MEDANSPORT.ID – MEDAN – Terlihat wajah ceria dan senyum manis pria bernama Dody Armanda Putra saat menunjukan kekekaran tubuh dengan polesan keindahan seni tubuh pada ajang Pra Kualifikasi cabang olahraga (cabor) bina raga yang digelar Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBTI) Sumur pada tanggal 26 Minggu 2022 di Gedung Serba Guna Jalan Willem Iskandar Medan.

Penampilan atlet binaan KONI Medan ini membuat para juri sebagai penilai terkesima sehingga memberikan nilai lebih dibandingkan atlet lain. Hal ini membuat pria 33 tahun ini tampil menuju podium 1 dengan raihan medali emas di kelas 75 kg. Prestasi yang diraih cowok yang akrab di sapa Dody ini sebagai pembuktian untuk mewujudkan kota Medan sebagai kota atlet sesuai misi Wali Kota Medan

“Prestasi yang diraih pada ajang Pra Kualifikasi cabang olahraga (cabor) bina raga menuju PON Sumut-Aceh sebagai modal dan semangat untuk berlatih dan berlatih sehingga nantinya pada pesta olahraga akbar tanah air yang digelar empat tahun sekali berhasil membukukan prestasi. Apalagi pada PON 2024, Sumut merupakan salah satu daerah yang menjadi tuan rumah, tentu hal ini merupakan kesempatan dan peluang untuk dimanfaatkan degan memberikan kontribusi medali bagi kontingen Sumut,” terang binaragawan yang berdomisili di Jalan Medan Area Selatan Medan, kemarin.

Laki yang telah menekuni dunia bina raga sejak tahun 2012, telah membukukan berbagai prestasi antara lain 1 Seleksi Daerah (Selekda) Sumatera Utara 2019 di kelas 80 kg.

“Target kedepan, saya akan berlatih lebih giat lagi, agar bisa lolos menuju PON XXI/2024 di Sumut-Aceh. Selain itu saya ingin  mengharumkan nama Medan khususnya dan Sumut umumnya di ajang PON melalui Binaraga,” papar anak dari pasangan Armen Taufik dan Ir Susilawaty Hanum.

Anak sulung dari dua bersaudara ini, selain mendapat dukungan pelatih dan pengalaman kompetisi yang masih hijau. Restu dari orang tua dan kerabat menjadi alasan penting bagi binaraga ini terus berpacu dengan waktu dengan terus latihan dan latihan untuk mematangkan diri sebagai persiapan di PON Sumut-Aceh untuk menghadapi lawan yang memiliki kekuatan yang nyaris berimbang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dukungan kedua orang tua dan pelatih sebagai pemacu semangat sehingga menambah daya dobrak yang terbalut dalam genggaman motivasi untuk bisa meraih prestasi dalam karir sebagai binaragawan membuat saya semakin semangat untuk meraih prestasi terbaik pada PON nanti,” tutur Dody dengan semangat. (*)

Bagikan: