MEDANSPORT.ID – MEDAN – Final Supercopa de Espana 2023 menjadi kesempatan kedua tim merengkuh trofi musim ini. Rekor pertemuan El Clasico dalam 5 pertandingan terakhir mengunggulkan Madrid. Pun Los Blancos punya catatan lebih baik dari Blaugrana di 5 partai Supercopa terakhir keduanya.
Pertarungan gengsi serta musuh bebuyutan ini digelar di Stadion King Fahd, Arab Saudi, Senin (16/1/2023) pukul 02.00 WIB. Hanya saja, jelang pertandingan, situasi tim Barcelona bisa dibilang lebih prima dibandingkan Real Madrid yang datang tanpa dua pemain, yakni Aurélien Tchouaméni dan David Alaba.
Ditambah, di laga terakhir 3 pemain Madrid dikabarkan cedera dan diragukan tampil di final. Sedangkan Barcelona nyaris tak kehilangan pemain dengan kembali mendapatkan jasa Robert Lewandowski selepas skorsing di beberapa pertandingan LaLiga Spanyol. Situasi jadwal pertandingan ke depan juga menguntungkan Barcelona.
Ada pun kedua tim ini sama-sama lolos ke final lewat adu penalti. Madrid ditahan imbang Valencia 1-1 (pen 4-3) dalam partai semifinal, Kamis (12/1/2023). Situasi sama dihadapi Barcelona saat melawan Real Betis di semifinal. Blaugrana mengakhiri pertandingan lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 (pen 2-4) pada Jumat (13/1/2023).
Barcelona berpeluang akan bermain lebih all out dalam laga final ini. Hal ini bisa saja terjadi dengan menilik fakta, bahwa Barcelona tak memiliki fokus lagi di Liga Champions musim ini lantaran tersingkir di fase grup dan terlempar ke Europa League. Selain itu, Blaugrana mengalami paceklik gelar selama 3 musim terakhir dengan hanya merengkuh 1 trofi Copa del Rey pada 2021 silam.
Jadwal pertandingan juga menguntungkan Barcelona. Pekan depan mereka bertemu tim divisi ketiga Liga Spanyol, AD Ceuta di Copa del Rey yang praktis membuat Barcelona lebih berpeluang melakukan rotasi pemain. Di Liga Spanyol, mereka ditantang dua tim papan tengah Getafe dan Girona, hingga penghujung Januari.
Pun kebugaran tim dipastikan dalam kondisi prima, tanpa pemain yang dikabarkan mengalami cedera. Keseriusan Barca dalam menatap Supercopa pernah diutarakan sang pelatih, Xavi Hernandez, jelang turnamen singkat ini. Ia yang awalnya sempat tak ingin terlalu berfokus pada Supercopa lantaran jadwal padat, kini justru berambisi memenangkan gelar Supercopa.
Kemenangan bagi Barca tentu saja menjadi upaya legitimasi tim, bahwa mereka yang mengalami paceklik gelar di 3 musim terakhir masih layak untuk berbicara banyak di kompetisi domestik, setidaknya dengan mengamankan 1 trofi Supercopa.
“Saya di sini untuk memenangkan gelar dan jika tidak ada gelar musim ini, Anda akan membunuh saya. Jadi lakukanlah,” ucap Xavi jelang turnamen dikutip dari beIN Sports. Situasi tak lebih baik dialami Madrid yang datang tak membawa Tchouaméni dan Alaba. Selain itu, terbaru mereka mengganti Lucas Vazquez, Eduardo Camavinga, dan Eder Militao di pertandingan lantaran sempat mengalami cedera.
Pemain ini diragukan tampil di final. Adapun, Madrid menjalani kalender berat Januari ini. Setelah Supercopa, mereka masih ditantang Villareal di Copa del Rey. Selanjutnya, El Real akan bergantian meladeni Athletic Bilbao dan Real Sociedad. Tiga tim itu sama-sama bersaing di papan atas LaLiga. Jika menilik fakta ini, Madrid bisa saja sedikit mengendurkan ambisi perburuan Supercopa demi kelanjutan kiprah mereka di dua kompetisi yang bisa dibilang lebih prestise dari Supercopa.
Apalagi, di LaLiga Los Blancos masih tertinggal 3 poin dari Barca. Akan tetapi, Madrid adalah juara bertahan Supercopa musim lalu, sebaliknya Barcelona terakhir merengkuh gelar ini pada 2018. Madrid masih tertinggal 1 gelar dari Barcelona. Keduanya masing-masing Madrid merengkuh 12 gelar Supercopa, dan Barcelona 13 gelar Supercopa. Kemenangan akan membuat El Real menyamai torehan Barcelona.





