Ternyata Reijnders tiidak “silau” dengan “uang” plus fasilitas “wah” yang ditawarkan. Sejak pertama kali AC Milan menawarkan kontrak kepadanya hatinya sudah mantap memilih AC Milan untuk klub barunya. Dengan tegas dia tolak tawaran West Ham dan Barcelona serta Newcastle dan Everton yang belakangan juga nimbrung.

Bahkan untuk memuluskan transfernya dia rela melepaskan 3 Juta Euro dari komisi yang harusnya diterimanya dari Alkmaar dalam transfer ini. Ternyata sejak kecil Reijnders sudah terkesima dengan “kharisma” AC Milan.Sejak kecil ayahnya yang juga pesepakbola Belanda Martin Reijnders selalu memutar video video pertandingan AC Milan di era Trio Belanda (Gullit, Van Basten, Rijkaard) yang legendaris.

Melihat video itu Reijnders kecil tegas berkata di hatinya “Suatu saat aku harus main di AC Milan dan sukses bersama AC Milan” dan ditambah lagi Pelatih AC Milan Stefano Pioli yang intens menghubunginya dan berharap Reijnders menjadi bagian dari AC Milan.

Reijnders sadar AC Milan sekarang bukanlah AC Milan era Silvio Berlusconi yang berlimpah uang dan kemewahan. AC Milan baru lolos Financial Fair Play UEFA tahun ini sehingga tidak bisa menggelontorkan dana dalam jumlah besar. Namun bagi Reijnders AC Milan adalah “cinta pertama” di luar Belanda. AC Milan punya “kharisma” dan AC Milan punya “ikatan bathin” kuat dengan pesepakbola Belanda.

Gullit,Van Basten dan Rijkaard adalah “idola” yang tak tergantikan di hatinya dan untuk itulah dia harus berada di AC Milan.Demikian juga dengan seniornya dari Belanda Clarence Seedorf yang juga menjadi Legenda AC Milan dengan segudang prestasinya untuk AC Milan.

Dan akhirnya pada 19 Juli 2023 Tijjani Reijnders resmi dikontrak AC Milan dan menjadi pesepakbola Belanda ke-17 yang memperkuat AC Milan.Bahkan dengan bangga dia berfoto di depan gambar Trio Belanda di markas AC Milan seusai dia teken kontrak seraya berkata “Aku ingin seperti mereka di AC Milan”.

Ternyata pilihan “bermain di klub dengan hati” masih ada di era sepakbola modern dan profesional ini dan bukan uang dengan jumlah teramat besar yang selalu jadi patokan dalam memilih sebuah klub.

Dan pada 28 Juli 2023 Reijnders memulai debutnya sebagai starter ketika memperkuat AC Milan melawan Juventus dalam laga pramusim bertajuk “Soccer Champions Tour” yang digelar di Dignity Health Sport Park AS. Sebelumnya Reijnders tampil sebagai pengganti ketika AC Milan melawan Real Madrid.

Walau AC Milan kalah dari Juventus lewat adu penalti tapi Reijnders yang tampil selama 58 menit mendapat pujian dari situs Sofascore.Reijnders tampil apik dalam menghalau serangan lawan dan membantu serangan. Bahkan 2 umpan briliannya nyaris menjadi gol andaikata Olivier Giroud lebih siap menerima umpan tersebut.Total 30 umpan brilian dia lepaskan dengan akurasi sampai 83%.

Tidak berlebihan jika beberapa media menyebut Tijjani Reijnders bakal menjadi maestro baru lini tengah AC Milan.Bahkan kemampuannya sebagai gelandang box to box mengingatkan publik kepada seniornya asal Belanda yang juga Legenda AC Milan Frank Rijkaard. Reijnders mulai memperlihatkan dirinya siap memberikan “hati dan
spirit” miliknya untuk mengangkat kebesaran AC Milan. (***)

Bagikan: