MEDANSPORT.ID – MEDAN – Laga pamungkas Piala Dunia 2022 merupakan The Real Final. Mangapa? “Ya, karena final Piala Dunia 2022 ini mempertemukan duel dua benua. Yakni Argentina sebagai juara Coppa America 2021 dan Prancis yang berada di benua Eropa dan merupakan juara Piala Dunia 2018,” kata mantan pemain PSMS Medan, H Sumardi, Minggu (18/12/2022).

Jumpa kedua tim berlangsung di Lusail Iconic Stadium yang disiarkan secara langsung stasiun televisi lokal SCTV, Minggu (18/12/2022) pukul 22.00 WIB. Jutaan pasang mata akan tertuju ke sana untuk menyaksikan siapa jawara
mengolah si kulit bundar.

“Ini merupakan final ideal. Perang bintang benua Amerika dan Eropa. Namun cuma ada satu pilihan yang menjadi juara,” ujar Sumardi yang juga mantan pemain Galatama Pardedetex era tahun 1980-an ini.

Hanya saja ketika ditanya tim mana yang mampu meraih juara Piala Dunia 2022, terlihat H Sumardi sedikit bingung. Karena secara kualitas dan kuantitas pemain, keduanya sama rata. “Berat memilih siapa pemenang akhir di laga ini. Sepertinya fifty-fifty. Namun dalam hati kecil saya, ya tetap Prancis yang jadi pemenang,” tukas pria yang pernah memperkuat Timnas di Asian Game Seoul tahun 1986 dan masuk empat besar tersebut.

Dia bilang, di kubu Argentina itu ada La Pulga alias si Kutu (julukan Lionel Messi- red), di barisan depan ada pemain muda berbakat Julian Alvarez. Di usia 22 tahun ini bahwa Alvarez menjadi man of the match saat menang melawan Kroasia di laga semifinal kemarin.

Selain itu turut serta Di Maria, Paulo Dybala, Angel Correa dan Thiago Almada, sehingga memberi nilai plus bagi Argentina dan tak bisa dipandang sebelah mata oleh Les Blues. “Pertandingan nanti bakal berkutat di lapangan tengah. Siapa yang mampu menguasai lapangan tengah, bisa jadi dia lah yang meraih juara,” imbuh H Sumardi yang kini menjalani profesi sebagai pelatih.

Untuk kubu Prancis, pun tak jauh beda dengan Argentina. Anak asuh Didier Deschamp itu cukup solid, mulai dari lini bawah hingga posisi penyerang. Di sana ada Hugo Lloris di bawah mistar gawang, Theo Hernandez, Jules Konde.

“Antoine Griezman dengan umpan pasing yang akurat ke jantung pertahanan lawan dan di depan Oliver Giroud serta Mbappe yang saat ini tercatat sebagai top skor,” ujarnya.

H Sumardi menyebut pertandingan nantinya berjalan seru. Sebab kedua tim sama-sama memiliki tipe yang sama yakni menyerang dan terbuka serta sekali-kali counter attack. “Tapi yang tak kalah penting kehadiran kepala Negara dari kedua Tim menonton di VIP secara langsung jalanya pertandingan final untguk memberi motivasi kepada masing-masing negaranya. Argentina dengan Presiden Alberto Fernandez dan Presiden Prancis Emmanuel Macron,” sahut H Sumardi.

Dengan hadirnya pimpinan negara kedua tim menambah spirit dan semangat untuk jalannya pertandingan Argentina kontra Prancis. Argentina berhasil mencapai final ke-2 mereka bersama Lionel Messi. Usai gagal menjadi juara di tahun 2014, Le Albiceleste diprediksi melakukan segala cara agar bisa meraih trofi Piala Dunia 2022. Di sisi lain Prancis yang berstatus juara bertahan Piala Dunia berpeluang mencatat back to back champion (pemenang beruntun).

Jika Kylian Mbappe dan kawan-kawan bisa melakukannya, Les Bleus bakal menyamai pencapaian Brasil di Piala Dunia 1958 dan 1962. Argentina mencapai final Piala Dunia 2022 usai menumbangkan Kroasia di babak semifinal dengan skor 3-0. La Albiceleste terus menunjukkan performa yang menjanjikan sejak kalah 1-2 dari Arab Saudi di laga pembuka fase grup.

Menghadapi Prancis di final Piala Dunia 2022 bakal menjadi ujian berat bagi Argentina. Pasalnya, Les Bleus merupakan tim yang mengalahkan Le Albiceleste di babak 16 besar Piala Dunia 2018 dengan skor 4-3. (*)

Bagikan: