Keberhasilan skuad PSMS Jr ini disambut meriah oleh masyarakat dan pecinta PSMS baik di Jakarta mau pun di Medan. Salah satu sosok yang menyambut gembira keberhasilan ini adalah petinggi Polri Jenderal (Pol) Hoegeng. Hoegeng dalam beberapa literatur menyebutkan saat itu bertugas di Medan.
Dalam literasi juga disebutkan bahwa Hoegeng ketika itu bertugas di Medan pada era 50-an dekat dengan PSMS. Pada 10 September 1967 PSMS sukses meraih Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI 1967 setelah di Final mengalahkan Persib 2-0.
Ini adalah pertama kalinya PSMS menjadi Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI sejak berdiri pada 21 April 1950. Kesuksesan ini disambut meriah oleh pendukung PSMS yang berada di Jakarta.Salah satu tokoh yang memberikan penghormatan atas prestasi PSMS ini yaitu Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian RI (Kapolri) yaitu Jenderal Pol.Soetjipto Joedodihardjo.
Cukup unik sambutan dari Kapolri ini mengingat Beliau bukan orang Medan dan Sumut serta dalam riwayat jabatannya tidak pernah bertugas di Sumut.Ternyata fihak Polri memiliki hubungan bathin yang kuat dengan PSMS karena salah satu klub pendiri PSMS adalah PO.Polisi (POP).

Inilah bukti hubungan bathin yang kuat antara PSMS dan Polri. Jadi sebelum Bhayangkara FC lahir, PSMS adalah klub sepakbola yang secara historis punya ikatan bathin yang kuat dengan Polri. Di momen HUT Bhayangkara ini momen itu kembali saya ungkap.
Di era 90-an ini pula 2 perwira Polri berkibar bersama PSMS yaitu Ainus dan Tigor Pangaribuan. Dan salah satu pelatih yang sukses melatih PSMS era akhir 80-an serta awal 90-an adalah perwira Polri yaitu alm Suryanto Herman.





