MEDANSPORT.ID-MEDAN-Turki akan berhadapan dengan Portugal di pertandingan kedua Grup F Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Turki dengan Portugal ini akan digelar pada Sabtu, 22 Juni 2024, pukul 23.00 WIB di Signal Iduna Park, Dortmund Jerman.

Turki dan Portugal saat ini tengah berjuang untuk lolos ke babak 16 Besar Euro 2024. Kedua negara saat ini menempati 2 peringkat teratas Grup F dengan 3 poin. Turki yang unggul selisih gol berada di posisi 1, sedangkan Portugal menempati posisi 2.

Pada pertandingan pertama Turki sukses menaklukkan Georgia 3-1 sedangkan Portugal mengalahkan Ceko 2-1. Tiga gol Turki ke gawang Georgia disarangkan oleh Mert Muldur, Arda Guler, dan Kerem Akturkoglu. Sementara itu gol Portugal lahir dari bunuh diri pemain Ceko Robin Hranac (69) dan sepakan Francisco Conceicao pada injury time.

Jika mampu memenangkan laga di pertandingan kedua ini, Turki atau Portugal dapat segera mengunci tiket ke babak 16 besar. Namun, bila gagal menambah poin di laga kedua ini, tiket tersebut baru bisa dipastikan setelah melakoni laga terakhir Grup F.

Dikutip dari berbagai sumber Timnas Portugal dan Turki tercatat sudah pernah bertemu 9 kali di semua ajang. Dalam pertemuan tersebut Portugal unggul head to head dengan 7 kemenangan. Sedangkan Turki hanya meraih 2 kemenangan dan tidak ada hasil imbang dalam pertemuan tersebut.

Dari 9 laga itu 3 di antaranya terjadi ketika putaran final Piala Eropa. Fakta yang menyakitkan bagi Turki adalah mereka belum pernah mengalahkan Portugal dalam 3 laga tersebut. Bahkan tidak ada gol yang bisa dibuat oleh Turki dalam laga- laga tersebut.

Pertemuan perdana Portugal dengan Turki di ajang Euro, terjadi pada Euro 1996 di Inggris. Bertemu di Grup A, Portugal ketika itu menang 1-0 lewat gol Fernando Couto, di Stadion City Ground, Nottingham.

Deretan nama besar dari kedua tim turut bermain di laga tersebut. Selain Couto, Timnas Portugal juga diperkuat Luís Figo, Rui Costa, dan Vítor Baía. Dari kubu Timnas Turki terdapat Hakan Şükür, Tugay Kerimoğlu, Alpay Özalan, dan penjaga gawang Rüştü Reçber.

Kemudian duel ke-2 terjadi di babak perempat final Euro 2000, yang berlangsung di Belanda-Belgia. Laga dimainkan di Amsterdam ArenA, Belanda, dengan hasil kemenangan 2-0 bagi Portugal. Dua gol Nuno Gomes menit 44 dan 56 sukses memberikan kemenangan bagi timnya.

Duel ke-3 terjadi saat Euro 2008 di Austria-Swiss. Bertemu di fase grup, Portugal kembali menang dengan catatan clean sheets. Portugal menang 2-0, berkat gol yang dicetak Pepe dan Raúl Meireles.

Pepe, Cristiano Ronaldo, dan Rui Patrício, turut menjadi bagian skuad Portugal ketika itu. Namun hanya Pepe dan Ronaldo yang bermain melawan Turki. Sedangkan Rui Patrício duduk di bangku cadangan.

Turki diprediksi akan kembali menaruh harapan pada Arda Guler saat meladeni Portugal di lagakedua Euro 2024. Wonderkid yang bermain di Real Madrid kelahiran 25 Februari 2005 itu telah membuktikan kapasitasnya di laga pertama ketika menaklukkan Georgia.

Menghadapi Georgia, Arda Guler mencetak gol kedua Turki di menit-65. Gol tersebut cukup spektakuler, karena Guler menciptakannya dari luar kotak penalti. Bola tendangan Guler melengkung ke sisi kanan atas gawang Georgia.

Lebih fantastis lagi, Arda Guler mencatat rekor baru berkat golnya. Ia menjadi pencetak gol termuda di sepanjang sejarah Euro.Saat mencetak gol itu Guler berusia 19 tahun 114 hari. Catatan Arda Guler ini memecahkan rekor sebelumnya atas nama superstar Portugal Cristiano Ronaldo. Cristiano Ronaldo menjadi pencetak gol termuda saat debutnya di Euro 2004 bersama Portugal. Ketika itu Ronaldo mencetak golnya ke gawang Yunani, tepat di usia 19 tahun 128 hari.

Tentu ini menjadi modal positif bagi Arda Guler saat menghadapi Portugal yang masih diperkuat oleh Cristiano Ronaldo. Kemampuan Guler dalam hal dribble dan long shots bisa menjadi ancaman serius di sisi kanan pertahanan Portugal.Dengan rekor pencetak gol termuda di Euro ini tentu Guler tidak akan merasa “inferior” kala berhadapan dengan Ronaldo di pertandingan nanti.Ditambah lagi Arda Guler barau saja merasakan sukses meraih gelar juara Liga Spanyol dan Liga Champion musim 2023/2024 bersama Real Madrid.

Jika melihat laga perdana Portugal menghadapi Ceko,maka Portugal perlu lebih banyak melakukan perbaikan ketika menghadapi Turki.Ronaldo yang diharapkan mampu membobol gawang lawan ternyata masih belum bisa berbuat banyak di laga melawan Ceko tersebut.

