MEDANSPORT.ID-MEDAN-Belanda akan berhadapan dengan Rumania di pertandingan babak 16 Besar Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Belanda dengan Rumania ini akan digelar pada Selasa, 2 Juli 2024, pukul 23.00 WIB di Allianz Arena, Munchen, Jerman.
Rumania lolos ke babak 16 besar Euro 2024 sebagai Juara Grup E. Rumania lolos usai menang 3-0 atas Ukraina, takluk 0-2 dari Belgia dan imbang 1-1 dengan Slovakia. Belanda lolos ke babak 16 besar Euro 2024 sebagai peringkat 3 terbaik setelah menduduki peringkat 3 Grup D di bawah Austria dan Prancis.
Belanda lolos setelah menang 2-1 dari Polandia, imbang 0-0 dengan Prancis dan di laga terakhir takluk 2-3 dari Austria.
Dikutip dari berbagai sumber Timnas Belanda dan Rumania tercatat sudah pernah bertemu 14 kali di semua ajang. Dalam pertemuan tersebut Belanda unggul head to head dengan 10 kemenangan. Sedangkan Rumania hanya meraih 1 kemenangan dan 3 kali pertemuan berakhir imbang.
Salah satu kemenangan Belanda atas Rumania terjadi ketika putaran final Euro 2008. Saat itu kedua tim berjumpa di laga terakhir Grup C. Saat itu Timnas Belanda menang 2-0, lewat gol yang dilesakkan Robin Van Persie dan Klaas-Jan Huntelar.
Laga tersebut jadi hasil pahit bagi Rumania. Ketika itu Rumania sebenarnya memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur, jika mampu mengalahkan Belanda. Kekalahan itu lantas membuat Rumania turun ke peringkat 3 dan gagal lolos karena di saat bersamaan Italia menang 2-0 atas Prancis. Akhirnya Italia yang naik ke peringkat kedua dan lolos ke fase gugur mendampingi Belanda.
Pertemuan terakhir Belanda dengan Rumania terjadi ketika laga uji coba pada 15 November 2017 di Arena Nationalia Bucharest Rumania. Ketika itu Belanda menang 3-0 lewat gol yang dilesakkan Memphis Depay, Ryan Babel, dan Luuk de Jong.
Meski unggul rekor pertemuan, akan tetapi catatan statistik Rumania dan Belanda di Euro 2024 agaknya tak berbeda jauh. Kedua tim saat ini sama-sama merebut 1 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kalah. Kedua tim juga sama-sama mencetak 4 gol.
Sedikit perbedaan, Rumania lebih baik dari sisi jumlah kebobolan. Sampai saat ini Rumania baru kebobolan 3 kali.
Sementara gawang Timnas Belanda yang didukung bek berkelas dunia seperti Virgil Van Dijk, Nathan Ake dan Stefan De Vrij, justru sudah kemasukan 4 kali. Tiga gol diantaranya terjadi saat mereka kalah 2-3 dari Austria di laga terakhir babak penyisihan grup.Kondisi ini yang membuat publik geleng – geleng kepala karena diperkuat bek kelas dunia namun pertahanan Belanda begitu keropos.
Dikutip dari UEFA,dalam hal penguasaan bola alias ball possession, Belanda sedikit unggul. Belanda mencatat rata-rata 53 persen penguasaan bola, dengan akurasi umpan 88 persen. Sementara Rumania memiliki 41 persen ball possession, dengan akurasi 77 persen.
Kendati kurang dominan dalam permainan di atas lapangan, Timnas Rumania punya tingkat efektivitas yang baik. Mereka tidak terlampau sering menguasai bola, tapi mampu melepaskan 32 tembakan (14 on target). Sementara Belanda melepaskan 39 tembakan (10 on target).
Dari sisi serangan, Timnas Belanda masih mengandalkan striker Liverpool Cody Gakpo sebagai striker. Gakpo sampai saat ini sudah mengemas 2 gol. Gakpo selalu dipercaya dalam 3 laga fase grup. Ia berhasil melepaskan 7 shot (4 on target), tertinggi diantara striker belanda saat ini.
Catatan Gakpo ini menjawab tantangan Belanda, yang disebut mulai kehabisan striker tajam dan trengginas seiring mundurnya Robin Van Persie, Klaas-Jan Huntelar, Wesley Sneijder dan Arjen Robben.
Catatan gol Timnas Rumania paling banyak disumbangkan Razvan Marin. Gelandang Cagliari tersebut sudah 2 kali membobol gawang lawan, dengan 1 di antaranya dari eksekusi penalti. Marin juga punya catatan 6 shot (3 tepat sasaran), jadi tertinggi diantara pemain Rumania.
Pertandingan Rumania dengan Belanda ini juga akan menjadi adu ketangkasan dan ketangguhan kiper kedua tim. Rumania mengandalkan Florin Nita yang sudah melakukan 13 penyelamatan, termasuk 7 penyelamatan terjadi saat Rumania mengalahkan Belgia 2-0. Sebaliknya Belanda mengandalkan kiper Brighton Brighton & Hove Albion FC Bart Verbruggen, yang kini sudah melakukan 12 penyelamatan.
Timnas Belanda harus hati-hati terhadap Rumania yang mempunyai serangan balik cepat. Belanda harus meniru cara Belgia ketika sukses meredam permainan Rumania kala itu dengan menang 2-0. Pelatih Belgia Domenico Tedesco ketika itu mengatakan kunci kemenangan timnya atas Rumania adalah mengatur tempo permainan.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman pasti sudah paham, anak – anak asuh Edward Iordanescu tidak boleh diberi kesempatan untuk mengembangkan permainannya apalagi memainkan serangan dengan tempo tinggi. Tim asuhan Ronald Koeman juga disorot karena disorganisasi di lini tengah. Dan terakhir, mereka dikuliti habis oleh penggemar karena manuver yang tidak efektif dan tumpul kala menekan lawan.Tentu ini menjadi catatan yang harus segera ditemukan jawabannya oleh Ronald Koeman saat mengahadapi Rumania nanti.
Ada baiknya Ronald Koeman melakukan perombakan pemain ketika menghadapi Rumania nanti. Di lini pertahanan Koeman perlu mengevaluasi pola trio centre back yang terbukti keropos saat menghadapi Austria. Denzel Dumfries perlu kembali dimainkan sebagai bek kanan bersama Nathan Ake sebagai bek kiri mengapit duet centre back Virgil Van Dijk dan Stefan De Vrij.Pola ini terbukti cukup baik ketika Belanda berhadapan dengan Polandia dan Prancis.
Di lini tengah Joey Veerman perlu ditinjau ulang untuk dimainkan kerena penampilan buruknya kala menghadapi Austria. Bintang PSV Eindhoeven Jerdy Schouten kembali bermitra dengan bintang AC Milan berdarah Indonesia Tijjani Reijnders sebagai poros ganda di lini tengah.
Xavi Simons bisa kembali tampil sebagai starter untuk membentuk triumvirat bersama dua sayap, Cody Gakpo di kiri dan Jeremy Frimpong di kanan, yang menopang striker utama Memphis Depay. Namun tidak ada salahnya juga Ronald Koeman mempertimbangkan untuk memainkan Wout Weghorst sebagai starter di laga “hidup mati” ini karena performanya yang meyakinkan walau masuk sebagai pengganti selama penyisihan grup.
Rumania sendiri menghadapi masalah besar saat menghadapi Belanda di 16 besar ini. Masalah tersebut adalah absennya bek kiri Nicușor Bancu karena akumulasi kartu kuning. Padahal, Bancu adalah pilihan utama di posisi tersebut. Bancu menerikam 2 kartu kuning kerika melawan Belgia dan Slovakia.
Sebagai pengganti, Iordănescu bisa memilih pemain serba bisa seperti Deian Sorescu. Selain itu juga ada opsi memainkan Vasile Mogos.
Pemain lain seperti Florin Niță, Radu Drăgușin, dan Răzvan Marin diprediksi juga akan main sejak menit awal. Demikian halnya dengan kapten Nicolae Stanciu yang menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah.
Andrei Ratiu tetap tampil sebagai bek kanan, sedangkan dua palang pintu Andrei Burca dan Radu Dragusin tetap melindungi kiper Florin Nita. Marius Marin akan menjadi poros tunggal yang menjadi penghubung utama antara lini depan dan belakang.
Di depan Marius Marin berdiri kuartet gelandang Florinel Coman, Nicolae Stanciu, Razpal Marin dan Ianus Hagi, yang akan aktif membantu ujung tombak Denis Dragus sekaligus mengisi ruang kosong di pertahanan lawan yang diciptakan oleh aksi Dragus.
Rumania wajib mewaspadai efektivitas penyerang Belanda yang dikenal tajam saat berada di depan gawang. Apalagi kreativitas lini tengah tim Belanda juga berpotensi merepotkan pertahanan Rumania.
Sedangkan Belanda perlu membuat banyak variasi serangan untuk membongkar ketatnya lini belakng Rumania yang berpotensi merepotkan para penyerang Belanda.
Pertandingan saya prediksi akan berjalan menarik dengan adanya aksi perang terbuka diantara kedua tim dalam membangun serangan. Kedua tim tentu akan berusaha mengambil inisiatif menyerang dalam laga ini. Namun kematangan pemain – pemain Belanda dalam menghadapi fase gugur lebih teruji dibandingkan para pemain Rumania. Saya secara pribadi melihat Belanda akan unggul atas Rumania di babak 16 besar ini sekaligus melangkah ke babak 8 besar.
Namun jika pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti maka Belanda yang bakal “ketar ketir’ karena buruknya catatan Belanda ketika menghadapi drama adu penalti. Terbaru adalah ketika Belanda tersingkir di 8 Besar Piala Dunia 2022 lalu di Qatar setelah kalah dalam drama adu penalti menghadapi Argentina.
