Tetapi PSMS yang waktu itu diperkuat Azwardin Lubis, Suheri, Sumardi, Suharto AD, Witya Fusen, Ainus, Amri Siregar, Bambang Usmanto dan Sugiar tidak gentar menghadapi keangkeran Stadion Benteng.

Pertandingan berjalan ketat, di mana kedua tim saling jual beli serangan,namun hingga turun minum skor masih 0-0. Di awal babak kedua ada momen yang unik ketika Amri Siregar melihat ada benda “aneh” di dekat gawang Persita. Amri Siregar lalu membuang benda itu keluar lapangan.

Aneh bin ajaib permainan Persita seperti terpengaruh setelah benda itu dibuang. PSMS terlihat lebih mendominasi dan akhirnya tiga gol berhasil dicetak oleh Amri Siregar dan Suharto AD 2 gol. PSMS berhasil menang dengan skor 3-0.

Harian Waspada yang terbit 20 Februari 1990 menulis headline dengan judul “PSMS Bal Bal Persita 3-0”. Kemenangan yang luar biasa apalagi ketika Amri Siregar dalam wawancara di harian Waspada menyebut setelah benda “aneh” itu dibuang barulah tendangan pemain PSMS bisa mengarah ke gawang. Apakah ada klenik di balik benda itu? Wallahuallam.

Yang pasti kemenangan itu membuka peluang PSMS lolos ke 6 Besar dan akhirnya dalam duel terakhir melawan Persib di Stadion Siliwangi Bandung PSMS memastikan lolos ke 6 Besar setelah menahan imbang Persib 0-0. (*)

Bagikan: