MEDANSPORT.ID – MEDAN – Pertemuan antara Club Brugge dan Benfica di Jan Breydel Stadium pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2022/2023, merupakan jumpa perdana kedua tim, Kamis (16/2/2023) pukul 03.00 WIB.

Benfica datang ke leg pertama 16 besar UCL dengan bekal apik dari penyisihan grup. The Eagles mampu tidak terkalahkan di fase sebelumnya dengan 4 menang dan 2 seri. Padahal, wakil Portugal itu menghadapi tim seperti PSG dan Juventus. Sebaliknya, Brugge tidak istimewa. Di Liga Belgia, tim ini terlempar di posisi 4 klasemen Liga Belgia dengan margin 20 poin dari posisi teratas.

Bicara UCL, Brugge sempat mengejutkan dengan 3 kemenangan beruntun di awal fase penyisihan, tetapi kemudian hanya finis sebagai runner-up Grup B. Namun, bisa menyingkirkan tim sekelas Atletico Madrid menunjukkan bobot wakil Belgia ini.

Benfica menghadapi paruh kedua musim 2022/2023 tanpa sosok Enzo Fernandez yang dijual ke Chelsea pada bursa transfer musim dingin. Di UCL, Fernandez mendapatkan rapor 6,97 dari 5 pertandingan, sedangkan di Liga Portugal, sang gelandang memperoleh 7,25 dari 17 laga. Kehilangan Fernandez, pelatih Benfica Roger Schmidt menegaskan timnya tak melakukan perubahan skema.

Langkah adaptatif yang dilakukan sang juru taktik salah satunya menempatkan Chiquinho lebih dalam mendekati sektor gelandang. Dengan perubahan tersebut, Benfica masih cukup tangguh di kompetisi domestik. Memang The Eagles sudah kalah 2 kali di paruh kedua kompetisi, termasuk waktu disingkirkan Braga di Piala Portugal. Namun, Schmidt mengaku puas dengan permainan anak buahnya.

“Kami bermain fantastis. Kami mendominasi lawan. Setelah kartu merah dan gol oleh Braga, laga jadi permainan yang berbeda. Meski begitu, tim pintar mengatur pertandingan,” ujarnya mengomentari hasil terakhir dilansir dari Observador. demi persiapan lawan Brugge, Benfica di laga terakhirnya mengunci pemain sentral Rafa Silva.

Sang penyerang baru bermain dalam babak perpanjangan waktu. Sosok yang sudah mencetak 4 gol dalam 6 laga UCL ini dalam kondisi siap tempur untuk laga di Belgia. Sementara itu, Brugge justru tak kunjung menemukan performa terbaik. Mereka telah mengganti pelatih dengan mendatangkan eks juru taktik Bournemouth, Scott Parker yang bertugas sejak akhir Januari lalu.

Namun, pelatih asal Inggris ini tak memiliki catatan cukup mentereng selama di Brugge. Parker mencatatkan 7 laga bersama Brugge. Hasilnya, ia baru mempersembahkan 1 kemenangan, 5 hasil seri, dan 1 kekalahan. Baik Brugge maupun Benfica, kedua tim datang dengan situasi yang sedikit berbeda dibanding paruh pertama.

Benfica menunjukan hasil lebih menjanjikan, sekaligus masih diunggulkan atas tim tuan rumah. Namun faktor kandang dapat dimanfaatkan Brugge untuk memberi kejutan.

Bagikan: