MEDANSPORT.ID – MEDAN – Menarik dinanti strategi apa yang akan dipakai Guardiola di laga ini. Ia bisa saja memakai pakem awal 3-2-4-1 yang cukup sukses belakangan ini atau 4-2-3-1 seperti di Santiago Bernabeu pekan lalu. Manchester City bisa menurunkan skuad terbaik dan mendukung apa pun formasi yang akan dimainkan Guardiola.

Kevin De Bruyne dan John Stones sama sekali tak bermain melawan Everton. Berikutnya, sosok seperti Erling Haaland, Jack Grealish, Ilkay Gundogan, hingga Bernardo Silva dirotasi dengan tidak bermain 90 menit penuh. Ancelotti di sisi lain kemungkinan tetap memakai pakem 4-3-3 di laga ini. Kebugaran skuad utama Madrid diyakini akan bagus karena kebijakan rotasi saat menghadapi Getafe.

Laga leg kedua semfinal Champions ini digelar di Etihad Stadium, Kamis (18/5/2023) pukul 02:00 WIB. Diketahui, hasil imbang 1-1 di Stadion Santiago Bernabeu di leg 1 semifinal Liga Champions 2023 membuat kedua tim harus
mengulang semua dari awal. Manchester City tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari hasil seri tersebut.

Jika skor imbang 0-0 atau 2-2 bahkan 3-3 terjadi di Etihad, kedua tim akan memainkan babak perpanjangan waktu, mengingat faktor agresivitas gol tandang sudah dihapus UEFA. Hanya saja sebagai tuan rumah, Manchester City lebih diunggulkan. Selain itu, The Citizens mendapatkan keuntungan berupa dukungan suporter di Etihad. Catatan statistik juga berpihak kepada City untuk lolos ke final Liga Champions kedua kalinya dalam 3 musim terakhir.

Real Madrid tercatat tak pernah menang ketika melakoni laga tandang ke markas Manchester City. Dari 4 laga sebelumnya di Stadion Etihad, Madrid meraih 2 imbang dan 2 kekalahan. Bahkan di 2 laga terakhir yakni di 16 besar UCL 2019/2020 dan semifinal UCL 2021/2022 selalu berakhir kekalahan bagi Los Blancos, julukan Madrid. Selain itu City sangat perkasa di 29 laga kandang musim ini di semua kompetisi.

Dari jumlah itu The Citizens meraih 27 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kekalahan. Khusus di UCL musim ini, dari 5 laga kandang sebelumnya Manchester City selalu meraih kemenangan. Bahkan mereka hanya kebobolan 2 gol dari 5 laga itu. Soal ketajaman, The Citizens mampu mengemas 20 gol atau rata-rata 4 gol per laga. Tapi hal itu tak membuat Madrid menjadi takut. Mereka datang dengan membawa kualitas, mental, dan pengalaman istimewa di Liga Champions.

Kemenangan menjadi bidikan skuad asuhan Carlo Ancelotti demi tiket ke final UCL kedua secara beruntun. “Kami datang dengan kepercayaan diri. Kami juga datang dengan membawa skuad terbaik,” kata Ancelotti dilansir dari laman resmi Real Madrid.

Hal itu tentu boleh membuat City waspada. Apalagi para pemain dibebani dengan target tinggi yakni meraih trofi Liga Champions pertama bagi klub. Sebagai sosok berpengalaman, Pep Guardiola tentu paham apa yang harus dilakukan dalam laga seperti ini.

“Tidak banyak yang saya katakan pada pemain jelang pertandingan semifinal kedua melawan Real Madrid. Saya hanya berkata pada mereka agar tetap tenang. Lakukan saja seperti yang sudah kita lakukan dalam 4 hingga 5 tahun terakhir,” ucap Guardiola usai kemenangan atas Everton di EPL akhir pekan kemarin.

Bagikan: