MEDANSPORT.ID – MEDAN – “Bagi saya bertemu Ricky Yacob merupakan momen membanggakan karena dia idola saya sejak kecil. Sampai-sampai posternya saya tempel di dinding kamar saya dan aksinya bersama Timnas selalu saya tunggu di layar TVRI waktu itu”. Demikian kenang pemerhati PSMS Medan, Indra Efendi Rangkuti, kemarin.
Ya, kata dia, tepat dua tahun sudah Ricky Yacob dipanggil sang Khalik. Namun sungguh banyak kenangan indah yang tak terlupakan oleh Indra Efendi Rangkuti. Apalagi dirinya sempat berfoto bersama dengan sang idola.
“Hari ini genap 2 tahun bang Ricky Yacob dipanggil Allah SWT. Selamat jalan striker idolaku. Semoga bang Ricky Husnul khotimah. Kenangan bersama bang Ricky akan tetap hidup di hati para pecinta sepakbola Indonesia,” sebut Indra Efendi Rangkuti.
Diketahui, Ricky Yacob lahir di Medan, 12 Maret 1963 adalah seorang pemain sepak bola legendaris PSMS, Arseto dan Timnas Indonesia. Darah sepakbolanya menurun dari sang ayah, Yacob. Ayahnya juga pernah menjadi pesepakbola walau tidak setenar dirinya. Pemain yang asli warga Kelurahan Madras (Kp.Keling) memulai karirnya di sepakbola dengan bergabung di klub anggota PSMS Medan yaitu Putra Abadi.
Kemudian pada 1978 Ricky pindah ke klub Srinaga.Bakatnya yang besar membawanya kemudian bergabung dengan klub Teras yang seperti halnya Perisai dibina oleh Ditjend Pajak dan dilatih Wibisono.

Aksinya yang mantap di lapangan kemudian membuat pelatih Edy Simon bersama asistennya Subekti menariknya untuk bergabung di PSMS Jr yang dipersiapkan untuk menghadapi Suratin Cup 1980. Ricky pun kemudian bergabung dalam Tim PSMS junior bersama Eddy Harto, Langkat Sembiring, Juanda, Benny Van Breukelen, Musimin, Sutrisno, Taufik Azhari, Azhari Rangkuti, Rapeno, Bambang Usmanto dan lainnya.
Di tim ini Ricky Yacob dkk tampil memukau dan meyakinkan hingga akhirnya sukses menghantarkan PSMS junior menjadi Juara Suratin Cup 1980 setelah mengalahkan Persiter Ternate 3-0 di Final.
Aksinya yang memikat kemudian membuat Pelatih PSMS Sr Yuswardi memanggil Ricky Yacob beserta Supardi, Bambang Usmanto dan Juanda untuk memperkuat PSMS di babak 6 Besar Divisi Utama PSSI 1980 mendampingi senior-seniornya seperti Taufik Lubis, Suparjo, Suwarno, Parlin Siagian, Nobon dan lain-lain.





