Pihak AC Milan beranggapan dengan segudang pengalaman dan prestasi yang diperolehnya sebagai pesepakbola khususnya kala memperkuat AC Milan selama 10 musim akan membuatnya mampu mengangkat prestasi AC Milan yang kala itu tengah terpuruk pasca hengkangnya salah satu generasi emasnya.

Seperti Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Kaka, Andrei Shevchenko, Paolo Maldini, Andrea Pirlo, Thiago Silva, Mark Van Bommel dan lain – lain. Namun sayang prestasinya sebagai pelatih tidak secemerlang karirnya sebagai pemain di AC Milan dan berujung pemutusan kontrak di akhir musim 2013/2014.

Meski demikian Seeddorf hingga kini tetap dihormati di AC Milan dan kerap mengunjungi skuad AC Milan di Milanello dan San Siro. Salah satu bentuk support yang diberikan oleh Seedorf adalah ketika musim Serie A 2021/2022 memasuki akhir di mana AC Milan terlibat persaingan sengit dengan Inter Milan dalam perebutan
Scudetto, Seedorf secara khusus hadir di Milanello (pusat latihan AC Milan) untuk memberi dukungan dan semangat kepada pelatih AC Milan Stefano Pioli dan seluruh pemain AC Milan.

Clarence Seedorf bersama rekan setimnya di AC Milan Paolo Maldini dan Filippo Inzaghi.

Dan support ini berbuah positif dengan kesuksesan AC Milan meraih Scudetto musim 2021/2022. Kesuksesannya di Ajax,Real Madrid dan AC Milan ternyata berbanding terbalik dengan kiprahnya bersama Timnas Belanda.Bersama Timnas Belanda dirinya hanya tampil di Piala Eropa 1996,Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 dengan status bukan pilihan utama.

Bahkan di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 Guus Hiddink dan Frank Rijkaard sebagai pelatih lebih memilih Edgar Davids sebagai pilihan utama di tengah daripada dirinya. Bahkan yang lebih mengejutkan dirinya sama sekali tak dilirik Marco Van Basten untuk memperkuat Belanda baik di Pra Piala Dunia 2006 maupun di Piala Dunia 2006.

Pada Maret 2022 jelang bulan Ramadhan,Clarence Seedorf mengambil keputusan penting dalam hidupnya dengan memeluk agama Islam. Dalam proses ini Seedorf berharap dapat menjadi penyebar pesan kedamaian bagi seluruh masyarakat dunia karena dirinya menyakini ajaran Islam penuh dengan ajaran kedamaian.

Clarence Seedorf bersama rekan setimnya di AC Milan Alessandro Nesta. Seedorf dan Nesta bergabung di AC Milan pada tahun 2002 dan keduanya meninggalkan AC Milan pada tahun 2012.

Kini Seedorf mengisi hari-harinya dengan menjalankan badan usaha yang dirintisnya sejak masih berkarir di sepakbola dan juga menjalankan yayasan sosial yang didirikannya. Selain itu Seedorf kerap diundang menghadiri kegiaran sepakbola yang diadakan FIFA dan UEFA serta turut tampil dalam kegiatan-kegiatan gathering bersama rekan-rekannya sesama mantan pesepakbola Internasional. (***)

Bagikan: