Pada tahun 1987 ini pula Marzuki Nyakmad bersama anak – anak Medan lain seperti Ponirin Meka, Jaya Hartono, Azhari Rangkuti, Patar Tambunan, Ricky Yacob dan Sutrisno adalah pilar-pilar utama yang berhasil mengantarkan Timnas Indonesia di bawah asuhan Bertje Matulapelwa dan Sarman Panggabean pertama kali meraih medali emas SEA Games 1987 di Jakarta setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di Final.

Kemenangan ini disambut hangat oleh seluruh masyarakat Indonesia karena menjadi pelengkap kesuksesan Indonesia yang menjadi Juara Umum SEA Games 1987 selain merupakan Medali Emas pertama sepakbola Indonesia di SEA Games sejak Indonesia pertama kali berpartisipasi di SEA Games pada 1977.

Aksi Marzuki Nyakmad menghadang bintang PSV Eindhoeven Ruud Gullit ketika Timnas Indonesia bertanding dengan PSV Eindhoeven tahun 1987 yang berakhir imbang 3-3

Tidak lama sesudah Pra Piala Dunia 1986 Zona AFC usai pada Juli 1985, Marzuki Nyakmad pindah dari PSMS ke Persija. Di klub ibukota ini Marzuki Nyakmad tampil hingga Liga Indonesia III musim 1996/1997. Bersama Persija,Marzuki Nyakmad turut membawa Persija menjadi Runner Up Divisi Utama Perserikatan PSSI 1987/1988.

Seusai Liga Indonesia III pada 1997, Marzuki Nyakmad menyatakan mundur dari sepakbola dan fokus menjalani karirnya di salah satu bank BUMN hingga akhirnya pensiun.

Kini Marzuki Nyakmad mengisi hari – harinya dengan kegiatan bersama komunitas mantan pesepakbola Nasional. Dan dirinyapun cukup sering berkunjung ke Medan untuk bersilaturahmi dengan rekan – rekan dan seniornya di PSMS Medan termasuk memperkuat Mantan PSMS dalam laga – laga amal maupun laga – laga persahabatan.(***)

Bagikan: