Oleh : Indra Efendi Rangkuti

Pada laga perebutan Medali Perunggu yang berlangsung pada 4 Oktober 1986 di Olympic Stadium Seoul ini Timnas tampil timpang akibat kondisi fisik yang terkuras pada laga Perempatfinal dan Semifinal ditambah beberapa pemain mengalami cedera. Bahkan kiper Ponirin Meka terpaksa diganti pada pertengahan pertandingan oleh I Gusti Putu Yasa akibat cedera.

Kuwait yang diperkuat oleh beberapa bintang yang membawa Kuwait lolos ke Piala Dunia 1982 tampil dominan dalam laga ini dan membuat pertahanan Indonesia porak poranda. Akhirnya dalam laga ini Kuwait berhasil meraih Medali Perunggu setelah menaklukkan Indonesia 5-0 lewat gol – gol yang dicetak Jamal Yaqoub Al Qabendi, Abdul Aziz Alhajeri (2 gol), Naem Saad Mubarak Faraj dan Salah Al Hasawi.

Prestasi Timnas Indonesia di Asian Games 1986 ini gagal menyamai prestasi Timnas Indonesia di Asian Games 1958 di Tokyo yang sukses meraih Medali Perunggu.Walau begitu prestasi Timnas di Asian Games 1986 ini menyamai prestasi Indonesia di Asian Games 1954 di Manila yang juga sukses lolos ke Semifinal. Pada Asian Games 1954 ini Indonesia gagal meraih Medali Perunggu setelah dalam laga perebutan Medali Perunggu takluk dari Burma (Myanmar).

Dua Bintang Timnas di Asian Games 1986 Ponirin Meka dan Adolf Kabo.

Setelah Asian Games 1986 ini Timnas Indonesia absen mengikuti Asian Games pada 1990, 1994, 1998 dan 2002. Indonesia kembali berlaga di Asian Games 2006 yang berlangsung di Doha Qatar. Tapi sayang di Asian Games 2006 ini langkah Timnas Indonesia terhenti di babak I.

Indonesia kembali absen pada Asian Games 2010 yang berlangsung di Guangzhou China. Pada Asian Games 2014 di Incheon Korsel dan 2018 yang berlangsung di Indonesia,Indonesia kembali berpartisipasi dan sukses lolos hingga 16 Besar. Pada Asian Games 2022 yang digelar tahun 2023 ini di Hangzhou China, Timnas Indonesia kembali turut berpartisipasi. Menarik untuk disimak langkah Timnas Indonesia di Asian Games tahun ini. (***)

Bagikan: