MEDANSPORT.ID- MEDAN- Julukan sebagai Persatuan Sepakbola Main Seri sempat disematkan kepada PSMS Medan.
Beruntung, julukan bak sebuah kutukan bagi tim penuh sejarah itu akhirnya terhapus juga.
Itu tak lama setelah skuad Ayam Kinantan julukan lain PSMS, berhasil menaklukan Sada Sumut 2-1 pada lanjutan liga 2 putaran kedua yang berlangsung di Stadion Teladan Medan, Sabtu (11/11/2023) sore kemarin.
Setelah dua lawatannya menghadapi PSPS Pekanbaru dan Semen Padang bermain imbang, teranyar PSMS Medan juga harus rela berbagi poin dari tamunya Sriwijaya FC.
Di tengah tekanan rentetan hasil imbang itu, sang arsitek Miftahuddin yang hadir melanjutkan tongkat estafet kepelatihan Ridwan Saragih akhirnya membuktikan ke publik dengan menumbangkan Sada Sumut di depan publik setianya.
Dua gol PSMS Medan pada laga itu tercipta dari tendangan spektakuler jarak jauh yang dilesakkan Fardan Harahap dua menit setelah pluit di tiupkan sang pengadil lapangan.
Sementara gol kedua PSMS disumbangkan pemain asing debutannya Jose Valencia, pada menit 51.
Adapun gol hiburan Sada Sumut diciptakan kapten mereka Aidun Sastra pada menit 38.
Miftahudin Mukson tak lupa mengucap syukur atas hasil itu. Menurutnya, kemenangan itu berkat kerja keras pemain dan dukungan suporter yang hadir di Stadion Teladan dan masyarakat pencinta PSMS Medan.
Miftah sapaan akrabnya itu tak melarang anak asuhnya untuk merayakan kemenangan, namun dirinya berpesan agar kemenangan itu tak membuat mereka menjadi lengah. Mengingat, perjuangan menembus babak 12 besar masih cukup panjang.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dukungan dan support-nya. Tapi jangan sampai kemenangan ini kita jadi lengah! Pemain silahkan bereuforia, tetapi saya tetap bekerja, evaluasi untuk ke depan juga,” ujarnya di hadapan awak media usai pertandingan.
*Ungkap Rahasia Kemenangan dari Sada
Miftah juga membuka rahasia kemenangan timnya sore itu. Dirinya mengaku berani mengambil risiko dengan memasukkan lima pemain baru termasuk dua pemain asing sebagai starter.
Guntur Triaji, Munadi, dan Sandeni Sidabutar dipasang sebagai starter di laga debut tersebut.
Sempat unggul lewat gol sepakan jarak jauh Fardan Harahap saat laga baru berjalan dua menit, namun selanjutnya PSMS gagal memperbesar keunggulan dan malah kebobolan menit ke-38.
Menurut Miftah, hal itu terjadi lantaran taktikal yang tak berjalan.
“Pasti masalah evaluasi, makanya saat taktikal di babak pertama tidak berjalan, saya berusaha berikan informasi dari pinggir lapangan supaya bisa. Karena kalau saya terlalu buru-buru pergantian, juga akan merugikan bagi tim kan,” katanya.
Strategi memasukkan dua pemain pengganti, Ichsan Pratama dan Ikhsan Chan, mengganti Ridho Syuhada dan Sandeni Sidabutar di awal babak kedua berbuah manis. Satu gol membuat PSMS kembali unggul.
“Akhirnya di babak kedua saya melakukan perubahan taktik dan Alhamdulillah bisa menghasilkan gol. Artinya di situ sudah menjadi wacana evaluasi tim ini harus tetap berjalan,” katanya.
Sadar akan kelemahan tersebut, Miftah menyasar pada penambahan pemain baru. Menurutnya, kehadiran seorang pemain lagi diyakini membuat PSMS Medan akan lebih baik di pertandingan mendatang.
“Masih ada slot satu pemain lagi, kita upayakan supaya tim ini bisa lebih baik lagi,” katanya.
Di sisi lain, pelatih berpangkat Mayor CPM itu juga mengapresiasi performa dua pemain asing PSMS Medan, bek Gisu-Kim (Kim Ki-Su) dan penyerang Jose Valencia.
Bahkan, Miftah berani menyebut dua pemain asing PSMS itu merupakan rekrutan terbaik PSMS musim ini.
“Pemain asing saya kira bagus, adaptasi cepat sekali. Saya kira pembelian paling berhasil bagi PSMS Medan, yang lain menyesuaikan. Di Liga 2 pemain asing mengangkat tim, tim ini akan progres bagus,” ucapnya.
Miftah kembali bersyukur, kendati dia menyebut kemenangan PSMS tersebut diraih dengan catatan.
“Saya hanya bisa bersyukur, kemenangan dengan catatan, dan catatan itu adalah bahan evaluasi yang bagus untuk ke depan,” ungkapnya.
Sementara, Sandeni Sidabutar yang pada laga itu melakoni debut di PSMS Medan menyebutkan jika kunci kemenangan timnya yakni kepercayaan antar pemain dan kebersamaan kendati beberapa di antaranya baru bergabung termasuk dirinya.
“Dari kami pemain yang paling penting itu kami tanamkan adalah kepercayaan antara satu dengan yang lain. Itu kunci yang diberikan oleh manajemen, pelatih, kami terapkan, ya. Hasil yang baik bisa kita dapat ya karena kebersamaan kita semua,” kata dia. (*)





