Liga 2

Tiga Alasan PSMS Layak Curi Poin Di Kandang Blitar United

MEDANSPORT.ID- MEDAN-- Skuat PSMS Medan bakal melakukan perjalanannya pagi ini ke Bandung menatap laga tandang menghadapi Blitar United dalam lanjutan Liga 2 pekan Ketujuhbelas, Selasa (17/9/2019) sore.

Dalam lawatannya kali ini, PSMS memiliki tiga keuntungan dan layak meraih poin kala menghadapi tim yang lebih sering disebut sebagai tim Persib B itu.

Pertama, Blitar United saat ini sedang terpuruk di posisi juru kunci, sedangkan PSMS saat ini mulai kembali merangkak ke posisi atas klasemen wilayah Barat, perbedaan jarak tentu sangat signifikan sehingga peluang untuk memetik kemenangan di kandang lawan sangat terbuka.

Kedua, kondisi Blitar United kabarnya sedang kurang kondusif usai ditinggal pelatihnya Liestiadi yang mengundurkan diri pasca timnya terdampar di dasar klasemen. Ini bisa menjadi keuntungan besar bagi PSMS yang sebelumnya mendatangkan pelatih sekaliber Liga 1 yakni Jafri Sastra.

Dan ketiga, di laga terakhirnya, Blitar United harus takluk dari tamunya Babel United. Tentu saja kekalahan di kandang itu membuat mental bertanding Blitar akan berkurang. Di tambah lagi, kepercayaan skuat Ayam Kinantan pastinya akan meningkat usai menang 1-0 dari tamunya PSCS Cilacap di laga terakhir mereka.

Di atas kertas tiga alasan ini tentu membuat PSMS akan menang mudah di kandang lawannya.

Kendati lebih diuntungkan, bukan sebuah jaminan bagi PSMS akan mudah menaklukkan Blitar.

Sang arsitek Jafri Sastra mengingatkan agar anak asuhnya tetap fokus.

Menurutnya semua tim punya karakter dan target berbeda. Jadi kemenangan Babel dari Blitar tidak bisa dijadikan tolok ukur, sebab banyak hal yang berbeda, termasuk materi pemain.

“Anak-anak akan saya minta tidak menganggap remeh untuk hal-hal kita anggap mudah karena itu akan merugikan kita,” kata Jafri, Sabtu (14/9/2019) sore.

Jafri juga mengatakan, dalam menghadapi dua laga away yang akan dimainkan, yakni menghadapi Blitar United dan Persita, Minggu (22/9/2019) selanjutnya, ia berharap karakter dan fighting spirit pemain tidak kendur, sehingga mampu menjadikan enam laga tersisa menjadi laga final.

“Saya berharap fighting spirit anak-anak tidak kendor, sebab kita tidak mau kehilangan poin, agar bisa menapak sedikit demi sedikit untuk kembali ke klasemen yang kita inginkan,” ujar Jafri.(*)