MotoGP 2019

10 Tahun Tanpa Gelar, Yamaha Mulai Lupakan Rossi?

Rossi dan Marquez dalam persaingan ketat di MotoGP 2019. (ist)

MEDANSPORT.ID- Sudah 10 tahun, rider Tavullia, Valentino Rossi belum juga memberikan gelar. MotoGP musim 2009 adalah tahun kejayaan terakhir pembalap asal Italia itu

Untuk urusan memenangkan balapan, Assen di Belanda 2017 menjadi podium tertinggi terakhirnya sampai hari ini. Dua tahun dihabiskan Rossi tanpa kemenangan bersama Yamaha. Bahkan di musim 2019 ini menjadi salah satu tahun-tahun terburuk bagi Rossi.

Yamaha MotoGP lewat Lin Jarvis menyebut bahwa Rossi bukan lagi masa depan untuk Yamaha, namun tetap membutuhkan peran Rossi di pabrikan Jepang itu.

Jarvis menjamin tetap menyediakan tempat untuk Rossi sampai ia bosan ikut dalam balapan. Apakah akan satu tahun lagi, dua tahun atau tiga tahun, terserah Rossi sangguh sampai berapa lama?

Tapi yang jelas ia bukan lagi andalan masa depan, Yamaha hanya memperhitungkan Rossi dari sisi duta merek untuk saat ini, karena memang kondisi yang sudah berubah.

“Sampai musim 2010, Rossi telah memberikan kami empat gelar juara dunia (2004, 2005, 2008 dan 2009). Begitu Rossi meninggalkan Yamaha untuk pindah ke Ducati (2011), perpindahan itu sangat berdampak besar, mungkin seperti Marc Marquez jika meninggalkan Honda sekarang,” kata Jarvis dikutip dari MotorSport.

Jarvis juga menekankan bahwa Rossi yang sekarang sudah berbeda dari Rossi yang dulu.

“Sekarang Rossi berada pada tahap yang berbeda dalam hidupnya, tahap yang berbeda dalam karirnya, dan dengan segala hormat dia tidak lagi masa depan partisipasi kita di MotoGP.

Tapi Rossi masih bisa bersama kami satu tahun lagi, dua tahun atau tiga tahun, kita harus melihat berapa lama dia tetap kompetitif.

"Yang jelas sekarang ini hubungan yang berbeda, ketergantungan yang berbeda padanya. Hal ini bukan berarti bawah Rossi sudah tak penting lagi bagi Yamaha, jelas dia penting.cPeran dan fungsinya akan berbeda, tapi saya harap dia tetap sebagai duta merek dan mitra saat dia semakin tua,” jelas Jarvis menambahkan.

Soal waktu pensiunnya Rossi, siapa yang lebih berhak untuk menentukan kapan The Doctor harus gantung helm?

“Sudah jelas akan menjadi keputusan kedua belah pihak," sebut Jarvis.

Saya rasa dia pasti akan menjadi orang pertama yang memutuskan kapan dia merasa dia tidak mampu kompetitif seperti yang dia inginkan, atau motivasinya mulai berkurang. Tanda-tanda pertama pasti akan datang dari Rossi sendiri nantinya.

"Tapi bagi saya, saya sama sekali tidak mengharapkan konflik, karena kita akan tiba pada pemikiran yang sama dan pada saat yang sama,” seru Jarvis. (bbs/net)