MEDANSPORT.ID – MEDAN – Tahun 1996 adalah terakhir kali Piala Thomas dan Uber berhasil direbut secara bersamaan oleh pebulutangkis kebanggan nusantara. Tahun itu pelaksanaan digelar di Hongkong.

Di final Tim Uber Cup Indonesia menaklukkan China dengan skor 4-1. Sedangkan Tim Thomas Cup Indonesia menghempaskan Denmark skor 5-0. Prestasi ini mengulangi peristiwa serupa pada 1975 serta 1994.

Tunggal pertama Tim Thomas Cup Indonesia Joko Suprianto dan Tunggal pertama Tim Uber Cup Indonesia Susy Susanti membawa Piala Thomas dan Uber dalam acara penyambutan setibanya di Bandara Soekarno Hatta setelah sukses merebut piala kebanggaan dunia pada 1996 di Hongkong.

Sayangnya Indonesi gagal menyandingkan Thomas dan Uber Cup seperti 1975, 1994 dan 1996. Di final Thomas Cup 98 Indonesia sukses menjadi juara setelah melibas Malaysia 3-2. Sedangkan Tim Uber Cup Indonesia takluk 1-4 Dari RRC.

Yang unik pada 1998 ini Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia dilepas Presiden Soeharto. Namun ketika tiba di tanah air disambut oleh Presiden BJ Habibie.

Presiden Soeharto memberi sambutan dalam penyambutan Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia pada 1996 di Istana Negara.

Mengenang itu pula penulis masih ingat di memori atas peristiwa bersejarah 28 tahun lalu. Sepanjang Sejarah Indonesia sudah 14 kali juara Thomas Cup dan 3 kali juara Uber Cup.

Tunggal kedua Indonesia Hariyanto Arbi dibopong usai memastikan Indonesia menjadi Juara Thomas Cup 1996 setelah menaklukkan tunggal kedua Denmark Thomas Stuer Lauridsen.

Semoga gelar juara Thomas Cup untuk ke – 15 kali dan Uber Cup untuk ke – 4 kali bisa diraih Indonesia. Terakhir kali sebelum 2024 ini Tim Thomas dan Uber Cup Indonesia sama-sama masuk final pada 1998 di Hongkong.

Kegembiraan Susy Susanti dan Finarsih bersama ofisial Tim Indonesia Soemaryono merayakan kesuksesan Indonesia meraih Uber Cup 1996.

Dan semoga pula, hari ini, Minggu (5/5/2024), baik Tim Thomas Cup dan Uber Cup Indonesia bisa kembali mempersandingkan keduanya untuk ke – 4 kalinya. Dan sekaligus membawa pulang kembali piala supremasi tertinggi tim beregu dunia ini. (***)

Bagikan: