Dengan memandang hormat dan penghargaan setinggi-tingginya, bagi para Legenda PSMS jika yang ingin diangkat menjadi Mural adalah para Kapten Legendaris. Catatan penulis ada beberapa sosok “Kapten
PSMS” yang “layak” untuk ditampilkan dalam bentuk mural atas prestasi dan dedikasinya. Sekitar delapan nama yang terbersit di benak penulis, di antaranya:

1. RAMLAN YATIM “The Killer”
Ramlan Yatim adalah sosok Kapten PSMS pada awal berdiri di era 50-an hingga akhir 50-an dan bersama abangnya Ramli Yatim sukses membawa PSMS Medan meraih Runner Up Kejurnas/Divisi Utama
Perserikatan PSSI 1954 dan 1957.

Ramlan Yatim juga sukses memimpin rekan – rekannya membawa SUMUT meraih Medali Emas Sepakbola PON 1953 dan 1957.Ramlan Yatim pula yang sukses memimpin rekan- rekannya menaklukkan klub – klub besar Eropa dan Asia hingga akhirnya PSMS mendapat julukan “The Killer”.

Ramlan Yatim bersama abangnya Ramli Yatim dan M.Rasijd juga adalah bagian dari skuad Timnas Olimpiade Indonesia yang tampil di Olimpiade Melbourne 1956. Dan Ramlan sendiri juga menjadi bagian skuad Timnas yang merebut medali Perunggu di Asian Games 1958.

2.MUSLIM
Muslim adalah sosok Kapten PSMS Medan ketika pertama kali merebut Juara Kejurnas/Divisi Utama Perserikatan PSSI pada 1967. Muslim saat itu bersama Sukiman adalah pemain paling senior di PSMS Medan.

Muslim sudah berada di PSMS pada akhir 50-an. Muslim sebagai Kapten Tim mampu menjembatani kerjasama antara sosok senior, seperti Yuswardi, Ipong Silalahi, Zulkarnaen Pasaribu, Sunarto, Zulham Yahya, Azis Siregar dan lainnya dengan bintang muda seperti Tumsila, Ronny Pasla, Sarman Panggabean dan Wibisono hingga akhirnya sukses meraih Juara Kejurnas PSSI 1967 dan meraih Juara Aga Khan Gold Cup 1967 di Bangladesh.

3. SOETJIPTO SOENTORO
Soetjpto Soentoro adalah sosok Kapten Legenda Timnas Indonesia yang pada 1968 bersama bintang – bintang Nasional seperti Abdul Kadir, Yudo Hadianto, Jacob Sihasale, Iswadi Idris, Anwar Ujang, M.Basri, Max Timisela dan lainnya. Mereka memperkuat Pardedetex pada 1968 –1970.

Walau berstatus klub profesional namun Pardedetex adalah klub anggota PSMS masa itu dan akhirnya para pemainnya memperkuat PSMS di ajang Kejurnas PSSI 1969. Perpaduan bintang-bintang Nasional dengan anak-anak Medan, seperti Yuswardi, Ronny Pasla, Tumsila, Sarman Panggabean, Sunarto, Ipong Silalahi, Syamsuddin dan lainnya.

Hal ini membuat PSMS menjadi “The Dream Team” dengan dimotori Soetjipto Soentoro sebagai Kapten Tim dan sukses meraih Juara Kejurnas PSSI 1969,membawa Sumut meraih medali Emas PON 1969 dan membawa PSMS lolos ke Semifinal Asian Club Championship/AFC Champions Cup 1970 di Teheran.Bahkan pada PON 1969 Soetjipto Soentoro sebagai Kapten Tim PON Sumut berhasil menjadi top skor dengan mencetak 16 gol.

Tak pelak, 16 gol itu memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh seniornya di PSMS dan Tim PON Sumut Jusuf Siregar yang mencetak 15 gol pada PON 1953.

Bagikan: