
Di Asian Games 1966 yang digelar di Bangkok atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju Said Fidal meraih Medali Perak Kelas Welter Ringan 63,5 kg.

Di Asian Games 1970 yang kembali digelar di Bangkok setelah Seoul mundur dari tuan rumah atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju Rudy Siregar yang juga adik dari Paruhum Siregar meraih Medali Perunggu Kelas Berat Ringan 81 kg.
Di cabang olahraga Polo Air Putra, Indonesia sukses meraih Medali Perunggu. Di tim Polo Air ini terdapat 4 atlet asal Sumut yaitu Tengku Achmadsjah, Tengku Kamrol, Pandapotan Nasution dan Zakaria Nasution.
Di Asian Games 1974 yang digelar di Teheran atlet Sumut kembali turut berpartisipasi. Namun sayang atlet Sumut gagal menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Di Asian Games 1978 yang digelar di Bangkok atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia. Di cabang olahraga tinju Krismanto meraih Medali Perunggu Kelas Berat Ringan 81 kg.
Di Asian Games 1982 dan 1986 yang digelar di New Delhi dan Seoul atlet Sumut kembali turut berpartisipasi. Namun sayang tidak ada yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.

Di Asian Games 1990 yang digelar di Beijing atlet Sumut kembali berkontribusi menyumbangkan medali bagi Indonesia.Di cabang olahraga tinju Hendrik Simangusong meraih Medali Perunggu Kelas Menengah Ringan 71 kg. Hendrik Simangunsong mengikuti jejak kedua Tulangnya (Paman) yaitu: Paruhum Siregar dan Rudy Siregar yang sukses meraih Medali di Asian Games.





