Pelatih Manchester City Josep Guardiola juga tengah memburu gelar juara ke-3 sebagai pelatih di Champions League.Sebelumnya pada 2009 dan 2011 Pep Guardiola sukses membawa tim asuhannyaBarcelona meraih Juara Champions League.
Selain itu Guardiola juga tentunya berharap bisa menjadi sosok ke-6 sebagai pelatih yang membawa 2 klub berbeda menjadi Juara Champions League. Sebelumnya ada 5 sosok pelatih yang sukses membawa 2 klub berbeda sebagai Juara Champions League (Champions Cup).
Sosok – sosok itu adalah Ernst Happel (Feyenoord dan SVHamburg), Ottmar Hitzfeld (Borussia Dortmund & Bayern Muenchen), Jose Mourinho (FC Porto dan Inter Milan), Jupp Heynckes (Real Madrid & Bayern Muenchen) dan Carlo Ancelotti (AC Milan & Real Madrid)
Selain itu Guardiola juga berusaha menyamai rekor Carlo Ancelotti dan Bob Paisley sebagai pelatih yang membawa klub asuhannya menjadi Juara Champions League sebanyak 3 kali.
Namun Guardiola pernah punya pengalaman buruk ketika melawan Inter Milan di Liga Champions.Peristiwa itu terjadi ketika tim asuhan Guardiola Barcelona bertemu Inter Milan di Semifinal Liga Champions 2010. Inter Milan berhasil menaklukkan Barcelona dengan skor 3-1 pada leg pertama di Giuseppe Meazza. Pada leg kedua di Camp Nou Barcelona mampu membalas kekalahannya di leg pertama dengan menaklukkan Inter Milan 1-0. Namun Inter Milan yang lolos ke Final berkat keunggulan agregat.
Tentu momen ini masih membekas di benak Guardiola dan menjadi pelecut bagi Guardiola untuk membalas kekalahan pahit tersebut. City dan Inter melangkah ke Final ini dengan optimism yang tinggi setalah sukses di kompetisi domestik. Musim ini Manchester City sukses mengawinkan gelar Juara Premier League dan Piala FA. Sedangkan Inter Milan sukses meraih Juara Copa Italia setelah di Final menaklukkan Fiorentina.
Jika dilihat dari kekuatan skuad yang dimiliki City memang layak diunggulkan di final nanti.Di lini belakang kwartet Jhon Stones, Manuel Akanji, Ruben Dias, dan Nathan Ake berdiri kokoh. Selain itu juga masih ada Kyle Walker,Aymeric Laporte dan Segio Gomez yang siap untuk ditampilkan.Tentu ini menjadi tantangan berat bagi Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez untuk menembusnya.
Di lini tengah, City punya beberapa nama yang bisa dimainkan oleh Pep Guardiola dalam formasi 4-3-3. 3 nama yang paling sering menjadi pilihan Pep adalah Kevin De Bruyne, Rodrigo, dan Ilkay Gundogan.
Selain itu Guardiola masih memiliki Phil Foden dan Bernardo Silva yang tidak hanya bisa ditempatkan di tengah, namun di pinggir sebagai pengganti Riyad Mahrez dan Jack Grealish.
Di lini depan ketajaman striker Manchester City Erling Haaland siap menghadirkan teror maut bagi lini belakang Inter Milan yang dikawal Matteo Darmian,Francesco Acerbi,Alessandro Bastoni dan Denzel Dumfries. Ketajaman Haaland yang sukses menjadi top skor Premier League musim ini dengan 35 gol membuatnya menjadi “monster” yang menakutkan bagi lini pertahanan lawannya.
Namun Alessandro Bastoni mengaku siap “mematikan” Haaland.Bastoni mengaku sudah melihat aksi duo centre back Real Madrid Antonio Ruediger dan David Alaba yang sukses membuat Haaland ‘mati kutu” saat leg pertama semifinal Liga Champions musim ini.
Demikian juga dengan lini tengah Inter Milan.Walau tidak “mewah” seperti City tapi Henrikh Mkhitaryan dan kompatriotnya di lini tengah Nicolo Barella siap bertarung dengan De Bruyne dan Gundogan.Apalagi Barella dikenal punya kreativitas dan mobilitas yang tinggi.Duel sengit akan mewarnai perang di lini tengah dalam laga Final nanti.
Pada akhirnya ini juga akan menjadi ujian bagi kedua pelatih dalam menentukan skuad terbaik yang akan tampil di final nanti. Guardiola dengan ciri khas sepakbola indah ala “tiki taka” akan berhadapan dengan pola pragmatis yang sering dimainkan oleh Simone Inzaghi.
“Dengan melihat fakta – fakta ini saya memprediksikan pertandingan akan berlangsung ketat dan menarik. Namun kali ini Manchester City akan mencetak sejarah untuk pertama kalinya menjadi Juara Champions League pada musim ini,” tukas Indra Efendi Rangkuti selaku Pemerhati Olahraga Sumut ini. (***)





