MEDANSPORT.ID – MEDAN – Namun, kencangnya opini para penggila bola di Tanah Air yang meminta agar nama Marzuki ikut disertakan, membuat pelatih timnas kala itu, Sinyo Aliandoe, merevisi keputusannya.

Marzuki akhirnya baru bergabung dengan skuad timnas, hanya satu bulan sebelum turnamen. Keputusan ini terbilang cukup tepat. Kolaborasi Marzuki, Herry Kiswanto, dan Warta Kusuma, membuat tumpul para penyerang Thailand, India dan Bangladesh.
Bahkan mereka nyaris lolos ke putaran akhir Pra Piala Dunia 1986 Zona AFC.

Sayang langkah mereka dijegal Korea Selatan di putaran kedua Zona B AFC Marzuki juga dipanggil memperkuat Timnas yang tampil di Asian Games 1986 di Seoul di bawah asuhan Bertje Matulapelwa dan Sarman Panggabean.

Pada momen ini dia bereuni lagi dengan rekan seangkatannya di PSMS Medan seperti Ricky Yacob, Jaya Hartono, Patar Tambunan dan Sutrisno serta dengan senior – seniornya di PSMS yaitu Ponirin Meka, Sumardi, Zulkarnaen Lubis dan Abdul Rahman Gurning.

Reuni duet Centre Back PSMS 1983 Sunardi A dan Marzuki Nyakmad tahun 2019

Mereka menjadi pilar penting yang membawa Timnas lolos sampai Semifinal meski kemudian kalah dari Korea Selatan. Di Asian Games 1986 ini pula Marzuki Nyakmad kian menunjukkan kematangannya ketika mengawal lini belakang Timnas. Dirinya tampil lugas dan kokoh baik ketika berduet dengan Abdul Rahman Gurning maupun dengan Robby Darwis.

Pada tahun 1987 nama Marzuki makin moncer sebagai seorang stopper. Salah satu aksinya pada tahun 1987 ini yang moncer adalah ketika dirinya mampu mengawal pergerakakan bintang PSV Eindhoeven yang juga superstar sepakbola Belanda Ruud Gullit ketika Timnas bertanding melawan PSV di Jakarta dalam pertandingan ujicoba yang berakhir imbang 3-3.

Di tahun 1987 ini pula Marzuki Nyakmad menjadi salah satu bintang yang sukses membawa Timnas Indonesia menjadi Juara Piala Kemerdekaan 1987 setelah di Final menaklukkan Aljazair 2-1.

Bagikan: