7. ZULHAM EFFENDI HARAHAP
Zulham Effendi Harahap adalah sosok playmaker handal PSMS dan Timnas akhir era 70-an dan pada awal 1980-an. Kemampuannya sebagai pengatur irama permainan dan menciptakan gol-gol indah lewat aksi akrobatiknya membuat dirinya menyandang Kapten PSMS Medan dan pada beberapa kesempatan juga menjadi Kapten Timnas bergantian dengan Ronny Pattinasarani dan Herry Kiswanto.

Sosok yang juga pernah membela Persib dan Pardedetex ini sukses membawa PSMS menjadi Juara Tugu Muda Cup 1979 dan Fatahillah Cup 1982. Pada 1983 Zulham Effendi sukses membawa PSMS Medan menjadi Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI walau pada pertandingan Final dirinya absen akibat cedera yang dialaminya pada putaran Final ketika melawan Persebaya hingga akhirnya pada Final posisi Kapten beralih kepada Sunardi B.

Tetapi kontribusi Zulham Effendi sebagai Kapten Tim sejak penyisihan hingga putaran Final tidak bisa diabaikan begitu saja. Pada PON 1981 sebagai Kapten Tim Zulham sukses memimpin rekan-rekannya di Tim PON Sumut meraih Medali Perak setalh di final kalah dari Lampung dalam drama adu penalti.

Di PSMS Zulham Effendi juga sukses membawa PSMS menjadi Runner Up Kejurnas PSSI 1979 dan Marah Halim Cup 1983.

8. SUNARDI B
Sunardi B adalah satu-satunya Kapten PSMS yang hingga kini membawa PSMS Medan Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 2 kali berturut-turut. Pada 1983, Sunardi B yang di Final menjadi Kapten PSMS menggantikan Zulham Effendi Harahap sukses memimpin rekan-rekannya meraih Juara setelah di Final mengalahkan Persib lewat adu penalty 3-2, setelah dalam pertandingan normal dan perpanjangan waktu bermain imbang 0-0.

Pada 1985 sebagai Kapten Tim merangkap Asisten Pelatih Sunardi B kembali sukses memimpin rekan-rekannya meraih Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI dalam pertandingan yang hingga kini menjadi rekor dunia karena ditonton 150 ribu orang setelah mengalahkan Persib 2-1 dalam drama adu penalti setelah dalam waktu normal dan perpanjangan waktu bermian imbang 2-2.

Dengan melihat reputasi ini sosok-sosok Kapten PSMS ini yang sangat pantas untuk ditampilkan jika tema yang diangkat di mural itu adalah “Kapten PSMS” dengan reputasi dan prestasi yang telah mereka torehkan. Dengan hadirnya wajah mereka dalam bentuk mural diharapkan dapat menjadi motivator bagi pemain-pemain PSMS
untuk mengangkat kembali kejayaan PSMS di tingkat Nasional dan Internasional.

Dan alangkah lebih indahnya pula kalau kelak mural mereka ditampilkan bareng bersama para Legenda PSMS lainnya, seperti Ronny Pasla, Nobon, Zulkarnaen Pasaribu, Tumsila, Sarman Panggabean, Sunarto, Tumsila, Taufik Lubis, Wibisono, Sunardi A, Suwarno, Parlin Siagian, Ponirin Meka dan lainnya. Semoga harapan ini akan terwujud seiring bangkitnya Kejayaan PSMS Medan. (***)

Bagikan: