Inggris akan berhadapan Slovenia pada laga ketiga sekaligus penutup Grup C Piala Eropa 2024 (Euro 2024). Pertandingan Inggris dengan Slovenia akan berlangsung di pada Rabu 26 Juni 2024 pukul 02.00 WIB di Rhein Energie Stadion, Cologne, Jerman.
Inggris saat ini memuncaki klasemen Grup C dengan 4 poin setelah menaklukkan Serbia 1-0 di laga perdana dan imbang 1-1 dengan Denmark di laga kedua. Slovenia kini menduduki posisi ketiga dengan torehan 2 poin hasil imbang 1-1 dengan Denmark di laga perdana dan imbang 1-1 dengan Serbia di laga kedua. Slovenia dan Denmark saat ini bersaing ketat karena memiliki nila sama.
Inggris hanya membutuhkan hasil seri dengan Slovenia untuk memastikan lolos otomatis ke 16 Besar. Sedangkan Slovenia harus meraih kemenangan untuk membuka peluang lolos ke 16 besar walau masih harus menunggu hasil pertandingan Denmark dengan Serbia pada saat bersamaan, jadi bisa disebut pertandingan ini adalah laga “hidup mati’ bagi kedua tim.
Dikutip dari berbagai sumber Inggris dengan Slovenia telah bertemu sebanyak 6 kali dalam berbagai ajang. Inggris meraih 5 kali kemenangan,1 kali imbang dan Slovenia belum pernah meraih kemenangan dalam laga kedua tim.
Satu-satunya pertemuan Inggris dengan Slovenia dalam putaran final turnamen resmi, adalah saat pertandingan terakhir penyisihan Grup C Piala Dunia 2010 Ketika itu, Inggris menang tipis 1-0 atas Slovenia.Gol kemenangan Inggris saat itu dicetak oleh Jermain Defoe.
Walau demikian Timnas Slovenia juga patut diwaspadai. Pasalnya The Dragon pernah 1 kali menahan Inggris ketika Kualifikasi Piala Dunia 2018, yang berlangsung tahun 2016.Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Stozice Ljubljana Slovenia pada 12 Oktober 2016 itu Slovenia berhasil menahan imbang Inggris 0-0.
Timnas Slovenia masih menyisakan sejumlah line-up pemain dari hasil imbang tersebut seperti kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Kemudian ada pula Jasmin Kurtic, Ben Verdic, serta Josip Ilicic. Sedangkan Inggris masih menyisakan John Stones dan Kyle Walker dari pertemuan tahun 2016 silam.
Tentu menarik menantikan pertarungan antara kedua tim dinihari nanti. Walau berada di posisi yang lebih menguntungkan, Inggris harus tetap waspada karena hasil buruk bisa saja membuat nasib mereka menjadi sulit jika lolos ke-16 Besar. Ini disebabkan jika Inggris kalah dan Denmark menang maka Slovenia dan Denmark yang akan menduduki peringkat 1 dan 2 grup C sedangkan Inggris harus turun ke peringkat 3. Tentu posisi ini tidak menguntungkan Inggris ketika memasuki babak 16 Besar karena berpotensi bertemu lawan berat.
Inggris diperkirakan tidak akan mudah mengalahkan Slovenia. Penampilan Inggris dalam 2 laga awal tidak menunjukkan bahwa mereka adalah tim unggulan sekaligus Runner-up Euro 2020. Secara statistik, Inggris memang bisa melepaskan 8,5 tembakan per laga, tapi hanya 3,5 tembakan yang menjadi shots on target.
Pelatih Inggris Gareth Southgate banyak dihujani kritik terkait pilihan starter Timnas Inggris dalam 2 laga awal. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah keputusan menduetkan bintang Liverpool Trent Alexander-Arnold dan bintang Arsenal Declan Rice sebagai duet gelandang bertahan. Southgate dinilai terlalu memaksakan Arnold, yang idealnya berposisi sebagai bek sayap.Padahal Cole Palmer dan Kobbie Mainoo masih bisa menjadi opsi yang bisa dilirik oleh Southgate.
Jangkauan umpan dan visi Arnold memang bisa menjadi senjata untuk Inggris. Namun di lain sisi ia rentan dicecar lawan karena kurang andal dalam duel-duel, sehingga mengganggu keseimbangan tim, apalagi Arnold kerap kalah dalam duel perebutan bola di lini tengah akibatnya keseimbangan Inggris saat bertahan dan menyerang jadi terganggu.
Southgate berdalih pilihan untuk memasang Arnold terkait minimnya opsi di barisan tengah seiring absennya Kalvin Philips. Praktis laga melawan Slovenia jadi ujian bagi Inggris untuk melakukan penyesuaian atau justru tetap dengan komposisi serupa.Tekanan dan kritik yang kini bertubi – tubi datang ke Southgate seharusnya bisa menjadi motivasi bagi sang pelatih untuk memperbaiki taktik permainan yang akan dikembangkannya.
Selain mencoba Cole Palmer dan Kobbie Mainoo untuk menggantikan Arnold, ada opsi lain bagi Southgate yaitu menarik Jude Bellingham bermain lebih ke dalam menggantikan Arnold. Peran itu juga sempat dimainkan Bellingham ketika bermain di Birmingham City dan Borussia Dortmund. Menurunkan Bellingham ke zona lebih dalam memungkinkan Southgate untuk memberi ruang bagi sejumlah pemain bertipe menyerang.
Permainan menyerang Slovenia cukup menarik ditonton sejauh ini. Dengan 11 tembakan per laga dan 3 shots on target per laga, Slovenia memang bermain cukup ofensif. Kuncinya adalah mereka harus bermain lebih efektif karena baru 2 gol yang mereka ciptakan dalam 2 partai yang mereka jalani.
Di sisi lain skuad asuhan Matjaz Kek ini sedang berada di situasi sulit. Striker utama mereka, Benjamin Sesko, diragukan prima 100 persen karena tak bermain 90 menit penuh lawan Serbia akibat kram. Kemudian sang kiper sekaligus kapten, Jan Oblak dikabarkan sempat tak hadir dalam latihan sesi Sabtu 22 Juni 2024 lalu.Tentu ini juga menjadi sesuatu yang memusingkan bagi sang pelatih.
Namun ada kelemahan Inggris yang bisa dimaksimalkan Slovenia dalam laga nanti. Macetnya distribusi bola dapat jadi kesempatan bagi Slovenia untuk mencuri kesempatan. Terlebih mereka punya dua bek sayap gesit yakni Zan Karnicnik dan Erik Janza. Kedua pemain itu adalah pencetak seluruh gol Slovenia sejauh ini di Euro 2024.
Tusukan dari sayap jadi kekuatan utama Slovenia. Ini bisa kembali diterapkan mengingat kemampuan sayap Inggris tak begitu mentereng. Gerak-gerik Phil Foden di sebelah kiri dan Bukayo Saka di sisi kanan belum ganas dan mengancam.tentu ini bisa menjadi makanan empuk bagi sayap – sayap Slovenia.
Selain itu Inggris punya kelemahan dalam mengantisipasi tendangan jarak jauh. Para pemain Inggris kerap kali terlambat menutup pemain akan yang melakukan tendangan jarak jauh ke arah gawang Inggris.
Hal ini bakal dimanfaatkan Slovenia pada laga nanti. Matjaz Kek yakin hal tersebut bakal efektif karena Slovenia punya penembak jitu semacam Benjamin Sesko.Jika fit maka Sesko bakal menjadi ancaman serius karena kemampuannya mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak penalti.
Menarik menanti laga Inggris dengan Slovenia nanti.Kedua tim pasti akan bermain dengan sengit karena ini laga penentuan bagi mereka. Melihat fakta – fakta di atas saya memprediksikan laga ini akan berakhir imbang. Namun tidak mustahil Slovenia bisa mencuri kemenangan jika Inggris tidak juga mampu mengatasi problem lini tengah akibat buruknya penampilan duet Trent Alexander-Arnold dan Declan Rice.
