MEDANSPORT.ID – NEW YORK – Nick Kyrgios mengamuk di lapangan usai menelan kekalahan pada perempat final Grand Slam AS Terbuka 2022. Petenis Australia itu pun didenda sebesar USD32.500 atau sekira Rp484 juta. Peristiwa memalukan itu terjadi saat Kyrgios dipermalukan Karen Khachanov pada babak perempat final AS Terbuka 2022 dengan skor 5-7, 6-4, 5-7, 7-6 tie break 7-3 dan 4-6, Rabu (7/9/2022).

Usai menyalami wasit begitu laga selesai, pemain berusia 27 tahun itu langsung menunjukkan rasa frustrasinya dengan membanting raketnya hingga hancur di depan ribuan pasang mata yang hadir di Arthur Ashe Stadium.

Bukan hanya satu, Kyrgios bahkan mengambil satu raketnya lagi setelah itu dan kembali meremukannya. Dilansir dari Tennis Head, Kamis (8/9/2022), perilaku tidak sportifnya itu membuat Kyrgios menerima denda tambahan sebesar USD14.000 (Rp208 juta).

Itu berarti, secara total dia harus membayar denda sebesar USD32.500 (Rp484 juta) di turnamen Grand Slam keempat tahun ini tersebut. Pasalnya, sebelumnya pemain ranking 25 dunia itu juga didenda atas perilaku tidak sportifnya pada babak 16 besar dan juga perempat final nomor tunggal dan ganda putra.

Dia tercatat melakukan lima pelanggaran yang tiga di antaranya adalah meludah, mengumpat dan membanting raketnya. Kendati demikian, tampaknya denda tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan uang hadiah yang dibawanya pulang dari AS Terbuka 2022.

Kabarnya, total dia menerima hadiah sebesar USD437,2 ribu (Rp6,5 miliar) karena prestasinya mencapai babak perempat final nomor tunggal putra dan 16 besar nomor ganda putra. Kyrgios sendiri telah mengungkapkan alasannya membanting raket usai dikalahkan Khachanov.

Penyebabnya adalah karena dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri dan juga merasa telah mengecewakan banyak orang. Sebab petenis berpostur 193 cm itu berharap bisa melangkah sejauh mungkin di AS Terbuka 2022.
Apalagi pada turnamen Grand Slam terakhirnya di Wimbledon 2022 dia sukses mencapai final sebelum akhirnya tumbang di tangan Novak Djokovic. (snd/nt)

Bagikan: