“Makanya (kejadian rusuh) ini diluar dugaan ya dan itu biasa terjadi di tim sepak bola. Saat penampilannya sedang di atas dan diturunkan, akhirnya kejadiannya seperti ini. Apalagi waktunya agak lama tadi (pertandingan terhenti) 20 menit, artinya dimulai dari nol lagi ini. Tapi PSPS termotivasi untuk membalas dan main set kita jadinya bertahan, dan ini pelajaran banget dan ini akan menjadi pelajaran buat kita kedepannya,” imbuhnya.
Sementara striker PSMS, Ahmad Ihwan, yang sukses mencetak hattrick di laga ini juga mengaku bersyukur. Ia berharap semangat dan motivasi ini dapat menular kembali di laga selanjutnya.
Di mana PSMS akan melakoni laga kandang kontra Semen Padang di Stadion Teladan, Medan, Senin (26/9/22) pekan depan.
Tidak hanya itu, eks pemain Sriwijaya FC ini sedikit merendah atas keberhasilannya mencetak hattrick dan seluruh golnya dipersembahkan untuk kepada suporter, masyarakat Medan dan Sumatra Utara dan semua pihak di PSMS Medan.
“Pertandingan ini cukup lelah bagi para pemain, tapi kita bersyukur Alhamdulillah kita dapat tiga poin. Apalagi kita main dikandang lawan, semoga dipertandingan selanjutnya melawan Semen Padang dapat tiga poin lagi,” harapnya.
‘Mungkin soal (tiga) gol ini yang bagus bukan saya, yang bagus itu teman-teman saya, karena mendapat umpan yang baik saja, mungkin ini rezeki saja buat saya. Gol ini saya persembahkan buat semuanya, anggota PSMS, suporter, masyarakat dan semuanya,” tutupnya. (*)





