Harga tersebut lebih mahal dibanding negara-negara lain yang juga mengundang Santos waktu itu. Untuk pertandingan di Hongkong, Santos dibayar 28.000 dollar AS. Selain membawa Pele, Santos FC yang waktu itu sudah menjuarai Liga Brasil sebanyak 6 kali membawa kiper asal Argentina Agustin Cejas, Carlos Alberto, Edu,
Alcindo, Orlando Lele, Jose Ramos Delgado, Clodoaldo, Nene, Jader, Altivo dan lainnya.
Pele bersama Carlos Alberto, Edu dan Clodoaldo adalah bintang-bintang yang turut membawa Brasil menjuarai Piala Dunia 1970 di Meksiko. Timnas Indonesia yang diasuh oleh Endang Witarsa waktu itu menurunkan kiper Ronny Pasla (PSMS), Yuswardi (PSMS), Anwar Ujang (PSMS), Mulyadi (Persija), Sunarto (PSMS), M
Basri (PSM), Suaib Rizal (PSM), Jacob Sihasale (Persebaya), Iswadi Idris (Persija), Abdul Kadir (Persebaya) dan Risdianto (Persija).
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta ini ditonton oleh 90.000 penonton. Namun harapan penonton untuk menyaksikan aksi-aksi ajaib Pele, seperti yang diperlihatkannya ketika membawa Brasil 3 kali menjadi Juara Piala Dunia sama sekali tidak terwujud.
Selain terkesan menghindari benturan keras, Pele seperti tak berkutik dikawal oleh M Basri, Mulyadi dan sang kapten Timnas Anwar Ujang. Timnas memang terlihat tidak gentar dengan Santos yang diperkuat oleh bintang-bintang yang membawa Brazil menjadi Juara Piala Dunia 1970. Walau demikian beberapa kali Pele juga sempat memperagakan skill individunya dalam menggocek bola terutama ketika dirinya melewati hadangan lawan dan memberi umpan.

Meski pun demikian bintang-bintang Santos lainnya, seperti Edu dan Jader tampil gemilang dengan aksi ciamiknya. Pada menit kedua berawal dari aksi Edu yang menerobos barikade pertahanan Indonesia dengan aksi satu dua sentuhan berhasil mengirim umpan matang yang berhasil dieksekusi dengan gemilang oleh Jader untuk menggetarkan jala gawang Timnas Indonesia yang dikawal Ronny Pasla.





