MEDANSPORT.ID – MEDAN – Satu kerinduan hadir dari sejumlah stakeholder dan insan pecinta sepakbola Kota Medan agar tim kesayangannya itu bisa kembali mengulang kejayaannya. Yakni merajai era perserikatan sejak 1967 hingga 1985 silam.
Namun, untuk bisa kembali ke masa kejayaan bukanlah hal mudah. Melirik tiga klub pendatang baru dengan pengelolaan profesional dan kaum muda. Seperti Rans Cilegon, Persis Solo dan Dewa United menjadi rujukan yang layak diperhitungkan.
Sehingga hadirlah satu komitmen dari sejumlah stake holder, insan pecinta sepakbola, pengurus klub, mantan pemain, suporter hinggan insan media, jika saat ini sudah selayaknya PSMS dikelola secara bersama oleh kaum muda serta secara profesional hingga terciptanya satu tujuan bersama menciptakan sepakbola masa kini yakni menjadi satu industri.
Komitmen bersama ini pun terbangun dalam satu diskusi publik ‘PSMS Reborn’ yang mengambil tema peran pemuda dalam tata kelola PSMS dengan lebih meningkatkan mutu dan profesionalisme.
“Harapan kita bersama, Askot Kota Medan, pengusaha muda, pemerhati, mantan pemain, pengurus klub, suporter dan insan pers saat ini PSMS bisa dikelola secara bersama oleh bapak Gubernur dan Walikota Medan. Agar ke depan PSMS bisa lebih profesionalitas dan menjadi klub industri hingga mampu kembali ke era jayanya lagi. Dan ini tentu menjadi mimpi kita bersama,” ungkap Ketua Askot, Iswanda Nanda Ramli yang juga menjadi salah satu pemateri dalam sesi temu pers di Stadion Kafe Teladan Medan, Sabtu (12/2/2022) sore.
Dukungan turut disampaikan Ketua BPD HIPMI Sumut, Ade Jona P. Turut sebagai pemateri dari kaum pengusaha muda, dirinya juga berharap tidak ada lagi ego sektoral dan lain apapun demi memajukan bersama klub sepakbola tercinta PSMS Medan.
“Ini bentuk strategi yang nantinya akan kami bahas sebagai calon investor dan kawan-kawan pengusaha semua tapi yang pasti sekarang ini kami dari pengusaha muda, kami berharap wakil ketua umum DPP HIPMI, dia juga adalah bapak Walikota Medan untuk dapat mengambil langkah yang tepat untuk bisa mengelola PSMS ini ke depan. Kami HIPMI taat dengan senior kami HIPMI juga sifat saling bergotong royong bersama demi memajukan industri sepakbola yang ada di Kota Medan,” harapnya.
Jadi, kata dia, 2022 ke depan diharapkan menjadi momentum kebangkitan PSMS yang merupakan bersama.
“Insya Allah, jika bapak gubernur membuka tangannya lebar tidak menutup kemungkinan keinginan mulia ini akan terwujud,” imbuh Jona.
Makanya dari itu, harap Jona, harus solid. “Dengan maksud supaya bapak gubernur mau mendengar aspirasi terhadap kaum-kaum muda yang ingin membuat suatu perubahan yang lebih baik terhadap klub sepakbola di Kota Medan, khusunya PSMS Medan,” akhirinya.
Diskusi publik ini juga turut menghadirkan sejumlah pemateri seperti Tumsila sebagai mantan pemain yang membawa kejayaan PSMS era 1967-1971, perwakilan SIWO Sumut, Deking, dan dipandu moderator Nata Simangunsong yang juga pernah menjabat Mantan Ketua Suporter PSMS. (***)






