MEDANSPORT.ID-MEDAN-Inggris akan berhadapan dengan Swissl di babak 8 Besar Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Inggris dengan Swissl ini akan digelar pada Sabtu, 6 Juli 2024, pukul 23.00 WIB di Stadion Düsseldorf Arena, Düsseldorf, Jerman.
Inggris lolos ke babak 8 besar Euro 2024 setelah di babak 16 besar menaklukkan Slovakia 2-1. Sedangkan Swiss lolos ke 8 besar Euro 2024 setelah di 16 besar menaklukkan Italia 4-1.
Dikutip dari berbagai sumber Timnas Inggris dan Swiss tercatat sudah pernah bertemu 27 kali di semua ajang. Dalam pertemuan tersebut Inggris unggul head to head dengan 19 kemenangan. Sedangkan Swiss meraih 3 kemenangan dan 5 kali pertemuan berakhir imbang.
Terakhir kali Swiss mengalahkan Inggris terjadi saat laga Kualifikasi Piala Dunia 1982 yang digelar di Basel pada 30 Mei 1981. Kala itu Swiss menang 2-1 berkat gol Fredy Scheiwiler dan Claudio Sulser yang hanya dibalas oleh satu gol oleh Inggris yang dicetak bintang Liverpool Terry McDermott.
Inggris walaupun berstatus unggulan, hingga laga 16 besar belum menunjukkan penampilan yang menjanjikan untuk disebut sebagai tim calon juara. Hingga saat sang pelatih Gareth Southgate terkesan masih mencari komposisi yang ideal di timnya. Kepingan puzzle yang dibutuhkan Southgate tampak jelas ada di lini tengah, yakni menemukan tandem yang tepat untuk bintang Arsenal Declan Rice.
Pada 2 laga awal di penyisihan grup, Trent Alexander-Arnold yang diberi kepercayaan menjadi starter dan 1 kali sebagai pengganti. Pemain Liverpool itu sejatinya berposisi bek kanan, tapi di posisi itu sudah ada bek kanan Manchester City Kyle Walker.
Jangkauan umpan dan visi Arnold memang bisa menjadi senjata untuk Inggris. Namun di lain sisi ia rentan dicecar lawan karena kurang andal dalam duel-duel perebutan bola, sehingga mengganggu keseimbangan tim apalagi Arnold kerap kalah dalam duel perebutan bola di lini tengah akibatnya keseimbangan Inggris saat bertahan dan menyerang jadi terganggu.
Di laga ke-3 penyisihan grup, giliran gelandang Chelsea Conor Gallagher yang menjadi starter. Tapi ia juga tidak bermain penuh, karena digantikan gelandang Manchester United Kobbie Mainoo pada interval pertandingan.
Kemudian saat menghadapi Slovenia di 16 besar, giliran Kobbie Mainoo yang menjadi starter. Ia juga tidak bermain penuh. Saat itu Inggris sedang tertinggal 0-1 lalu Southgate mengganti Mainoo dengan winger Crystal Palace Eberechi Ezepada menit ke-84.
Hal sangat berbeda terjadi di Timnas Swiss.Sang pelatih Murat Yakin selalu mengandalkan bintang Bayer Leverkusen Granit Xhaka dan bintang Bologna Remo Freuler sebagai gelandang. Keduanya bahkan selalu menjadi starter pada 4 laga yang sudah dijalani Swiss. Menarik menantikan komposisi lini tengah Inggris untuk menandingi duet Xhaka dan Freuler.
Catatan lainnya bagi Southgate, adalah keputusannya yang terus mengandalkan winger Arsenal Bukayo Saka dan winger Manchester City Phil Foden sebagai sayap. Keduanya memang tampil menawan bersama klubnya masing – masing, namun di Timnas Inggris keduanya tampil tidak meyakinkan. kontribusi terbaik keduanya sejauh ini di The Three Lions adalah 1 assist yang dibuat Saka di matchday pertama ketika Inggris menaklukkan Serbia 1-0.
Padahal Southgate masih memiliki amunisi lain yang bisa diandalkan sebagai winger. Sosok tersebut winger Chelsea Cole Palmer dan winger Newcastle United Anthony Gordon. Keduanya juga tampil gemilang bersama klubnya musim lalu. Cukup aneh memang Southgate tidak melirik mereka untuk menggantikan duet Bukayako Saka dan Phil Foden.
Tentunya jika melihat fakta bahwa Timnas Swiss nyaris mengalahkan Jerman di laga penyisihan grup kemudian sukses menaklukkan Italia di babak 16 besar, bakal membuat Southgate lebih waspada. Pemilihan pemain bakal menjadi kunci bagi Inggris untuk memenangkan laga melawan Swiss di babak 8 besar ini.
