MEDANSPORT.ID – MEDAN – Dunia sepakbola Medan dan Sumatera Utara kembali berduka. Bintang PSMS akhir era 80-an dan awal 90-an Ainus meninggal dunia pada 17 Desember 2025 jam 03.50.
Ainus lahir di Bukit Tinggi 17 Agustus 1965. Beliau winger PSMS era akhir 80-an dan awal 90-an.
Ainus sendiri mengenal sepakbola dengan bermain bola di halaman Mesjid Raya Medan. Pengagum Zico ini memiliki lari yang kencang dengan umpan yang terukur dan kemampuan mencetak gol.

Oleh : Indra Efendi Rangkuti
Berdiri Ki-Ka : Wiluyo Santoso, Sutrisno M, Ainus, Azwardin Lubis, Suharto AD, Syawali.
Jongkok Ki-Ka : Sumardi, Bambang Usmanto, Amri Siregar, Syafril Nasution, Juanda.
Ainus mengawali karirnya dengan membela klub Tirtanadi di kompetisi antar klub PSMS. Kemudian seiring diterimanya Ainus di kepolisian Ainus pindah membela klub PO Polisi
Namanya mulai muncul di PSMS ketika direkrut Parlin Siagian yang saat itu melatih PSMS pada tahun 1988 untuk persiapan Kompetisi Divisi Utama Perserikatan PSSI musim 1989/1990.
Ainus tampil cukup baik mendampingi Suharto AD di lini depan PSMS bersama Azwardin Lubis pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1989/1990.
Walau sempat tersendat di putaran pertama hingga akhirnya terjadi pergantian pelatih dari Parlin Siagian kepada duet Sunardi B Dan Suryanto Herman kombinasi mereka sukses membawa PSMS yang waktu itu diperkuat banyak bintang muda seperti : Sugiar, Syawali, Sutoto, Sutrisno M, Suheri Ritonga, Anthonius Awie, Syafril, Witya Fusen dll yang didukung bintang senior seperti Bambang Usmanto, Amri Siregar, Sumardi, Suheri dll lolos ke 6 Besar Divisi Utama Perserikatan 1989/1990. Bahkan trio Ainus, Azwardin Lubis dan Suharto AD banyak mendapat pujian saat itu.
Sayang PSMS waktu itu gagal lolos ke Semifinal setelah kalah bersaing dengan Persebaya dan Persib.
Ainus juga kembali tampil memperkuat PSMS di Divisi Utama Perserikatan PSSI 1991/1992 yang waktu itu lolos hingga Final.

Berdiri Ki-Ka : Nasiwon Hadi, Ramli Lubis, Sugiar, Azwardin Lubis, Edwin Daud,Nirwanto.
Jongkok Ki-Ka : Sumardi, Ainus, Ismail Warta, Sugito, Khaidar Aswan
Setelah itu Ainus masih sempat berkarir di PSMS hingga 1993 namun kemudian berkonsentrasi penuh pada karirnya di kepolisian hingga memasuki usia pensiun.
Ainus juga turut memperkuat PSMS di beberapa turnamen seperti Piala Marah Halim, Piala Caltex, Piala Dharma Agung, Piala Cakradonya, Piala Pers dan Piala Surya. Ainus turut membawa PSMS menjadi Juara Piala Caltex 1990 dan Piala Surya 1993.
Selamat jalan Ainus. Kenangan prestasi Ainus akan tetap hidup di hati pecinta PSMS.






