MEDANSOPRT.ID – MEDAN – Persatuan Gateball Seluruh Indonesia atua disingkat Pergatsi telah memiliki beberapa pengurus cabang di seluruh provinsi. Termasuk di Sumatera Utara sendiri. Olahraga yang menggunakan bola berat dengan alat pemukul seperti palu, membuat para pemainnya sedikit santai. Pun begitu harus serius untuk
memasukkan bola ke tempat-tempat yang telah ditentukan.
Indahnya permainan Gateball itu membuat dara cantik 22 tahun ini lebih mencintai olahraga yang satu. Ya, dia adalah Dewi, begitu biasa disapa. Ditemui kru MEDANSPORT.ID di lapangan Gateball, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN II) Jalan Sakti Lubis Medan, kemarin, tampak Dewi serius berlatih.
Matanya fokus ‘melayangkan, sasaran bola bersama stiknya. Sedikit terkesima, bahkan kru MEDANSPORT.ID enggan untuk menyapa. Hanya saja, usai latihan, Dewi bisa dijumpai. Peluh yang menetes di antara tubuhnya coba dibasuh. Setelah istirahat sejenak, Dewi pun berbincang dengan Bayu, sang kru MEDANSPORT.ID.
“Latihan rutin untuk persiapan PON Sumut-Aceh 2024, bang,” sahut Dewi membuka pertemuan.
Memang, Dewi merupakan skuad inti beregu putri Gateball. Sekarang ini gadis berkulit putih itu sedang mengikuti Pelatihan Daerah Pelatda) jangka panjang KONI Medan.
“Tiap Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu berlatih di bawah binaan pelatih Ramadan Ginting,” ujar buah cinta Manahan Pasaribu dan Maimuna br Ginting ini.
Ketika ditanya mengapa suka dengan olahraga Gateball, dengan lugas cewek murah senyum ini bilang karena Gateball olahraga rekreasi yang unik dan menarik, dan semua kalangan usia dapat mengikutinya.
“Gateball itu merupakan olahraga modifikasi permainan croquet, yang menggunakan palu untuk memukul bola. Olahraga ini tidak mengenal batas tertentu sehingga tergolong sebagai barrier-free sport. Olahraga ini pertama kali dikenalkan di Jepang, kemudian menyebar ke seluruh dunia,” ungkap peraih Juara 3 Selekda 2019, juara 1 Porkot Medan 2019 dan juara 1 Kejurnas 2019 itu.
Anak bungsu dari empat bersaudara ini menuturkan bermain gateball menjadi aktivitas untuk menghilangkan penat seusai kuliah “Jadi ada keseimbangan, tidak melulu belajar di kampus. Selesai kuliah, saya main Gateball, lalu saya bisa fokus kembali belajar,” terang mahasiswi Universitas Sari Mutiara Indonesia.
Dia pun tak menampik Gateball memberikan wahana positif untuk generasi muda dalam menghindari kegiatan negatif seperti penyalahgunaan narkoba. Selain itu membuat generasi muda menjadi sehat dan cerdas serta dapat meraih prestasi hingga level internasional.
“Olahraga gateball dimainkan oleh dua tim, merah dan putih. Jumlah tim terdiri dari lima orang. Tim merah memegang bola bernomor ganjil (1,3,5,7,9), sedangkan tim putih memainkan bola genap (2,4,6,8,10). Permainan ini menggunakan stik yang digunakan untuk memukul dan mengarahkan bola agar bisa masuk ke tiga gawang (gate) dan goal- pole sebagai titik akhir,” sebut pemilik tinggi 148 cm dan berat badan 40 kg.
Selain itu, tambah atlet binaan KONI Medan ini, selama latihan pemain juga perlu mengatur strategi untuk bisa mengarahkan bola ke tiga gawang dan menyentuh goal-pole. Setiap pemain bisa menghadang lawan dengan memukulkan bola ke bola lawan.
Selama masa pandemi Covid-19 latihan tetap digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. Gateball menjadi olahraga permainan yang cocok dimainkan selama masa pandemi Covid-19. Setiap pemain pasti memegang tongkat atau stik sendiri dan memainkan satu bola saja.
“Olahraga ini cocok saat pandemi, selama latihan kita tidak usah terlalu dekat sehingga tidak akan bersinggungan badan. Sesudah mukul bola, kita juga akan berjauhan. Disiplin Prokes tetap dilaksanakan sehingga terhindar dari paparan virus Covid-19,” kata cewek yang dilahirkan pada 20 Januari 1999 ini.
Bermukim di Jalan Kapten Muslim Medan, Derwi ini terus berlatih dan tidak ada waktu untuk berleha-leha lagi untuk mewujudkan impian meraih emas.
“PON Sumut Aceh akan wujudkan dengan raihan emas sebagai ajang pembuktian atas latihan keras selama ini. Ajang PON juga melatih jiwa sportif dan kejujuran. Saya yakin kita semua merupakan insan-insan yang kuat dan cerdas secara pemikiran juga emosional, sehingga memiliki daya saing yang tinggi pula dengan atlet daerah lain pada pesta olahraga tanah air yang akan dihelat di Sumut-Aceh,” pungkasnya. (***)





