MEDANSPORT.ID – MEDAN – Dunia sepakbola kembali berduka atas wafatnya salah satu Legenda Sepakbola asal Serbia Sinisa Mihajlovic. Sosok bek yang terkenal dengan tendangan bebas mautnya itu lahir 20 Februari 1969 di Vukovar Yugoslavia dan wafat 16 Desember 2022 di Roma.
Indra Efendi Rangkuti yang merupakan pemerhati Olahraga Sumut turut berucap duka lewat postingannya, Sabtu (17/12/2022). Kata Indra Efendi Rangkuti yang juga menjadi Staf Tax Centre USU ini mengaku sepanjang karirnya Mihajlovic pernah membela Red Star Beograd, AS Roma, Sampdoria, Lazio dan Inter Milan.
Bersama Red Star Beograd dirinya turut mempersembahkan Juara Champions Cup 1991 dan Piala Toyota 1991. Bersama Lazio turut meraih Juara Serie A 2000, Copa Italia 2000 dan 2004, Super Italia 1998 dan 2000, UEFA Winner Cup 1999 dan Super Eropa 1999.
Bersama Inter Milan Juara Serie A 2006, Copa Italia 2005 dan 2006 dan Super Italia 2006. Miha (panggilan akrab Sinisa Mihajlovic) juga bagian dari skuad Timnas Yugoslavia U-20 bersama Zvonimir Boban yang menjadi Juara Piala Dunia U-20 1987 di Chilie.
“Tapi banyak yang mungkin tidak tahu bahwa Sinisa Mihajlovic pernah berkunjung ke Medan pada 4 Juni 1996 ketika Sampdoria bertanding dengan Timnas Indonesia di Stadion Teladan Medan,” sebut Indra Efendi Rangkuti.
Sampdoria yang waktu itu dilatih oleh Sven Goran Errikson membawa bintang – bintangnya. Seperti Roberto Mancini, Sinisa Mihajlovic, Filippo Maniero, Matteo Sereni, Angelo Pagotto, David Balleri, Claudio Belluci, Ricardo Ferri dan lainnya.
Pertandingan berlangsung 4 Juni 1996 di Stadion Teladan, Medan yang menjadi saksi saat timnas Indonesia berhasil mengandaskan tim Serie A Italia sekaligus runner-up Piala Champions 1992, Sampdoria, dengan skor 2-1.

Sebelumnya, dalam babak pertama, Sampdoria unggul lewat gol sundulan Filipo Maniero pada menit ke-27. Dia mampu memanfaatkan umpan lambung David Baleri. Namun timnas yang diasuh Danurwindo tidak menyerah. Eri Erianto berhasil membawa timnas menyamakan kedudukan 1-1 lewat titik putih pada menit ke-48.
Kemudian karena tampil tidak memuaskan Danurwindo menarik keluar Widodo Cahyo Putra. Peri Sandria lantas masuk untuk menggantikannya. Dan pada menit ke-65, pemain Bandung Raya asal Binjai tsb sukses mencetak gol cantik. Setelah melewati dua pemain Il Samp, julukan Sampdoria, yakni David Balleri dan Mamisi Moreno, Peri langsung melepaskan bola menyusur tanah yang tidak bisa dibendung kiper Matteo Sereni.
Manajer Tim PSSI Tri Gustoro menyatakan puas dengan penampilan anak-anak di depan puluhan ribu orang yang memadati Stadion Teladan hingga area sentelban.
Sven Goran Errikson dan Kapten Roberto Mancini sendiri memuji penampilan Timnas Indonesia waktu itu.
“Itulah kenangan Mihajlovic bersama Sampdoria di Medan,” tukasnya. Seusai pensiun jadi pemain Mihajlovic menjadi pelatih dan pernah menangani Fiorentina, Bologna, AC Milan dan Timnas Serbia. Ketika di AC Milan dirinya membuat keputusan berani dengan mengorbitkan kiper muda Gianluigi Donnaruma menjadi kiper utama.
Dan belakangan feeling Mihajlovic ini sukses krn Donnaruma berhasil membuktikan kehebatannya di bawah mistar gawang. “Selamat jalan Mihajlovic,” akhiri Indra Efendi Rangkuti mengenang kiprahnya di dunia sepakbola dunia. (*)





