MEDANSPORT.ID – MEDAN – The Blues mengakhiri paruh pertama musim 2022/23 dengan memperpanjang rentetan kekalahan mereka di kandang Newcastle. Pasukan Graham Potter juga belum pernah menang pertandingan Liga Inggris sejak 16 Oktober dan menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi sebelum jeda Piala Dunia.
Untuk itu Chelsea berambisi meraih tiga poin saat menjamu Bournemouth di Stamford Bridge pada pekan ke-17, Rabu (28/12/2022) pukul 00.30 WIB. Performa Chelsea dan Bournemouth sama-sama hanya mampu memetik satu kemenangan dari lima laga Liga Inggris terakhir, tapi situasinya berbeda 180 derajat.
Saat The Blues gagal menang empat laga beruntun, The Cherries justru menyetop rentetan kekalahan dengan menyikat Everton sebelum jeda Piala Dunia. Ya, kondisi Chelsea memang segawat itu. Mengawali rezim Potter dengan cukup apik, raksasa London Barat tersebut tampil terseok-seok tanpa arah menjelang Piala Dunia dan kini terjerembab ke peringkat delapan.
Bisa dibilang, kompetisi di Qatar datang di saat yang tepat untuk ‘menyelamatkan’ musimnya The Blues. Potter memang mendadak menangani Chelsea, menggantikan Thomas Tuchel yang secara mengejutkan dipecat oleh kelompok owner baru. Oleh karena itu, waktu tambahan untuk lebih mengenal skuadnya serta untuk mendapatkan perspektif baru selama jeda menjadi anugerah baginya.
Selain itu waktu kosong ini juga menjadi masa pemulihan bagi Reece James. Tapi tentu saja, bukan mustahil musim liburan ini tak menghasilkan perkembangan berarti. Toh beberapa pemain inti Chelsea seperti Mason Mount, Mateo Kovacic, sampai Kai Havertz tak bisa membersamai skuad karena melaksanakan tugas negara.
Nama-nama lain seperti Fofana, Kante, dan Broja masih akan absen, bahkan beberapa malah mendapat cedera di masa uji coba.
Di atas kerta, Chelsea tentu diunggulkan. Tetapi sebelum kita menikmati kiprah Argentina di Qatar mereka sedang tidak baik-baik saja, dan Potter layak dinobatkan jadi penyihir sejati jika mampu menemukan solusi hanya dalam waktu satu bulan.
