MEDANSPORT.ID – MEDAN – Nikita Christine Br Pasaribu adalah salah satu atlet renang asal Kota Medan. Sebelum meraih prestasi seperti sekarang ini, ternyata Nikita punya riwayat penyakit. Ya, dara manis buah hati Immanuel Prihandono Pasaribu dan Natalia Yosepha Aritonang sempat mengidap sesak nafas akut.
Namun berkat terapi renang yang digandrunginya itu penyakit sesak nafas akut bisa sembuh. Nah, saat bertemu dengan Bayu, kru MEDANSPORT.ID, beberapa hari lalu, Nikita bercerita mengenai terapi renang sehingga membuatnya segar bugar.
“Ayah memang hobby renang. Ayah sering mengajakku renang. Ketika itu usiaku baru 5 tahun. Dan saat itu ayah tak bilang manfaat renang apa,” kata Nikita yang kini tengah berlatih aktif demi mendapatkan satu tiket di PON XXI 2024 Sumut-Aceh.
Dari situ, ayah Nikita, Immanuel Prihandono Pasaribu coba memberikan arahan. Pun sekadar pelajaran dasar dalam berenang, namun lama kelamaan membuat Nikita asyik untuk mengikuti ajakan ayahnya.
“Karena di olahraga renang ini kan yang harus diatur pernafasan. Bagaimana kita mengatur ritme nafas kita, saat berada di dalam air atau di luar. Makanya aku rasakan saat itu, perlahan kok ada perubahan di dadaku,” urainya.
Paling nyata perubahan itu, menurut Nikita, sesak nafas akut yang dialami mulai normal. Walau pengobatan terapi sesak nafas yang dilakukan bukanlah sehari atau dua hari, tapi sekira beberapa tahun baru dirasakan faedahnya.
“Kan tidak segampang itu mengobatinya. Kita harus rutin mengasah kemampuan renang kita dengan mengatur nafas. Dan aku rasa, mungkin setiap bidang olahraga yang paling utama adalah pengaturan pernafasan,” tukas cewek berambut ikal ini.
Dengan kesembuhan sesak nafas akut yang diderita, Nikita mulai memberanikan diri untuk mengikuti kejuaraan. Terutama setingkat sekolah tempatnya mengenyam pendidikan.
Prestasi perdana Nikita saat mengikuti lomba renang kejuaraan antar pelajar Primbana 2015. Sukses di event pelajar Primbana itu, tak urung membuatnya termotivasi. Putri pasangan dari Immanuel Prihandono Pasaribu dan Natalia Yosepha Aritonang itu selama menekuni olahraga 8 tahun telah menorehkan berbagai prestasi.
Menyabet 6 medali pada ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Mota Medan V/2019. Dua perak antar pelajar Primbana 2015, 2 perak dan 2 perunggu antar pelajar Pengcab 2016, perunggu antar Pelajar DIM 2016, perunggu Training Camp Kuala Lumpur 2016, perunggu Porwil Kota Medan III/2017.
Selain itu, 2 emas O2SN SD Kota Medan 2017, 2 emas dan 3 perak tingkat Nasional O2SN Medan 2017, 1 emas Popdasu Padangsidimpuan 2017, 1 perak dan 1 perunggu Piala Gubsu 2017, 2 emas antar pelajar Al-azhar 2018, 1 emas dan 2 perak serta 1 perunggu kejuaraan Ekspor Dim 2018, meraih 2 emas, 2 perak Porwil Kota Medan IV/2018 dan Porkot Medan X/2018 mendapat 1 perak.
Dirinya juga mengikuti kejuaraan renang President Cups Ipoh Kuala Lumpur bersama rombongan klub Tirta Prima Medan. Terakhir meraih 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu pada ajang Piala Walikota Medan 2021.
Nikita dikenal termasuk yang rajin dalam latihan dan selalu mengikuti pertandingan walau pun tidak selalu menjadi juara pertama, tapi ia tetap giat berlatih. (***)





