Tak cuma kapten tim tapi juga Ricky Yakob dipercaya sekaligus striker utama Timnas bersama Ribut Waidi. Ketika itu mereka sukses menghantarkan Timnas Indonesia meraih medali emas pertama kali setelah di Final mengalahkan Malaysia 1-0.
Puncak karir Ricky di Timnas pada 1987 membuat klub-klub luar negeri tertarik padanya. Salah satu klub Jepang, Matsushita (sekarang Gamba Osaka) merekrutnya pada tahun 1988 dan menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Jepang. Nama belakangnya kemudian lebih dikenal dengan Yacobi karena kebiasaan orang Jepang memanggilnya demikian.
Sayangnya, iklim Jepang, terutama udara dingin gagal membuatnya bersinar. Dia hanya turun di empat laga. Meski begitu, dia sempat mencetak satu gol di sana.
Ricky Yacob menikah dengan Ratu Loncat Indah Indonesia Harly Ramayani dan dikaruniai 2 orang puteri. Akhir karirnya di Timnas Indonesia adalah ketika memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1993 di Singapura. Sayang duetnya di lini depan bersama Bambang Nurdiansyah gagal menghantarkan Indonesia merebut medali emas setelah dikalahkan Thailand di semifinal.
“Dalam kesempatan bertemu dengan saya di Stadion Teladan pada Piala Kemerdekaan 2015 dan beberapa momen lainnya Ricky Yacob menyatakan kebanggaannya menjadi anak binaan PSMS Medan dan berharap PSMS kembali menjadi kekuatan sepakbola nasional. Apalagi PSMS sekarang dibina oleh sosok yang dihormatinya yaitu Gubsu Edy Rahmayadi,” kata Indra Efendi Rangkuti kembali mengenang.

“Beliau juga bercerita peran penting pelatih Wibisono,Eddy Simon dan Yuswardi dalam membina karirnya di Medan. Rasa hormat juga diperlihatkannya ketika bertemu dengan seniornya di PSMS Medan yaitu Nobon Kayamuddin, Parlin Siagian, Tumsila dan legenda PSMS lainnya,” tukasnya.
Kehangatan juga terlihat ketika bertemu dengan rekan – rekan seangkatannya di PSMS Medan. (***)