Inggris sendiri menghadapi masalah di babak 8 besar ini. Centre back Crystal Palace Marc Guehi dipastikan tak bisa bermain untuk pertandingan melawan Swiss, menyusul kartu kuning yang diterimanya saat pertandingan babak 16 besar melawan Slovakia. Absennya Guehi itu bisa membuat Southgate mengubah formasi pemain yang diturunkan. Centre back Aston Villa Ezri Konsa disebut-sebut sebagai pemain yang kemungkinan besar akan menggantikan posisi Guehi di babak 8 besar ini. Selain itu centre back Brighton & Hove Albion Lewis Dunk juga bisa menjadi opsi untuk dimainkan sebagai pendamping centre back Manchester City John Stones di jantung pertahanan.
Kabar baik juga muncul untuk Southgate seiring pulihnya bek kiri Manchester United Luke Shaw. Luke Shaw yang sudah absen dari lapangan hijau sejak 5 bulan lalu dikabarkan telah mengikuti semua sesi pelatihan bersama rekan – rekannya jelang 16 besar lalu. Namun hingga 16 besar usai Luke Shaw belum juga dimainkan. Tentu muncul keraguan tentang kesiapan Luke Shaw untuk tampil di babak 8 besar ini.Kemungkinan jika dirinya dimainkan hanya sebagai pengganti. Dengan situasi itu, bek kiri Newcastle United Kieran Tripper akan tetap menjadi pilihan utama di laga 8 besar nanti.
Sang kapten Inggris Harry Kane akan berusaha kembali meningkatkan performanya setelah awal yang kurang memuaskan di Euro 2024 ini. Striker Bayern Muenchen ini juga sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi setelah gol yang dicetaknya pada babak perpanjangan waktu melawan Slovakia di babak 16 besar menjadi penentu kemenangan Inggris atas Slovakia sekaligus memastikan kelolosan Inggris ke babak 8 besar.
Pelatih Swiss Murat Yakin juga mendapat kabar baik menghadapi babak 8 besar ini. Bek kanan asal klub Mainz 05 Silvan Widmer yang absen di laga 16 besar melawan Italia karena akumulasi kartu kini siap untuk ditampilkan.Silvan Widmer sudah membuktikan dirinya layak menjadi pilihan utama dengan penampilannya yang gemilang selama babak penyisihan grup.Kehadiran Widmer akan memberi rasa aman di sisi kanan pertahanan Swiss.
Kecemerlangan penampilan kiper senior Swiss Yan Sommer bakal memberi rasa aman di lini pertahanan Swiss. Hanya saja trauma kegagalan Sommer dalam adu penalti seperti di Euro 2016 dan 2020 tentu bakal menjadi tantangan bagi Swiss jika laga harus berlanjut ke drama adu penalti.
Di lini depan penyerang Swiss Ruben Vargas dan Breel Embolo mungkin akan tampil untuk menggedor pertahanan Inggris di laga nanti. Striker Bologna Dan Ndoye yang sebelumnya bermain apik ketika Swiss menaklukkan Italia, bisa tetap dipertahankan dengan menempatkannya di posisi tiga penyerang. Demikian juga dengan bintang Vfb Stuttgart Fabian Rieder yang juga tampil bagus ketika melawan Italia juga berpeluang untuk tampil melawan Inggris nanti.
Menarik juga untuk menyaksikan duel antara Granit Xhaka dengan Declan Rice di pertandingan nanti.Granit Xhaka adalah gelandang bertahan Arsenal pada periode 2016 – 2023. Ketika Xhaka hijrah ke Bayer Leverkusen pada akhir musim 2022/2023 Arsenal merekrut Declan Rice dari West Ham United untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Xhaka. Menarik untuk melihat aksi keduanya dalam perang penguasaan lapangan tengah di babak 8 besar nanti.
Pertandingan saya prediksi akan berjalan menarik dengan adanya aksi perang terbuka diantara kedua tim dalam membangun serangan. Swiss sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi dan Inggris yang berusaha bangkit untuk menunjukkan bahwa mereka masih layak untuk menjadi calon juara tentu akan tampil “habis – habisan” di laga ini.Walau banyak kalangan memprediksi Inggris akan unggul dalam pertandingan ini karena head to head mereka yang cukup baik ketika menghadapi Swiss, saya secara pribadi melihat Swiss kali ini punya peluang besar untuk menaklukkan Inggris di babak 8 besar ini sekaligus melangkah ke Semifinal.
Jika laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu maka Inggris yang lebih berpeluang untuk menang karena sudah terbukti kemampuan mereka melalui babak perpanjangan waktu dengan kemenangan ketika menaklukkan Slovakia di babak 16 besar.
Namun jika pertandingan berlanjut hingga drama adu penalti maka ini akan menjadi laga yang mendebarkan bagi kedua tim karena Inggris dan Swiss punya catatan buruk ketika menghadapi drama adu penalti.Artinya faktor keberuntunganlah yang akan menentukan tim yang akan menang dan lolos ke Semifinal.
