MEDANSPORT.ID – MEDAN – Pertempuran antar sesama tim sekota tersaji di leg pertama semifinal Coppa Italia 2021/22. Adalah AC Milan yang kedatangan tamu Inter Milan, di San Siro, Rabu (2/03/2022) pukul 03.00 WIB. Kedua tim melaju ke babak semifinal Coppa Italia 2021/2022 dengan mulus. Inter berhasil mengalahkan Roma 2 gol tanpa balas di partai perempat final, sedangkan Milan membekuk Lazio 4-0. Namun selepas laga perempat final tersebut, kedua kubu bernasib berbeda.
Setelah menghajar Lazio, Rossoneri mencatatkan rekor mentereng: tidak terkalahkan dalam 3 laga beruntun. Sementara itu, kubu Inter justru mengalami periode buruk tepat setelah kemenangan atas Roma. Dalam 4 laga berikutnya, La Beneamata gagal memetik satu pun kemenangan.
Raihan terbaiknya hanya meraih 2 hasil imbang sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan. AC Milan punya ambisi cukup besar untuk merengkuh trofi Piala Italia musim ini. Sudah cukup lama mereka puasa gelar. Kali terakhir, Rossoneri berhasil menjuarai Coppa Italia pada 2003 silam.
Namun, rival sekota mereka, Inter juga punya target sama. La Beneamata juga cukup lama tidak merasakan euforia juara Piala Italia, meskipun tidak lebih lama daripada Milan. Kali terakhir mereka meraihnya pada 2011. Pertandingan leg pertama nanti diprediksi bakal berlangsung sengit.
Kedua tim bakal beradu taktik dan saling jual beli serangan. Lini serang Milan dan Inter sama-sama mumpuni. Di Liga Italia, Rossoneri berhasil melesakkan total 53 gol sedangkan rivalnya telah mencetak 55 gol. Pelatih Inter Simone Inzaghi punya banyak opsi serangan yang menjadi andalan. Timnya mahir memanfaatkan set piece tendangan bebas, menyerang melalui sisi sayap, serta melancarkan serangan balik. Namun pekan lalu, saat berjumpa Genoa, La Beneamata mengalami kebuntuan. Mereka gagal melesakkan satu pun gol di laga tersebut.
Lautaro Martinez dan kawan-kawan akhirnya mesti menerima hasil imbang dengan skor kacamata. “Kami tidak beruntung hari ini (saat melawan Genoa pekan lalu). Kami bermain kurang lepas selama 20 menit pertama, tapi sesudah itu kami menguasai permainan, tapi kami tetap tidak berhasil,” sesal Simone Inzaghi.
“Kami sudah menjalani empat laga tanpa kemenangan, dan kami tidak terbiasa dengan keadaan ini. Kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan supaya kami bisa kembali ke jalur kemenangan,” sambungnya.
Di kubu seberang, Milan ditengarai akan kembali memanfaatkan kecepatan di sektor sayap. Strategi build-up ini sering berujung pada umpan-umpan silang menuju striker tengah. Dalam setiap pertandingan Serie A musim ini, mereka rerata mampu melancarkan 36 crossing. Sandro Tonali dan Theo Hernandez adalah ahlinya untuk urusan umpan silang.
Keduanya menjadi pemain paling rajin mengirimkan umpan menuju tengah. Namun, serangan lewat sayap juga tidak jarang berujung gol individual. Rafael Leao kerap menampilkan performa apik dan menembus pertahanan lawan sendirian. Hasilnya, 8 gol dan 3 assist berhasil dia ciptakan dari 23 penampilan di Serie A musim ini.
Di Serie A akhir pekan kemarin, Milan dan Inter sama-sama gagal menang. Satu gol Rafael Leao hanya memberi Milan hasil imbang 1-1 dengan Udinese, sedangkan Inter bermain tanpa gol di markas Genoa.
