MEDANSPORT.ID – JAKARTA – Olimpiade Paris 2024 saat ini tengah bergulir sejak 26 Juli hingga 11 Agustus mendatang. Indonesia sendiri mengirimkan 29 atlet terbaiknya yang tersebar di sejumlah cabang olaharga.

Menjadi pesta olahraga paling bergengsi di dunia, menarik rasanya untuk menengok kembali sejarah keikutsertaan Indonesia di Olimpiade. Susy Susanti menjadi legenda Olimpide Indonesia, karena berhasil menyumbang emas pertama untuk Tanah Air.

Olimpiade sendiri sejatinya sudah berlangsung sejak tahun 1896 di Athena, Yunani. Dalam perjalanannya, beberapa edisi Olimpiade sempat dibatalkan karena adanya perang dunia, hingga pandemi COVID-19.

Indonesia sendiri, baru berpartisipasi di Olimpiade ke-15, yang digelar di Finlandia pada tahun 1952. Dalam keikutsertaannya, butuh 40 tahun bagi Indonesia untuk meraih medali emas pertama dan membuat Merah Putih berkibar di tiang tertinggi.

Susy Susanti melalui cabang olahrga bulutangkis, di nomor tunggal putri berhasil mencetak sejarah sebagai peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992.

Di final nomor tunggal putri, Susy Susanti sukses mengalahkan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun untuk menggondol medali emas. Keberhasilan Susy Susanti menyegel medali emas tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi Indonesia, Asean atau Olimpiade.

Pemilik nama lengkap Lucia Francisca Susy Susanti Haditono itu tidak hanya menjadi atlet pertama Indonesia yang mampu mempersembahkan emas kepada Merah Putih. Lebih dari itu, ia juga menjadi sosok pertama dalam sejarah ASEAN yang memenangkan medali emas di Olimpiade.

Tak berhenti sampai di situ, Susy juga menjadi peraih emas pertama di sektor tunggal putri cabor badminton Olimpiade. Kebetulan pula, Olimpiade Barcelona 1992 menjadi yang pertama menggelar pertandingan tunggal putri di Olimpiade.

Atas prestasi tersebut, tak salah jika menganggap Susy Susanti sebagai salah satu sosok paling membanggakan di tanah air. Di Olimpiade Barcelona, cabor bulutangkis berhasil mengawinkan medali emas di nomor tunggal putri melalui Susy Susanti dan tunggal putra lewat Alan Budikusuma.

Sejak saat itu, Susy Susanti dianggap pelopor medali emas bagi Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya di Olimpiade. Susy pun kembali meraih medali di Olimpiade Atlanta 1996, meski bukan emas, melainkan perunggu. (dls/nt)

Bagikan: