“Dalam kesempatan ini saya mengajak semua pihak untuk sama sama berperan demi suksesnya lima misi tersebut. Memang semua persiapan itu tetap harus berpedoman pada budget .Saya yakin rencana yang sudah disusun tentunya sudah sangat bagus demi suksesnya PON,.Yang jelas kita sebagai tuan rumah harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaiknya,” katanya.
Dalam kesempatan itu ia juga mengajak semua insan olah raga untuk memanfaatkan rasa memiliki olahraga dengan memanfaatkan dukungan dukungan yang bisa dihimpun dari semua pihak untuk kejayaan olahraga di daerah itu.
Sekali lagi semuanya itu harus tetap mengedepankan tertib administrasi dan semuanya itu harus masuk dalam sistem . Pada saat dirinya diamanahkan sebagai PJ Gubernur Sumut, salah satu yang ditekankan adalah untuk memperhatikan penyelenggaraan PON oleh bapak presiden.
Pengalaman pengalaman penyelenggaraan PON di beberapa provinsi sebelumnya yang berakhir kurang bagus dari sisi tertib administrasi harus menjadi pelajaran bagi Sumatera Utara. Semua tidak perlu ragu menjalankan apa yang sudah direncanakan jika tetap berpedoman pada tertib administrasi dari lima misi sukses yang di usung di PON mendatang.
“Tidak seorangpun yang menentukan masa depan dan harga diri kita melainkan kita sendiri. Orang lain hanya bisa mentertawakan manakala kita gagal. Jadi harga diri tidak bisa ditukar dengan “Bika Ambon”.Harga diri kita adalah tetap juara.,” tambahnya.
Sebelumnya Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan persiapan Sumut saat ini untuk menghadapi PON XXI/2024 terus dimatangkan terutama dalam sisi persiapan atlet. Untuk tahun 2023blalu ada 1.048 atlet dan 218 pelatih dari 56 pengprov mengikuti program Pelatda jangka panjang.
Saat ini tercatat ada 70 atlet yang masuk kategori elite atau super prioritas. Mereka adalah atlet yang meraih medali emas pada kejurnas tahun 2022 dan 2023. Sementara ada 165 atlet yang masuk kategori prioritas yang merupakan atlet peraih perak dan perunggu di kejurnas.
“Kita harapkan dari 235 atlet yang masuk kategori super prioritas dan prioritas ini, 30 persen saja bisa meraih emas tentu kita sudah ada di posisi empat besar di PON mendatang, ” katanya.
Tentunya jika hendak masuk dalam tiga besar atau dua besar harus berjuang lebih keras lagi, karena berdasarkan sejumlah kejurnas tahun 2022 dan 2023 pada sejumlah kejurnas, dominasi peraihan emas masih didominasi atlet dari tiga provinsi di Jawa yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Memang sampai sekarang ketiga provinsi itu tetap memiliki SDM SDM yang lebih.Inilah yang menjadi salah satu tantangan, bagaimana kita bisa dan mampu bersaing dengan mereka. Ini tentunya butuh dukungan semua pihak, baik pengprov, pelatih dan semua insan olahraga di. Sumatera Utara.
Sementara Kadispora Sumut Baharuddin Siagian memaparkan untuk persiapan tuan rumah PON XXI/2024, beberapa langkah yang dilakukan diantaranya membangun sejumlah venue baru maupun melakukan renovasi dari pasilitas yang sudah ada.
Saat ini pembangunan stadion dan sejumlah venue sedang berlangsung di Desa Sena Kabupaten Deli Serdang dan direncanakan akhir Agustus sudah selesai dikerjakan. Demikian juga renovasi terhadap sejumlah venue juga sedang dan sudah selesai dikerjakan.
“Stadion di Desa Sena dan venue untuk martial art sedang berlangsung pembangunannya. Beberapa venue yang direhap juga sudah hampir rampung seperti GOR Futsal dan lainnya,” beber Bahar. (*)





