Tak butuh waktu lama, tepatnya menit 101, Sergai mampu menyamakan skor lewat gol Muhammad Kifly. Proses gol Sergai hampir sama dengan gol Medan yang berawal dari tendangan bebas dan membentur pagar hidup. Muhammad Kifly yang mengusai bola melakukan tendangan keras ke gawang menaklukkan kiper Medan, Hanrian Aqsa.

Sukses menyamakan skor, Sergai terus menekan pertahanan Medan. Sebaliknya, Medan yang kalah jumlah pemain berusaha memperkuat pertahanan dengan sesekali melakukan serangan balik. Skor 1-1 bertahan hingga laga berakhir.

Adu penalti pun dilakukan dan Medan unggul 4-3. Dari lima eksekutor penalti, hanya Fikri Rayhan gagal mencetak gol untuk Medan. Sedangkan Sergai, dua pemainnya gagal menjalankan tugas dengan baik, yakni Ikhsan Saefullah dan Fadil Kurniawan.

Sukses Medan ke final disambut suka cita tim pelatih dan ofisial. Pelatih Medan, Puspom, mengaku bersyukur timnya melaju ke partai puncak. Terlebih kemenangan ini diraih saat timnya harus bermain dengan 10 orang sejak menit-menit awal babak perpanjangan waktu.

Laga semifinal lainnya, Tanjungbalai memastikan tiket final usai mengalahkan Asahan dengan skor 2-1 di Lapangan PPLP Sumut. Dua gol Tanjungbalai dicetak Salbia Alfath di babak kedua dan Hernanto pada babak pertambahan waktu. Gol tunggal Asahan juga tercipta di babak kedua hasil sundulan Dimas Nesa Abdillah.

Laga derby Selat Malaka ini cukup ketat dengan tensi tinggi di babak pertama. Wasit mengeluarkan sejumlah kartu kuning kepada masih-masing pemain kedua tim. Pada babak kedua, wasit akhirnya mengeluarkan kartu kuning kedua kepada pemain Tanjungbalai, Safwan Nabawi.

Bagikan: