MEDANSPORT.ID – MEDAN – Manchester United dan Real Betis terlibat sekali pertemuan dalam laga ujicoba Desember 2022 lalu di Stadion Benitno Villamarin, Sevilla. Saat itu Real Betis menundukkan MU dengan skor 1-0 dan satu-satunya gol dicetak Nabil Fekir. Di pertemuan babak 16 besar UEL ini, Real Betis terlebih dahulu bertandang ke Old Trafford markas Man United, Jumat (10/3/2023) pukul 03.00 WIB.
Manchester United dituntut bangkit usai dipermalukan Liverpool 7-0 di Liga Inggris akhir pekan lalu. Kekalahan itu tidak saja memutus tren 4 kemenangan beruntun The Red Devils, tapi juga mempertaruhkan mental MU yang masih ingin melaju jauh di 3 kompetisi tersisa musim ini: UEL, EPL, dan Piala FA. Sementara itu, Real Betis datang dengan situasi lebih baik.
Los Verdiblancos masih tak terkalahkan di 4 pertandingan terakhir, dan teranyar kubu Benito Villamarin bermain imbang lawan Real Madrid 0-0. Situasi pelik di kubu lawan bisa dimanfaatkan Betis untuk mencuri kemenangan.
Konsistensi Manchester United kembali dalam pertaruhan. Kekalahan 7-0 di Anfield atas Liverpool menjadi pukulan telak bagi Iblis Merah. Apalagi, sebelum kekalahan tersebut Man United tengah dalam performa terbaiknya. Kelelahan skuad menjadi salah satu faktor yang disalahkan. MU melaju di 4 kompetisi dengan memainkan lebih dari 40 pertandingan.
Dalam periode Februari saja, The Red Devils memainkan 8 pertandingan, dan selama pekan awal Maret, MU telah berlaga sebanyak 2 kali. Artinya United setidaknya sekali bertanding dalam 3 hari. Kendati begitu, pelatih Man United Erik ten Hag enggan menyalahkan faktor kelelahan.
“Tidak, tidak ada hubungannya dengan itu [kelelahan] karena kami dapat menampilkan performa 4 hari lalu, 7 hari lalu. Ini tidak ada hubungannya dengan itu,” kata ten Hag merespons hasil laga terakhir dilansir dari laman klub.
Sang pelatih menilai kekalahan Manchester United tak lepas dari goyahnya mentalitas pemain. Ini terlihat bagaimana saat MU kemasukan 6 gol di babak kedua lawan Liverpoool. Selain itu, gol The Reds tak lepas dari kesalahan para pemain United yang juga menunjukkan buruknya transisi mereka dalam bertahan.
Kekalahan terakhir juga menjadi anomali tren Manchester United belakangan. Mereka sebelumnya dikenal cakap dalam merespon ketertinggalan. Itu bisa dilihat saat MU memastikan kemenangan di ujung babak kedua kontra West Ham di EPL. Demikian pula, saat MU lolos ke babak 16 besar Liga Europa lawan Barcelona, Iblis Merah tertinggal lebih dulu.
United tak punya waktu lama untuk berbenah terutama soal mentalitas. Jika tidak, ambisi Iblis Merah untuk berbicara banyak di 3 kompetisi tersisa bisa saja terhenti. Real Betis yang pekan lalu menahan imbang Real Madrid bisa saja mengambil momentum Man United yang tengah goyah. Apalagi, Los Verdiblancos dibesut Manuel Pellegrini, pelatih yang tak terlalu asing dengan Man United.
Eks pelatih Manchester City tersebut setidaknya sudah 13 kali bertemu Man United. Hasilnya, Pellegrini merengkuh 5 kemenangan, 5 seri, dan 3 kali tumbang. Hanya saja, Betis bakal kehilangan gelandang serang di sosok Nabil Fekir yang menjalani operasi lutut. Namun, kabar positifnya gelandang Sergio Canales telah kembali berlatih di tim.
Canales jarang dimainkan musim ini, namun bisa menjadi opsi Pellegrini di lini tengah. Sang entrenador juga mesti berhati-hati di laga nanti, sebab sejumlah pemain seperti Bravo, German Pezzella, Luiz Felipe, dan Aitor Ruibal terancam absen di leg ke-2 andai diganjar kartu kuning di Old Trafford.





