“Kami telah kehilangan banyak pemain berpengalaman di sektor bek tengah. Masih ada ruang di sana, dan untuk dua pertandingan nanti,” tambahnya. Situasi berbeda tampaknya terjadi di sektor depan dan tengah. Southgate relatif tak memiliki masalah berarti di lini tersebut.
Sang pelatih bahkan terpaksa mencoret nama Raheem Sterling kendati winger Chelsea menurutnya masih layak diperhitungkan. “Ini keputusan yang sulit dan Raheem tidak terlalu senang dengan hal itu. Tapi di sektor penyerangan, tepat di belakang pemain nomor 9, kami memiliki banyak persaingan,” terangnya. Patut disorot tentu penampilan apik Jude Bellingham yang bisa jadi amunisi tambahan untuk memperkuat penyerangan.
Memulai musim baru bersama Real Madrid, Bellingham memiliki peran anyar sebagai pemain dengan posisi dan atribut lebih ofensif. Bellingham menjelma jadi pemain tajam dengan total 5 gol dan 1 assist di 4 laga perdana musim 2023/2024. Dan kini, Southgate berpeluang menerapkan perubahan Bellingham di level timnas sebagaimana yang dilakukan Carlo Ancelotti di Real Madrid.
Lini serang Inggris diwaspadai kiper Ukraina, Anatoly Tubin. Apalagi, berkaca pada pertemuan pertama. Saat itu, Inggris menggempur Ukraina lewat 18 tembakan (8 on target) yang menghasilkan 2 gol untuk kemenangan The Three Lions. Tubin di pertemuan pertama bahkan harus melakukan 6 penyelamatan.
Fakta lain, seluruh tembakan Inggris diciptakan dari dalam kotak penalti. “Menurut saya masing-masing pemain timnas Inggris punya tembakan bagus, beberapa karakteristik lain yang unik darinya. Ini adalah pemain tingkat atas. Penting untuk bersiap menghadapi bahaya dari masing-masing dari mereka dan, secara umum, dari seluruh tim lawan,” katanya dilansir dari laman federasi sepak bola Ukraina, UAF.
Tentu saja Ukraina ingin mendapatkan hasil baik. Pasalnya, laga Inggris akan jadi salah satu persiapan jelang menghadapi duel tak kalah berat melawan Italia.