Ronaldo memang menghasilkan total 5 tendangan dan 3 di antaranya langsung mengarah ke gawang. Akan tetapi, tak ada satu pun sepakan Ronaldo yang mampu menjebol gawang Ceko. Sebagai pemain bintang, kegagalan ini jelas jadi sorotan. Karena itu sang superstar Portugal berusia 39 tahun itu bakal termotivasi untuk mencetak gol di laga melawan Turki.Demikian juga dengan Pepe.Walau belum habis Pepe memang masih memperlihatkan sisa – sisa kejayaannya.Namun usia yang sudah 41 tahun jelas terlihat mempengaruhi kecepatan dan kekuatannya dalam bermain.

Jika mampu mencetak gol maka Ronaldo dan Pepe berpeluang mencatatkan namanya sebagai pencetak gol tertua sepanjang sejarah pergelaran Piala Eropa. Saat ini, rekor pencetak gol tertua dia ajang Euro (Piala Eropa) masih dipegang striker Austria Ivica Vastic (38 tahun). Gol tersebut dicetak Vastic di Piala Eropa 2008.

Turki sendiri tercatat tampil impresif saat melawan Georgia di laga perdana.Skuad asuhan mantan bintang Timnas Italia Vincenzo Montella itu mencatat 22 percobaan tembakan ke gawang lawan.Ini membuktikan Turki memiliki lini serang yang siap untuk membombardir lini pertahanan Portugal.Pertandingan Turki melawan Georgia ini oleh para jurnalis dan pecinta sepakbola bahkan dinobatkan sebagai pertandingan terbaik di pekan pertama Euro 2024 ini.

Roberto Martinez sebagai pelatih Portugal perlu melakukan evaluasi permainan anak – anak asuhnya untuk menghadapi Turki.Ketika melawan Ceko,Ronaldo dkk memang mendominasi permainan.Namun Ceko mampu mencuri gol terlebih dahulu melalui tendangan dari luar kotak penalti Lukas Provod.Untung Martinez cepat membaca situasi dengan menarik Rafael Leao dan Diogo Dalot yang tampil tidak maksimal dengan memasukkan Diogo Jota dan Goncalo Inacio.Hasilnya aksi impresif kedua pemain pengganti ini melahirkan gol penyama kedudukan melalui bunuh diri bintang Ceko Robin Hranac.

Kemudian di injury time Martinez memasukkan sekaligus Fransisco Conceicao,Pedro Neto dan Nelson Semedo.Hasilnya terlihat positif dengan lahirnya gol penentu kemenangan Portugal.Berawal dari akselerasi Neto yang menerobos sisi kiri pertahanan Ceko yang kemudian memberi assist untuk Conceicao yang dengan sempurna sukses dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Conceicao.

Melihat hal ini selayaknya Martinez memberi kesempatan kepada para pemain pengganti tersebut untuk tampil melawan Turki.Kehadiran mereka diharapkan mampu membuat Portugal bisa lebih impresif menghadapi lini serang Turki yang terbukti tampil brilian di laga perdana mereka.

Turki akan kembali mengandalkan 2 penyerang sayapnya yaitu Arda Guler dan Kenan Yildiz.Kedua sayap muda Turki ini tampil cukup memukau dengan tusukan – tusukan mereka di sisi kiri dan kanan pertahanan lawan.Apalagi mereka tampil cukup padu dan kompak dengan bintang – bintang senior Turki seperti Hakan Calhanoglu dan Burak Yilmaz. Dari data statistik pertandingan Guller bahkan menorehkan 93 persen umpan sukses, dan memiliki daya jelajah hingga 9,31 kilometer di lapangan ketika melawan Georgia di laga perdana.

Demikian juga dengan Kenan Yildiz.Bintang muda Turki kelahiran 4 Mei 2005 yang bermain untuk Juventus ini juga tampil memukau di laga melawan Georgia.Kenan Yildiz bahkan mampu mencetak gol ke gawang Georgia.Sayang gol tersebut dianulir karena Yildiz dianggap offside.

Guler-Yildiz merupakan duet penyerang belia yang pertama sejak Piala Eropa digelar pertama kali pada tahun 1960. Bahkan, gabungan usia keduanya masih kurang setahun dari milik Ronaldo.Asalkan tidak”besar kepala” setelah cemerlang di laga perdana,keduanya akan menjadi sosok yang siap memberi terapim kejut bagi lini pertahanan Portugal. 

Kapten Timnas Turki Hakan Çalhanoğlu akan menjadi sosok pemimpin serangan Turki dari lapangan tengah. Bersama rekannya Kaan Ayhan dan Orkun Kökçü, ketiganya akan jadi nyawa permainan Timnas Turki di laga melawan Portugal nanti.

Skuad Turki sendiri cukup siap secara fisik untuk laga Big Match ini. Hanya Irfan Can Kahveci yang diragukan tampil karena kurang fit.Sedangkan skuad Portugal juga cukup fit untuk menjalani laga melawan Turki.Tidak ada pemain Portugal yang terkendala dalam hal kondisi fisik seusai laga melawan Ceko.

Pertandingan saya prediksi akan berjalan menarik dengan adanya aksi perang terbuka diantara kedua tim dalam membangun serangan.Walau banyak kalangan memprediksi Portugal akan unggul dalam pertandingan ini,saya secara pribadi melihat Turki kali ini punya peluang untuk menaklukkan Portugal di laga Big Match Grup F ini.

Namun jika Portugal mampu memperbaiki kekurangan yang ada di laga  perdana mereka tidak menutup kemungkinan laga ini akan berakhir imbang.

Bagikan: