MEDANSPORT.ID – MEDAN – Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam di laga kedua grup D Piala Asia 2024. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, pada Jumat (19/1/2024) pukul 21.30 WIB.

Kemenangan menjadi syarat mutlak dan wajib bagi kedua tim untuk lolos lolos ke fase gugur, Pada laga pertama Indonesia menelan kekalahan 1-3 dari Irak, pada Senin (15/1/2024) lalu. Sedangkan Vietnam takluk 2-4 di tangan Jepang pada Minggu (14/1/2024).

Indonesia dan Vietnam sudah sering berhadapan dalam berbagai kesempatan. Total Indonesia dan Vietnam sudah berhadapan sebanyak 27 kali. Hasilnya, Indonesia menang delapan kali, Vietnam menang delapan kali, dan 11 pertandingan berakhir dengan hasil imbang.

Kemenangan terakhir Indonesia atas Vietnam diraih pada 3 Desember 2016. Indonesia menang 2-1 saat bertanding di leg I semifinal Piala AFF 2016. Kemenangan 2-1 itu diraih saat bermain di kandang yaitu di Stadion Pakansari.

Setelah laga itu, ada enam pertandingan antara Indonesia dengan Indonesia. Hasilnya Indonesia tiga kali kalah dan imbang. Vietnam benar-benar lebih unggul atas Indonesia dalam 7 tahun terakhir.

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia sudah empat kali berhadapan dengan Vietnam. Hasilnya, Indonesia belum pernah menang dengan hasil dua kali imbang dan dua kali menelan kekalahan.

Lebih parahnya lagi, di bawah asuhan Shin Tae-yong,Timnas Indonesia belum pernah membobol gawang Vietnam. Sedangkan lini belakang Indonesia sudah dibobol Vietnam sebanyak enam kali.

Tentu ini menjadi catatatan menarik jelang laga ke-28 antara Indonesia dengan Vietnam di Piala Asia 2024 ini. Indonesia tampil cukup solid pada duel lawan Irak. Yakob Sayuri dapat banyak pujian karena aksinya. Sementara, di kubu Vietnam, ada Nguyen Dinh Bac yang mampu mencuri perhatian.

Pemain 19 tahun itu sukses membobol gawang Jepang di tengah solidnya lini pertahanan Jepang. Pada pertandingan melawan Irak tersebut pelatih Shin Tae-yong menurunkan 4 pemain bernaluri bertahan sekaligus. 3 pemain khusus memagari lini belakang, kemudian 1 pemain lainnya ditempatkan di lini tengah.

Dengan skema tersebut Indonesia lumayan sanggup meredam agresivitas serangan Irak. Statistik laga menunjukkan bahwa Timnas Irak menghasilkan 3 gol dari 15 tembakan (5 on target). Data tersebut menunjukkan bahwa lini tengah dan belakang Timnas Indonesia belum sempurna dan rentan kebobolan. Sisi positifnya gol lawan terbilang minim yang datang dari blunder Indonesia.

Laskar Garuda juga terbilang mampu mengatasi potensi fatal dari kesalahan yang muncul. Pada laga perdana kontra Irak, Timnas Indonesia sanggup melakukan 25 tekel, 10 intersep, dan 21 sapuan.

Indonesia juga memenangkan 47 duel udara. Timnas Indonesia yang lebih banyak ditekan hanya menguasai 35 persen ball possession, serta melepaskan 8 tembakan (1 on target). Bagusnya, satu tembakan tepat sasaran tersebut langsung berujung gol.

Aksi tak kalah yahud juga diperlihatkan oleh Vietnam. Walaupun kalah 2-4 di tangan Jepang pada pertandingan pertama, Vietnam mampu menunjukkan perlawanan sengit dan berkelas. Mereka bahkan sempat unggul 2-1 atas Jepang.

Timnas Vietnam juga menunjukkan permainan yang bagus. Mereka sanggup menguasai 42 persen ball possession, dan melepaskan 6 tembakan (3 on target).Tentu ini juga harus menjadi perhatian terutama buat lini belakang Timnas Indonesia.

Apalagi dalam laga melawan Jepang Vietnam menunjukkan bahwa counter attack yang mereka miliki juga cukup mampu merepotkan lini belkang Jepang. Padahal Jepang memiliki skuad pertahanan yang mumpuni yang ditempa di Liga jepang maupun di kompetisi Eropa.

Tentu hal ini menjadi perhatian bagi skuad Timnas Indonesia untuk betul-betul berkonsentrasi menjaga setiap jengkal lini pertahanannya dari serangan balik Vietnam yang berbahaya ini.

Tentunya Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih diharapkan mampu memaksimalkan kecepatan yang dimiliki Yakob Sayuri dan Marselino Ferdinan untuk membongkar lini pertahanan Vietnam yang mungkin lowong ketika Vietnam melancarkan serangan balik.

Tentu ini menjadi PR berat bagi STY untuk memupus rekor buruknya melawan Vietnam selama menangani Timnas. Dengan melihat fakta-fakta di atas Vietnam memang sedikit diunggulkan atas Indonesia.

Namun jika STY mampu memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kekurangan yang ada pada Timnas di laga melawan Irak, maka saya memprediksikan Indonesia akan mampu menahan imbang Vietnam dalam pertandingan ini. (***)

Bagikan: