MEDANSPORT.ID – MEDAN – Liverpool menjamu Inter Milan pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2021/22, di Anfield Stadium, Rabu (9/03/2022) pukul 03.00 WIB. Liverpool punya bekal bagus jelang laga nanti. Mereka berhasil menuai kemenangan telak 0-2 di leg pertama yang berlangsung di markas Inter. Untuk itu, mereka hanya butuh hasil imbang untuk memastikan tiket ke 8 besar.
The Reds memang terlihat lebih mendominasi laga leg pertama. Mohamed Salah dan kolega berhasil memegang 54 persen penguasaan bola dan melesakkan 13 tembakan. Kubu tuan rumah sendiri tidak terlalu agresif dan hanya mampu menciptakan 9 tembakan, bahkan tidak ada satu pun di antaranya yang mengarah ke gawang Samir
Handanovic.
Hal itu mesti menjadi catatan besar bagi pelatih Simone Inzaghi. Terlebih, kini mereka punya beban yang lebih berat karena harus menang minimal selisih 3 gol untuk bisa lolos ke 8 besar. Liverpool sudah tidak perlu diragukan lagi.
Tidak hanya di ajang domestik Liga Inggris, tetapi juga di UCL. Dari hanya 7 laga yang dimainkan di UCL, Moh Salah dan kawan-kawan berhasil menjeploskan 19 gol ke gawang lawan. Hal ini tidak lepas dari strategi serangan pelatih Jurgen Klopp yang sangat variatif.
Ia tidak hanya bermain monoton dan menerapkan satu skema serangan saja. The Reds mahir melakukan serangan melalui umpan panjang maupun crossing. Sebab, Jordan Henderson dan Trent Alexander Arnold ahli untuk urusan umpan panjang.
Di samping itu, Moh Salah dan kawan-kawan juga tidak jarang melakukan build-up serangan lewat skema operan dari kaki ke kaki. Strategi ini sering berakhir dengan operan terobosan menuju 3 penyerang The Reds: Luis Diaz, Sadio Mane, atau Moh Salah. Di kubu seberang, Inter sebenarnya tidak terlalu melempem dalam membangun serangan.
Namun sayangnya, penyelesaian akhir pasukan Simone Inzaghi kurang bagus. Intensitas tembakan per laga milik Inter cukup tinggi di sepanjang gelaran UCL musim ini. Nilainya mencapai 18,1 per laga. Namun, tingkat keberhasilannya minim, hanya 6 persen. Salah satu striker andalan Inter Milan, Lautaro Martinez, bahkan belum berkontribusi sama sekali di ajang UCL.
Padahal jika dilihat, di kompetisi lokal Serie A, ia menjadi salah satu pemain tersubur dengan torehan 14 gol. Ini juga jadi PR sekaligus tantangan tersendiri bagi penyerang Argentina tersebut.
