inggris yang menjadi tuan rumah menaklukkan Belanda 4-1 di penyisihan grup. Gol kemenangan Inggris kala itu dicetak oleh Alan Shearer dan Teddy Sheringham yang masing – masing mencetak 2 gol. Gol balasan Belanda kala itu dicetak oleh Patrick Kluivert. Pelatih Inggris Gareth Southgate adalah salah satu pemain yang memperkuat Inggris kala itu.

Belanda sendiri sudah lama tidak bersinar di Piala Eropa.Ini adalah Semifinal Belanda pertama setelah terakhir lolos ke Semifinal pada Euro 2004. Setelah Euro 2004, Belanda seperti tim medioker di ajang Piala Eropa. Capaian terbaik mereka hanya menembus perempat final Euro 2008, babak 16 besar Euro 2020, dan kandas di fase penyisihan grup Euro 2012. Lebih mengenaskan lagi di Euro 2016 karena Belanda gagal lolos dari babak kualifikasi.

Inggris melaju ke Semifinal dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi karena berhasil mematahkan “kutukan” adu penalti” di Piala Eropa yang menghantui mereka sejak takluk dari Jerman lewat adu penalti di Semifinal Euro 1996. Kemenangan atas Swiss di babak 8 besar Euro 2024 lalu lewat drama adu penalti ibarat pelepas dahaga bagi Inggris yang kerap bermasalah dengan adu penalti.

Memang di Piala Dunia 2018 Inggris yang waktu itu juga dilatih oleh Gareth Southgate berhasil menaklukkan Kolombia di babak 8 besar melalui drama adu penalti. Namun di Euro 2020 lalu Inggris kembali takluk dalam drama adu penalti ketika ditaklukkan Italia di Final. Tentu kemenangan atas Swiss lewat adu penalti di babak 8 besar Euro 2024 lalu menjadi modal positif bagi skuad asuhan Gareth Southgate itu di laga melawan Belanda nanti.

Namun Inggris perlu waspada dengan memori yang juga terjadi di Piala Eropa 1996 lalu. Di babak 8 besar Inggris sukses menaklukkan Spanyol 4-2 lewat drama adu penalti. Tapi di Semifinal Inggris terjungkal di Semifinal setelah takluk dari Jerman lewat drama adu penalti. Bahkan penyebab kekalahan Inggris kala itu adalah karena eksekutor terakhir Inggris gagal mengeksekusi penalti ke gawang Jerman yang dikawal oleh Andreas Kopke. Sang eksekutor itu adalah Gareth Southgate yang kini menjadi pelatih Inggris.

Inggris mendapat tambahan kekuatan menjelang Semifinal menyusul kembalinya Marc Guehi dari hukuman akumulasi kartu kuning. Bek asal Crystal Palace itu, sebelumnya, absen saat Inggris mengalahkan Swiss pada babak perempat final dan posisinya digantikan oleh bek Aston Villa Ezri Konsa.

Kembalinya Guehi tentu menjadi kabar baik bagi tim asuhan Gareth Southgate mengingat sang pemain merupakan salah satu pilar penting di lini pertahanan Inggris.

Dikutip dari UEFA secara statistik, dia menjadi pemain dengan catatan ball recovery terbanyak (37 kali) dibanding pemain Inggris lainnya. Ia juga mencatatkan jumlah rata-rata tackle sukses terbanyak setiap pertandingannya (5 kali). Guehi tak hanya apik dalam bertahan, tetapi juga berperan penting dalam membangun serangan Inggris. Luke Shaw juga sudah mulai diturunkan walau masih sebagai pengganti ketika Inggris menaklukkan Swiss di babak 8 besar.

Belanda melaju ke Semifinal dengan trek positif. Belanda merupakan satu-satunya semifinalis yang lolos tanpa harus dipaksa memainkan extra time 2×15 menit. Lain halnya dengan Inggris, ketika mereka 2 kali lolos dari lubang jarum lewat cara dramatis melalui extra time dan adu penalti.

Belanda juga cukup percaya diri untuk melangkah ke Final sekaligus menjadi juara. Belanda yang lolos ke fase gugur setelah menduduki peringkat 3 terbaik di penyisihan grup mencoba mengikuti jejak Portugal di Euro 2016. Saat itu Portugal menduduki peringkat 3 Grup F di bawah Hungaria dan Islandia dan lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat 3 terbaik.

Bahkan di Euro 2016 Portugal adalah satu – satunya peringkat 3 yang menjadi Semifinalis. Dan ternyata Portugal yang akhirnya menjadi Juara Euro 2016. Saat ini Belanda satu – satunya semifinalis yang berstatus peringkat 3 terbaik di penyisihan grup. Tentu ini menjadi modal positif bagi Belanda untuk menghadapi Semifinal Euro 2024 ini.

Pelatih Belanda Ronald Koeman punya kenangan indah kala menghadapi Inggris ketika diruinya masih aktif sebagai pemain. Di Piala Eropa 1988 Ronald Koeman adalah sosok yang sukses mematikan pergerakan striker Inggris Gary Lineker ketika Belanda menaklukkan Jerman 3-1 di penyisihan grup yang digelar di Rheinstadion, Dusseldorf . Marco Van Basten menjadi bintang ketika Belanda menaklukkan Inggris 3-1 di Piala Eropa 1988 tersebut dengan hatriknya. Sang kakak Erwin Koeman juga turut menjadi bagian dari skuad Belanda yang menaklukkan Inggris di Euro 1988 tersebut dan kini Erwin Koeman adalah asisten dari Ronald Koeman.

Demikian juga ketika Ronald Koeman sebagai kapten tim bersama kakaknya Erwin Koeman memimpin rekan- rekannya menaklukkan Inggris 2-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 1994 pada 13 Oktober 1993 yang digelar di Stadion de Kuip, Rotterdam. Kemenangan ini sekaligus memastikan Belanda lolos ke Piala Dunia 1994 sedangkan Inggris gagal lolos ke Piala Dunia 1994.

Selain itu sepakbola Inggris bukanlah hal yang asing bagi Ronald Koeman karena dirinya pernah menjadi pelatih Southampton pada 2014-2016 dan Everton pada musim 2016/2017. Tentunya pola permainan Inggris bukan hal baru baginya.

Di lini depan striker Belanda yang bermain bersama Liverpool Cody Gakpo mulai menunjukkan kualitasnya sebagai seorang striker yang handal dengan torehan 3 golnya yang membuatnya kini bertengger sebagai salah satu topskor sementara Euro 2024 bersama Ivan Schranz (Slovakia), Georges Mikautadze (Georgia) dan Jamal Musiala (Jerman).

Seperti halnya di Piala Dunia 2022 lalu, Cody Gakpo muncul sebagai predator andalan Belanda untuk membobol pertahanan lawan. Apalagi Cody Gakpo sejak 2022 bermain di Liverpool. Tentunya dirinya sudah terbiasa menghadapi para penghuni lini belakang Inggris yang tampil di Euro 2024 ini. Menghadapi Inggris, Ronald Koeman akan berharap banyak pada ketajaman Gakpo. Apalagi Gakpo bukan hanya piawai mencetak gol tetapi juga piawai membuka membuka ruang bagi terciptanya gol. Momen ketika dirinya memberi umpan kepada Donyell Malen yang berujung gol kedua bagi Belanda ketika menghadapi Rumania di babak 16 besar. Demikian juga ketika aksinya berujung gol bunuh diri pemain Turki Mert Muldur ketika Belanda menaklukkan Turki 2-1 di babak 8 besar.

Walau demikian efektivitas serangan masih menjadi problem besar bagi skuad asuhan Ronald Koeman ini.

Ketika menghadapi Turki bintang – bintang Belanda seperti Cody Gakpo, Wout Weghorst, Xavi Simons, Memphis Depay, Stefan De Vrij dan Denzel Dumfries berulangkali menerobos pertahahan Turki namun penyelesaian akhir kerap bermasalah. Tentu ini menjadi problem besar bagi skuad asuhan Ronald Koeman itu kala menghadapi Inggris.

Donyell Malen juga muncul sebagai senjata baru Belanda untuk menggedor pertahanan lawan. Di pertandingan melawan Austria Malen memang sempat membuat gol bunuh diri namun secara umum penampilannya cukup baik. Di pertandingan melawan Rumania striker Borussia Dortmund ini justru tampil trengginas dengan mencetak 2 gol setelah masuk menggantikan Steven Bergwijn. Malen kini bahkan tercatat sebagai pencetak gol terbanyak kedua Belanda setelah Cody Gakpo. Selain itu Wout Weghorst juga tak boleh diremehkan karena kemapuannya memecah kebuntuan serangan.

Trio lini tengah Belanda Xavi Simons, Tijjani Reijnders dan Jerdy Schouten akan menjadi andalan untuk meredam kreativitas bintang – bintang Inggris seperti Declan Rice, Phil Foden dan Jude Bellingham. Kala lini tengah mandek maka gelandang PSV Eindhoeven Joey Veerman siap untuk menggebrak seperti yang diperlihatkankannya ketika masuk di babak kedua menggantikan gelandang AC Milan berdarah Indonesia Tijjani Reijnders.

Lini belakang Belanda yang sebelumnya keropos ketika menghadapi Austria tampil kokoh ketika melawan Rumania dan Turki. Denzel Dumfries sebagai bek kanan bersama Nathan Ake sebagai bek kiri mengapit duet centre back Virgil Van Dijk dan Stefan De Vrij terbukti tampil cukup baik dibanding memainkan Nathan Ake, Virgil Van Dijk dan Stefan De Vrij sebagai trio centre back. Bahkan bek Tottenham Hotspur Micky Van De Ven juga tampil trengginas ketika bermain sebagai pengganti Nathan Ake di babak kedua ketika melawan Rumania dan Turki.

Belanda memiliki modal positif untuk menghadapi Inggris di Semifinal nanti. Beberapa pemain yang menjadi starter dan tampil sebagai pengganti berkiprah di Inggris. Tentu mereka sudah cukup faham pola permainan yang akan diperagakan Inggris karena mereka sudah sering beretemu bahkan beberapa pemain penting Inggris adalah rekan setim mereka di klub. Pemain – pemain tersebut adalah : Bart Verbrugen (Brighton & Hove Albion FC), Virgil Van Dijk (Liverpool), Nathan Ake (Manchester City), Cody Gakpo (Liverpool), Wout Weghorst (Burnley) dan Micky Van De Ven (Tootenham Hotspur).

Laga Semifinal ini juga akan menarik karena ada sosok yang sangat mengenal sepakbola Belanda dalam skuad Inggris. Sosok itu adalah sang asisten pelatih Inggris yang juga mantan bintang Timnas Belanda yaitu Jerrel Hasselbaink.

Hasselbaink adalah striker yang pernah memperkuat Timnas Belanda periode 1998 – 2002 dengan catatan 23 penampilan dan torehan 9 gol untuk Timnas Belanda. Sejak Maret 2023 Hasselbaink ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Inggris atas rekomendasi langsung dari Gareth Southgate. Gareth Southgate sangat mengenal Hasselbaink dan kebetulan keduanya bersahabat baik ketika keduanya bermain bersama di Middlesbrough pada 2004 – 2006.

Kehadiran Hasselbaink terasa memberi dampak positif bagi skuad Inggris di Euro 2024 ini. Salah satu dampak positif yang ditularkan oleh Hasselbaink adalah kesiapan mental para pemain Inggris menghadapi adu penalti ketika menghadapi Swiss di babak 8 besar setelah sebelumya selalu kalah dalam adu penalti. Selama karirnya di Inggris bersama Chelsea dan Middlesbrough Hasselbaink sukses mengeksekusi 14 dari 15 kali tendangan penalti yang diekesekusinya.

Hal ini bahkan dibenarkan oleh bintang Inggris Jude Bellingham. Bintang Real madrid itu dengan tegas mengakui bahwa masukan – masukan Hasselbaink sangat berarti bagi dirinya dan rekan – rekannya dalam menghadapi adu penalti. Apalagi bagi Bellingham itu adalah pertama kalinya dirinya terlibat dalam adu penalti. Hasilnya 5 eksekutor Inggris sukses melaksanakan tugasnya ketika menghadapi drama adu penalti melawan Swiss di babak 8 besar.

Dan kini Hasselbaink akan membantu Southgate untuk merancang strategi bagi Timnas Inggris untuk menaklukkan negaranya Belanda di laga Semifinal nanti.Menarik menyaksikan momen emosional ini di laga Semifinal nanti. Pertandingan saya prediksi akan berjalan menarik karena kedua tim memiliki karakter permainan impresif dengan serangan gencar dan permainan cepat dengan presing tinggi. Belanda akan mencoba menunjukkan kualitasnya sebagai calon Juara Piala Eropa sekaligus salah satu kekuatan sepakbola Eropa dan Dunia.

Sedangkan Inggris akan berusaha untuk membuktikan bahwa mereka juga tim yang tidak bisa dipandang remeh di Euro 2024 ini.Bahkan Inggris ingin menjawab kritikan pedas yang kerap mereka terima sejak babak penyisihan grup. Walau demikian saya memprediksi Belanda akan lebih unggul atas Inggris di laga Semifinal ini sekaligus melangkah ke Final.

Namun jika laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti maka Belanda bisa dalam bahaya karena Belanda memiliki catatan buruk dalam menghadapi drama adu penalti. Masih segar dalam ingatan kekalahan menyakitkan Belanda atas Argentina dalam drama adu penalti di babak 8 besar Piala Dunia 2022 lalu.

Sedangkan Inggris sudah membuktikan mampu melewati babak perpanjangan waktu ketika melawan Slovakia di babak 16 besar dan melewati drama adu penalti ketika menghadapi Swiss di babak 8 besar dengan hasil kemenangan.Tentu ini akan menjadi modal postif bagi Inggris ketika laga melawan Belanda di semifinal nanti.

Bagikan: