Catatan MEDANSPORT.ID
MU dan Galatasaray gagal meraih hasil positif pada laga pertama. MU ditekuk Bayern Munchen di Allianz Arena, sedangkan Galatasaray ditahan imbang oleh sang tamu FC Copenhagen. Saat melawan Bayern, Rasmus Hojlund mencetak satu gol untuk MU, sedangkan Casemiro menyarangkan dua. Namun, gawang mereka yang dijaga Andre
Onana kebobolan empat.
Di lain pihak, Galatasaray nyaris kalah saat menjamu Copenhagen. Tertinggal 0-2 di menit 58, Galatasaray akhirnya bisa menyamakan skor lewat gol-gol Sacha Boey menit 86 dan Tete menit 88.
Setelah kalah dari Bayern, MU menang beruntun 1-0 atas Burnley di Premier League Inggris dan 3-0 atas Crystal Palace di Carabao Cup/EFL Cup. Namun, tim asuhan Erik ten Hag itu kemudian kalah 0-1 menjamu Palace di Premier League.
Sementara itu, Galatasaray mencatatkan tiga kemenangan beruntun usai melawan Copenhagen. Terakhir, Galatasaray menang 2-1 menjamu Ankaragucu di liga utama Turki. Salah satu golnya dicetak oleh eks MU, Wilfried Zaha.
Manchester United dan Galatasaray baru bertemu 3 kali dalam ajang kompetitif. Dua pertemuan pertama terjadi di Liga Champions 2012-2013, sedangkan duel terakhir di laga persahabatan 2016 silam. MU berhasil menorehkan 2 kemenangan. Di sisi lain, Galatasaray mencuri 1 kemenangan.
MU belum pernah kalah dalam laga-laga kandangnya melawan Galatasaray di Liga Champion. MU mencatatkan 4 clean sheet dan cuma kebobolan total 1 gol dalam 5 laga terakhirnya melawan Galatasaray di Liga Champions. MU kalah 4 kali dan cuma menang 2 kali dalam 6 laga terakhirnya.
MU mencatatkan 2 clean sheet dan cuma kebobolan total 1 gol dalam 3 laga terakhirnya. Galatasaray belum terkalahkan di semua kompetisi musim ini: M11 S3 K0, gol 28-11. Galatasaray selalu menang dengan margin 1 gol dalam 3 laga terakhirnya. Rekor Galatasaray melawan klub-klub Inggris: M3 S8 K10, gol 19-39.
